Berita

UINSA Newsroom, Kamis (02/11/2023); Pekan Olah Raga, Seni, dan Ilmiah se Jawa-Madura (PORSI JAWARA) 1 Tahun 2023 resmi dibuka pada Rabu, 1 November 2023 di Stadion UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember. Kegiatan ini mengusung tema ‘Unity in Diversity’ dan akan berlangsung selama lima hari mulai tanggal 1-5 November 2023.

Terdapat beberapa bidang lomba yang akan dipertandingkan dalam kesempatan PORSI JAWARA 1 Tahun 2023 ini. Pada cabang olahraga terdiri dari lomba Tenis Meja, Bulu Tangkis, Catur, Panjat Dinding, Pecak Silat, Karate, Taekwondo, Futsal, dan Voli.

Sedangkan pada lomba Cabang Seni, terdiri dari MTQ, MHQ, MSQ, Kaligrafi, Film Pendek, Puitisasi Al-Qur’an, Pop Solo Islami, dan Da’i-Daiyah.

Selanjutnya lomba cabang Ilmiah meliputi, Debat Bahasa Arab, Debat Bahasa Inggris, Debat Konstitusi, MFQ, MKTQ, MQK, Business Plan, Karya Tulis Inovasi Sosial Keagamaan, dan Karya Tulis Media Pembelajaran.

Prof. Dr. H. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., Direktur Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Kementerian Agama RI dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya menjadikan ajang PORSI JAWARA sebagai momen untuk mempererat persaudaraan antar mahasiswa PTKIN. “Datanglah ke Jember itu, untuk mencari kawan. Saya akan jauh lebih senang mendengarkan para mahasiswa-mahasiswi kesini, pulang memiliki tambahan sahabat, kawan, serta saudara,” ujar Prof. Inung-panggilan akrab Direktur Diktis.

Karena masa depan, menurut Direktur Diktis, dimiliki oleh orang yang memiliki semangat kolaborasi bukan kompetisi. Kendati dalam hidup manusia memang tidak bisa lepas dari kompetisi dalam berbagai hal. Namun, Direktur Diktis menegaskan, bahwa kompetisi tidak akan jatuh pada semangat the last man standing dengan cara ‘membunuh’ yang lain. “Kompetisi itu harus diimbangi dengan semangat kolaborasi,” imbuh Prof. Inung.

Direktur Diktis juga berpesan kepada segenap Ketua Kontingen, agar senantiasa mengawasi jalannya pertandingan agar tidak mengarah pada konflik fisik. “Ingatkan, bahwa yang kita hadapi ini bukan musuh yang hendak kita bunuh, tapi adalah kawan yang akan selamanya kita rangkul,” tegas Prof. Inung.

Direktur Diktis pun menegaskan, bahwa menang dan kalah adalah hal yang biasa dalam sebuah kompetisi. Karena pada akhirnya, kehidupan tidka ditentukan dari siapa the winner  dan the loser. “Not the strongest person will survive. Not the smartest person will survive. Orang yang akan survive di masa depan itu adalah the most adaptable to the chance,” terang Prof. Inung.

Sementara itu, Kontingen UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dalam kesempatan ini didampingi langsung Ketua Kontingen, Prof. Dr. Abdul Muhid, M.Si. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama ini turut didampingi pula Koordinator Bidang Kemahasiswaan, Mochamad Farid Syihabuddin, S.Ag.

Dalam opening ceremony, kontingen UINSA hadir dengan maskot Cak dan Ning khas Surabaya. Bersama dengan kontingen lainnya, para atlet pun digiring menuju lokasi acara beriringan dengan parade Jember Fashion Carnaval. (Nur/Humas)

Reportase: Nur Hayati (Redaktur)
Foto: Dinda