Berita

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya baru-baru ini mengadakan seleksi untuk program International Community Engagement (UICE). Program ini merupakan salah satu upaya UINSA untuk memberikan pengalaman internasional kepada mahasiswa dalam bidang pengabdian masyarakat. Namun, hasil seleksi menunjukkan bahwa calon peserta untuk destinasi Arab Saudi, Malaysia, dan Brunei belum memenuhi standar yang diharapkan.

Menanggapi hasil tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UINSA memutuskan untuk membuka rekrutmen gelombang kedua. “Kami melihat potensi besar dari mahasiswa kami, namun standar yang kami tetapkan memang tinggi untuk memastikan kualitas pengabdian. Oleh karena itu, kami akan membuka seleksi gelombang kedua,” ujar Ketua LPPM UINSA, Dr. H. Moh. Syaeful Bahar, S.Ag, M.Si. Informasi lebih lanjut mengenai teknis pelaksanaan seleksi UICE gelombang kedua akan diumumkan dalam waktu dekat.

Meskipun demikian, LPPM telah mengumumkan hasil seleksi peserta yang akan mengikuti program UICE ke Thailand. Dari 12 peserta yang dinyatakan lolos, empat di antaranya adalah mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UINSA. Mereka adalah Maghfirotul Abidah, Muhammad Raditya Iskandarsyah, Raihanah Dinda Alyfia Rahman, dan Nadhia Putri Nauli.

Ini adalah kesempatan emas bagi mahasiswa FISIP UINSA yang terpilih untuk belajar dan berkontribusi di tingkat internasional. Besar harapannya, mereka dapat membawa nama baik FISIP UINSA dan belajar banyak dari pengalaman ini.

Program International Community Engagement di Thailand ini akan melibatkan peserta dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan komunitas. Para peserta akan bekerja sama dengan komunitas lokal untuk membantu mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi. Program ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa, tetapi juga untuk memperkuat hubungan internasional dan memperluas jaringan global UINSA. Program ini adalah bukti komitmen UINSA dalam mengembangkan tridharma perguruan tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

LPPM juga menekankan pentingnya persiapan yang matang bagi para peserta sebelum berangkat. Oleh karenanya, pelatihan dan pembekalan akan diberikan kepada para peserta sebelum keberangkatan agar mereka siap menghadapi tantangan di lapangan, dan memastikan bahwa mereka tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan baru tetapi juga dapat memberikan kontribusi yang nyata dan berkelanjutan.

Dengan adanya program UICE, kualitas dan relevansi pengabdian masyarakat diupayakan untuk terus meningkat oleh LPPM UINSA. Keberhasilan empat mahasiswa FISIP yang lolos seleksi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan berkontribusi, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional. (WD)