Berita

UINSA Newsroom, Senin (13/11/2023); Kegiatan Penyusunan Standar Pengawasan dan Pemeriksaan Satuan Pengawasan Internal UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya digelar pada Senin-Selasa, 13-14 November 2023. Digelar di Ruang Pertemuan Lt. 4 Gedung GreenSA Inn Sidoarjo, kegiatan ini mengundang segenap unsur Pimpinan dan Pejabat Pembuat Komitmen pada unit di UINSA Surabaya.

Dr. Imam Buchori, SE., M.Si., Kepala Satuan Pengawasan Internal (SPI) UINSA melalui Noor Wahyudi, M. Kom., Sekretaris SPI menyampaikan ucapan terimakasih atas kesediaan narasumber berbagi pengalaman serta kehadiran peserta dalam kegiatan ini. Sekretaris SPI juga menjelaskan, bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan panduan/pedoman khususnya di bidang pengelolaan keuangan dan pengadaan barang dan jasa pada Badan Layanan Umum (BLU).

“Supaya kita bekerjanya itu bisa lebih enak, lebih jelas, lebih clear. Clean and clear dalam pengelolaan keuangan terutama di pengelolaan BLU,” terang Noor Wahyudi.

Sekretaris SPI juga menyampaikan, bahwa pada hari kedua, peserta akan dibagi ke dalam dua tim. Yakni tim pengadaan dan tim keuangan. “Semoga kita bisa susun (pedoman, red). Ke depannya di tahun 2024 bisa tersusun dan kita bisa akselerasi karena kita sudah ada panduan dan rel yang jelas,” tukas Noor Wahyudi.

Hadir selalu narasumber kegiatan ini yakni I Ketut Ismayana, S.T, M.T (Kepala Seksi Pembinaan Teknis Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Jawa Timur) yang menyampaikan materi terkait Pengendalian dan Pengawasan Pekerjaan Konstruksi.

I Ketut-panggilan akrab narasumber pertama, dalam kesempatan ini mengingatkan tentang pentingnya pemahaman tuntas terkait administrasi sebelum memulai pekerjaan konstruksi. “Karena sebagus apapun bentuk konstruksi yang direncanakan, jika administrasinya amburadul juga akan bermasalah,” tegas I Ketut.

Selanjutnya materi kedua, tentang Pertanggungjawaban dan Ketaatan Belanja, disampaikan Mirna Amirya S.E., MSA., Ak., Ph.D. (Deputi Pengawasan Keuangan SPI Universitas Brawijaya). Dalam paparannya, Mirna Amirya lebih banyak menjelaskan terkait tata kelola Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

Dijelaskan Narasumber, bahwa Universitas Brawijaya yang baru dua tahun menyandang status PTN-BH juga mengalami banyak tantangan dalam tata kelolanya. Dua hal yang harus ditingkatkan pada Satker PTN-BH, pertama Manajerial dan tata kelola kampus harus bagus. Kedua, Produktivitas penelitian dosen harus tinggi.

“Kalau sudah berbasis kinerja, maka tidak hanya merealisasikan SPJ selesai tapi hasil dari pekerjaan memiliki impact jangka menengah dan jangka panjang,” tegas Mirna Amirya.

Narasumber juga mengingatkan, bahwa ketika beralih status menjadi PTN-BH, kampus harus bekerja secara efisien yang artinya harus mampu berbelanja dengan bijak. Serta lebih mengutamakan memaksimalkan fasilitas internal. (Nur/Humas)

Reportase: Nur Hayati (Redaktur)
Editor Foto: Rian