Berita

PSGA UINSA DUKUNG PROGRAM PENURUNAN ANGKA KEMISKINAN EKSTRIM KEPALA KELUARGA PEREMPUAN JAWA TIMUR

Lp2m Report, Selasa, 14 Februari 2023. Tepat pada September 2022 jumlah keluarga miskin di Jawa Timur menembus angka 4.236.510. Angka tersebut meliputi 2.484.010 keluarga miskin di pedesaan, dan 1.752.500 keluarga miskin di perkotaan (sumber: BPS & BPS Provinsi Jawa Timur). Melihat kondisi demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan sigap menyelenggarakan program penurunan angka kemiskinan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.  

Kepala Bidang Pemerintahan Pembangunan Manusia Bappeda Provinsi Jawa Timur, Kukuh Tri Sandi, S.Pi, MT., M.Sc, menyampaikan beberapa program Pemprov Jatim dalam pengentasan kemiskinan di SAPA DP3AK seri ke 48 pada Senin, 13 Februari 2023. Acara ini dipandu oleh Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga (DP3AK) provinsi Jatim Ida Tri Wulandari, S.H., M.E, dengan tajuk “Strategi Kebijakan Penurunan Angka Kemiskinan melalui Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan.”

Program penurunan angka keluarga miskin di Jawa Timur mengacu pada Keputusan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kepmenko PMK) Nomor 25 Tahun 2022 tentang Kabupaten/Kota Prioritas Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2022-2024. Selain Kepmenko Nomor 25, juga berdasarkan pada Kepmenko Nomor 30 Tahun 2022 tentang tentang Penetapan Sumber dan Jenis Data dalam Upaya Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, serta Kepmenko PMK Nomor 32 Tahun 2022 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Program Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Terdapat tiga strategi percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem yakni menurunkan beban pengeluaran, meningkatkan pendapatan, dan pengurangan kantong-kantong kemiskinan. Dalam hal ini, pemprov Jawa Timur mempunyai program JATIM SATYA (Jawa Timur Sejahtera dan Mulya: Program Kemiskinan Ekstrim Jawa Timur).

Pada JATIM SATYA, untuk strategi Pengurangan Beban Pengeluaran Masyarakat, pemprov Jatim mempunyai beberapa program yakni Program Penanganan PMKS, Program Keluarga Harapan Plus, TANTISTAS (Layanan Kesehatan Gratis Berkualitas), KANTISTAS (Pendidikan Gratis Berkualitas), dan PERI RUMAH PENJAGA IBU (Pemberdayaan Imam, Guru Madrasah Diniyah, Huffad dan Penjaga Makam Situs Budaya). 

Sedangkan dalam strategi Program Peningkatan Pendapatan Masyarakat, Pemprov Jatim mempunyai beberapa program yakni PETI KOIN BERMANTRA (Program Pemberdayaan Ekonomi Kolaboratif, Inklusif – Berkelanjutan, Mandiri dan Sejahtera), Program Desa Berdaya, Pemberdayaan dan Klinik BUMDesa, JATIM PUSPA (Pemberdayaan Usaha Perempuan), dan KOLEGA (Kolam Lele Milik Keluarga). Adapun dalam strategi penurunan jumlah kantong-kantong kemiskinan, pemprov jatim menyelenggarakan program RUTILAHU (Rumah Tidak Layak Huni) dan Infrastruktur dasar & Program Listrik Murah Pro Rakyat/Energi Alternatif.

Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Sunan Ampel Surabaya bersama DP3AK Pemprov Jatim dan Bappeda Jatim mempersiapkan salah satu program terkait pemberdayaan perempuan kepala keluarga dalam rangka mengurangi angka kemiskinan ekstrem di Jawa Timur. Semoga program-program di Jawa Timur bisa terlaksana dengan baik sehingga apa yang diinstruksikan presiden Joko Widodo terkait percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia segera terimplementasikan. Amiin. (elha-lp2m)