Berita

UINSA Newsroom, Kamis (12/10/23); UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya bekerjasama dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam Malaysia mengadakan kegiatan Forum Maulidur Rasul, pada Kamis, 12 Oktober 2023. Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi dan mempererat silaturahmi sesama universitas.

Masih dalam vibes memperingatiMaulid Nabi SAW, dua universitas ini memiliki kesempatan berbagi pengalaman terkait pembentukan akhlak pada mahasiswa sebagaimana tauladan yang diberikan Rasulullah. Dilaksanakan secara online di platform zoom meeting dan live Youtube, kegiatan ini dipandu Khairul Awad Ibrahim dari UiTM Malaysia.

Kegiatan ini dihadiri panelis dari kedua universitas yakni Wakil Direktur Pascasarjana UINSA, Dr. KH. Hammis Syafaq, Lc., M.Fil.I.; dan Timbalan Rektor (Penyelidikan & Inovasi) UiTM, Prof. Ts Dr. Asmah Awal selaku.

Prof. Asmah dalam paparannya menjelaskan, bahwa UiTM memiliki motto yakni usaha, taqwa, dan mulia, sebagai manisfestasi nilai-nilai Keislaman. UiTM juga berpanduan pada ESI Idart (Excelent, Sinergy, Integrity, Ilmu Disiplin, Amanh, Rajin, Tanggung Jawab) yang dinisbatkan pada nilai-nilai murni serta etika yang diterapkan Nabi SAW.

Dr. Hammis Syafaq dalam kesempatan ini  juga menjelaskan, bahwa yang menjadi dasar UINSA untuk mencetak generasi berakhlak mulia dengan mencontoh kepribadian Nabi SAW. Salah satunya dengan menjalankan sholat wajib dan sunnah.

“Mahasiswa diajarkan untuk mulai meninggalkan yang makruh melalui kegiatan pembelajaran sore yakni Ma’had. Mahasiswa diberikan pembelajaran mencintai nabi sebagai model dalam berakidah dan berakhlak melalui hadits-hadits,“ ujar Dr. Hammis Syafaq.

Selain itu, Dr. Hammis Syafaq secara khusus juga menjelaskan mengenai konsep Integrated Twin Towers sebagai Integrasi Keislaman. Lambang twin towers yang saling menyapa, menurut Dr. Hammis Syafaq, sebagai jembatan mencetak generasi yang paham akan agama. “Mahasiswa UINSA tidak hanya belajar mengenai ilmu dengan muatan umum namun juga dibarengi dengan ilmu keislaman,” tegas Dr. Hammis Syafaq.

Hal ini juga didukung pernyataan Rektor UINSA, bahwa temuan ilmiah harus dibangun dengan pondasi dari akhlak mulia agar bermanfaat untuk alam dan dunia. “Pinter tapi bener,“ begitulah Rektor UINSA mengistilahkan. „Mahasiswa UINSA tidak hanya menjadi ilmuwan yang pintar dalam hal keilmuan ilmiah namun juga ilmu keislaman,“ ujar Dr. Hammis Syafaq menegaskan. (Syf/Magang23)

Reportase: Syifa’ Yahyania Awim Tasya
Redaktur: Nur Hayati
Foto: Tim Humas