Berita

UINSA Newsroom, Senin (24/10/2022); “Internasionalisasi hanya salah satu aspek dari prioritas UIN Sunan Ampel Surabaya. Tapi kami memang menyadari betul bahwa di era yang semakin meng-global ini mau tidak mau, suka tidak suka harus menginternasionalisasikan diri,”

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Layanan Internasional (PLI), Nabiela Naily, S.Si., M.HI., M.A., dalam talkshow singkat pada even The 21th Annual International Conference On Islamic Studies (AICIS) 2022 pada Kamis, 20 Oktober 2022 di Halaman Auditorium UIN Mataram Nusa Tenggara Barat.

Pada kesempatan ini, Kepala PLI secara khusus didaulat mengisi talkshow mewakili UINSA Surabaya untuk memaparkan terkait tata kelola jurnal serta pengenalan singkat Kampus UINSA Surabaya. Salah satu dari beberapa Editor In Chief Jurnal pada UINSA Surabaya tersebut tampil energik dan penuh semangat mengenalkan berbagai fasilitas dan produk akademik yang dimiliki UINSA Surabaya. Tak ketinggalan program-program internasional yang digagas dan atau diikuti civitas akademika UINSA Surabaya.

“Salah satu mimpi besar bapak Rektor dan para pimpinan UINSA saat ini adalah menjadikan UINSA sebagai PTKI pertama yang masuk 10 besar universitas Islam terbaik di Asia,” ujar Nabiela Naily. Lebih lanjut disampaikan Kepala PLI, bahwa di era kekinian perlu mendorong UINSA menjadi Islamic Sociopreneur University. Selain juga sebagai Writers University, Pro Poor University, Home for Indonesian Islam, Enterpreneur University, dan Engaged University.

“Kampus yang baik dan keren bukan dihitung dari berapa banyak mobil yang parkir di parkiran kampus. Tapi berapa banyak kampus bisa mendorong lahirnya sarjana-sarjana dari keluarga-keluarga pra sejahtera,” ujar Nabiela Naily mengutip salah satu ungkapan yang disampaikan Rektor UINSA Surabaya, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D.

Lebih lanjut terkait internasionalisasi, Kepala PLI menegaskan, bahwa jika lembaga mungkin memiliki keterbatasan untuk mengirim civitas akademika ke Luar Negeri maka setidaknya kampus harus mampu menciptakan suasana pembelajaran Luar Negeri atau Internasional. Tak ketinggalan, UINSA juga mendorong wacana-aksi nyata terkait moderasi beragama. (All/Humas)