Berita

TELITI IT CAPABILITIES DI TUJUH UIN UNGGULAN, DOSEN SI UINSA RAIH GELAR DOKTOR

UINSA Newsroom, Rabu (12/07/2023); Selasa, 11 Juli 2023, Dosen Prodi Sistem Informasi (SI) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya sukses mempertahankan disertasi berjudul: Pengaruh IT Capabilities Terhadap Organizational Performance Dengan Operational Capabilities dan Dynamic Capabilities Sebagai Variabel Mediasi Pada Universitas Islam Negeri di Indonesia.

Adalah Dr. Yusuf Amrozi, ST., M.MT., yang resmi dikukuhkan sebagai Doktor baru ke-74 dari Program Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga di hadapan 9 dewan penguji internal dan eksternal di FEB Unair.

Penelitian kuantitatif tersebut melibatkan 227 responden. Mulai rektor, wakil rektor, dekan, direktur pascasarjana, wakil dekan, wadir pascasarjana, kepala pusat IT, dan ketua program studi baik S1 sampai S3, serta prodi profesi.

Adapun sasaran penelitian disertasi tersebut adalah Universitas Islam Negeri (UIN) yang terakreditasi A atau Unggul. Antara lain: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Walisongo Semarang, UIN Sunan Kalijaga Yogjakarta, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan UIN Alauddin Makassar.

Menurut Dr. Yusuf, tema penelitian tentang Kapabilitas Teknologi Informasi (IT Capabilities), kemampuan proses bisnis internal organisasi (Operational Capabilities), dan kemampuan merespon perubahan eksternal perguruan tinggi (Dynamic Capabilities) khususnya di UIN masih belum ditemukan penelitian sebelumnya. Padahal hal tersebut penting untuk mengetahui bagaimana evaluasi ketiga faktor tersebut dalam meningkatkan kinerja perguruan tinggi.

Dijelaskan Dr. Yusuf, temuan penting penelitian tersebut adalah walaupun ketiga faktor tersebut menunjang kinerja perguruan tinggi secara positif dan signifikan, tetapi mayoritas responden memandang bahwa pengelolaan rutinitas internal seperti penanganan akademik, dan seterusnya dipandang paling penting.

Demikian halnya pemanfaatan IT lebih prioritas untuk menangani efektivitas dan efisiensi proses bisnis internal untuk pencapaian prestasi dan reputasi perguruan tinggi. Hal ini berbeda dengan kemampuan dalam merespon perubahan eksternal yang begitu cepat berubah, yang berdasarkan nilai path coefficient dari penelitian ini paling rendah. 

Oleh sebab itu, dalam naskah disertasinya, Dr. Yusuf memberi saran agar pimpinan UIN serta Kementerian Agama mendorong pentingnya dynamic capabilities untuk percepatan menuju perguruan tinggi yang bertaraf internasional (world class university).

“Program yang dapat diusulkan misalnya UIN memiliki sistem customer relationship management yang mapan, atau sistem informasi intelijen bisnis. Dengan demikian, hal ini dapat menjadi alat bantu pengambilan keputusan (decision support system) bagi pimpinan, agar adaptif dengan perubahan eksternal, serta menyusun inovasi apa dalam kerangka mengembangkan lembaga dari sisi internalnya,” ujar Dr. Yusuf.

Hadir sebagai Undangan Akademik pada acara ini Prof. Dr. H. Nursyam, M.Si., Rektor IAIN Sunan Ampel (sekarang UINSA) periode 2008-2012, yang juga pernah menjabat sebagai Sekjen dan Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Hadir pula Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UINSA Surabaya, Dr. A. Saepul Hamdani, M.Pd., serta sejumlah tamu undangan yang lain.

Prof. Nursyam dalam sambutannya menjelaskan, bahwa peran IT pada UIN memang sangat penting. Menurutnya, setidaknya ada 3 hal yang perlu diperhatikan dalam hal ini, yaitu; infrastruktur IT, kapasitas SDM penggunanya, serta pendanaan.

Oleh sebab itu, Prof. Nur Syam mendorong agar pemangku kepentingan terkait memperhatikan hal ini, khususnya menganggarkan/menginvestasikan pengembangan IT. “Jadi gedungnya harus bagus, tetapi sistem virtualnya harus juga bagus,” papar Guru Besar UINSA ini.

Prof. Nur Syam juga memberi apresiasi atas keberhasilan Dr. Yusuf Amrozi menyelesaikan gelar doktor ini, dan berpesan harus terus produktif menulis. Prof. Nur Syam mengutip peribahasa latin: verba volant scripta manent. “Kalau hanya ngomong doang, akan hilang. Tetapi kalau ditulis, akan abadi,” tukasnya.