Berita

Thufail Hilmi Daffa, Mahasiswa Semester 8 Program Studi Ilmu Al-Qur’an (IAT) UIN Sunan Ampel (UINSA) asal Sidoarjo, berhasil meraih juara 3 dalam ajang Kalam Ramadhan Festival (KARAFEST) yang diselenggarakan oleh Politeknik Nuklir Yogyakarta.

Ajang ini diselenggarakan di Yogyakarta setiap tahunnya di Bulan Ramadhan. KARAFEST, ajang perlombaan yang di dalamnya terdapat beberapa bidang lomba yang diselenggarakan seperti MSQ, Da’i atau Pidato, Fotografi, serta Kaligrafi. Setiap bidang yang dilombakan memiliki kriteria dan prosedur tersendiri. Untuk MSQ, Kaligrafi, dan Fotografi sitemnya dilakukan secara online untuk peserta seleksi, dan jika lolos ketahap final maka diharap untuk bisa hadir ke tempat langsung. Sedangkan untuk da’i dan pidato diharap untuk langsung hadir di tempat baik tahap seleksi maupun tahap final. 

Daffa berksempatan untuk menampilkan kemampuan yang ia miliki saat tampil dalam ajang pemilihan da’i di depan para juri dengan tema “Ramadhan.” Ia menjelaskan seputar tiga fadillah di bulan Ramadhan. Pertama, ammar Ramadhan fahuwa syahru yang artinya ibadah bulan Ramadhan adalah bulan untuk beribadah. Kedua, ammar Ramadhan fahuwa syahru tarbiyah, yang artinya bulan Ramadhan adalah bulan untuk belajar meningkatkan kualitas ibadah. Dan ketiga, ammar Ramadhan fahuwa syahru ukhuwah yang artinya bulan Ramadhan adalah bulan untuk menjaga tali silaturrahmi.

Dalam sesi wawancara via WhatsApp dengan penulis, Daffa mengungkap motivasi yang membuatnya tertarik mengikuti ajang pemilihan da’i ini. Baginya hal ini menjadi sebuah langkah baik untuk mensyiarkan agama Islam dan membuat kedua orang tuanya bangga. “Sebetulnya saya ikuti aja semua lomba yang berkaitan dengan da’i, yaa motivasinya satu niat untuk mensyiarkan agama Islam dan yang kedua ingin membahagiakan orangtua,” ujarnya.

Bagi Daffa, ajang ini tak hanya sekadar ajang perlombaan melainkan menjadi platform untuk menambah wawasan dan relasi, serta melatih soft skill  yang ia punya. 

Sebagai mahasiswa akhir semester 8 dimana ajang perlombaan ini bukan yang pertama kalinya diikuti, Daffa mengaku tidak menyangka bahwa ia mendapat kabar dari panitia menjadi salah satu juara dalam KARAFEST. “Alhamdulillah, ya soalnya agak nggak nyangka karena waktu penampilan udah ngerasa ngga dapet akhirnya balik ke kontrakan temen, dan saya tinggal tidur. Eh kebangun gara-gara spam telpon dari panitia dan dikabari kalau juara, jadi posisinya itu saya baru bangun tidur banget,” ungkapnya. 

Penampilan Thufail Hilmi Daffa dalam Ajang KARAFEST 2025
(Sumber : Dokumentasi Pribadi)

Meski demikian, Daffa terus berlatih demi mempersiapkan penampilan terbaikya. Sebagai mahasiswa akhir, ia berusaha membagi waktu antara mengerjakan tugas akhirnya sebagai mahasiswa dengan tetap mengembangkan skill yang ada pada dirinya. “Sebetulnya agak susah tapi alhamdulillah bisa, ya caranya kita harus pintar pintar mencari waktu kosong aja,” ungkapnya. Kegiatan akademik memanglah hal yang penting apalagi kebanyakan dapat menunjang karir kita. Namun, jangan lupakan bakat yang ada dalam diri kita dengan terus emngasahnya. “Intinya semua itu bisa jalan bareng ya karena niat dan tekad yang kuat dari dalam pribadi kita, soalnya motivasi tertinggi kan datang dari dalem diri kita sendiri,” tambahnya.

Selama lika-liku perjuangan sampai akhirnya lolos sebagai salah satu juara, Daffa mengaku lega karena mampu membuktikan bahwa dirinya bisa mengembangkan bakat yang ia punya, dan paling penting tidak menghambat tugas akhirnya. “Alhamdulillah senang sekali bisa menjadi juara dalam KARAFEST ini, yaa semoga bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa Uinsa khususnya mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat.”

Menurut Daffa, setiap dari diri kita punya bakat masing-masing yang sangat perlu untuk diasah. Juga penting dari kita untuk terus semangat dan jangan mengindahkan rasa malas dalam diri kita. “Pesan saya buat yang mau berprestasi juga, jangan malu untuk mencoba hal yang bau, cobalah keluar dari zona nyaman kalian dan terbanglah setinggi mungkin mumpung masih muda,” ungkap Daffa.

Dengan semangat motivasi yang kiat bertambah, Daffa berharap bisa terus mendakwahkan nilai dalam Islam dan dapat memotivasi masyarakat sekitar. “Ikuti aja semua lomba yang berkaitan dengan minat dan bakat kalian, dan harus sabar dalam berproses, maka Inshaallah kok hasilnya juga akan ngikut, karena rejekinya di mana kita kan nggak tahu,” tambah Daffa. 

Penulis: Nathasya Putri Aprilian
Editor: Khalimatu Nisa