Aida Hidayatul Mustafidah, Mahasiswa Semeter 4 Program Studi Ilmu Hadits (Ilha) UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) asal Lamongan, berhasil meraih Juara 3 dalam ajang lomba Da’i Ramadhan Islamic Competition (RIC) RDK 46 ITS yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Ajang ini digelar oleh RDK 46 Competition di Surabaya setiap tahunnya saat bulan Ramadhan. RIC, merupakan ajang tahunan dimana terdiri dari berbagai bidang lomba seperti Da’i, MSQ, MHQ, dan Karya Tulis Ilmiah. Kompetisi ini bertujuan untuk mencari bakat dari para peserta guna meningkatkan iman, memperkuat kebersamaan, dan menginspirasi kompetisi dalam hal kebaikan.
Aida berkesempatan menampilkan penampilan spektakulernya dengan tema “Ramadhan bulan Al-Qur’an”. Dalam penyampaiannya, Aida menjelaskan bahwa kita patut bersyukur masih dipertemukan kembali dengan bulan penuh berkah, di mana bulan Ramadhan merupakan Syahrul Qur’an atau bulan diturunkannya Al-Qur’an. Selain kita dianjurkan untuk melaksanakan ibadah puasa, kita perlu menata niat dalam beribadah baik dalam menjalankan sholat maktubah, ibadah tarawih, mengaji, qiyamul lail, kita juga harus fokus memperbanyak me time dengan Al-Qur’an supaya kita mendapat mendapat syafa’atnya dan barokah Al-Qur’an.
Dalam sesi wawancara via WhatsApp dengan penulis, Aida mengungkap bahwa motivasi yang membuatnya semangat hingga bisa meraih kejuaraan dalam Kompetisi RIC 2025. “Sebenarnya saya sudah lama sekali tidak ikut lomba Dai secara Offline, hal yang memotivasi saya adalah untuk meningkatkan semangat kompetisi, pengelaman, dan Syiar saya dalam berdakwah dengan bertemu dengan banyak peserta dari berbagai daerah secara offline,” ungkapnya.
Aida beranggapan bahwa ajang ini tak hanya sebatas ajang pemilihan Da’i, melainkan sebagai wadah memperluas wawasan pengetahuan, mengasah skill, dan memperluas jaringan relasi.
Sebagai mahasiswa semester tingkat tengah, di mana ini bukanlah ajang pertama yang diikuti, Aida mengaku senang dan sempat heran ketika dikabarkan lolos dalam final ajang RIC 2025 ini. “Perasaan saya saat lolos cukup puas dan heran luar biasa, syukur alhamdulillah itu rezeki dari Allah SWT. Teman-teman peserta yang lain memiliki penampilan yang bagus juga menurut saya, namun sejatinya kita hanya bersyiar dan menyambung silaturahmi antar sesama pendakwah. Bagi saya semua teman-teman saya adalah yang terbaik,” ujarnya dengan rasa syukur tak terhingga.

Suasana Perlombaan pada Ajang Ramadhan Islamic Competition RDK 46 ITS. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Aida terus melatih dan mengasah skill yang ia miliki demi menampilkan yang terbaik. Sebagai mahasiswa semester 4 yang di mana mata kuliah mulai spesifik terhadap jurusan, Aida tak patah semangat unutk terus belajar dan berlatih. Ia memiliki cara agar dapat membagi waktu antara kewajiban akademisnya dengan aktivitas non-akademisnya. “Bagi saya, dengan menyelesaikan dahulu persoalan yang menurut kita lebih penting, baru kita bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang lain. Karena jika kita tidak menentukan dari salah satunya, maka kita tidak akan menyelesaikan keduanya,” ungkapnya.
Tak hanya prestasi yang membuatnya lebih semangat di kemudian hari, adapun lika-liku yang dijadikannya pembelajaran dan motivasi semangat untuk berani mencoba hal-hal baru. Meski ia dihadapkan dengan dua pilihan yang menurutnya cukup berat, namun ia dapat memilih satu keputusan terbaik bagi dirinya. “Awal saat poster lomba tersebut di sebar saya sebenarnya tertarik untuk mengikuti dua lomba yaitu MTQ dan Dai, tapi karena beberapa peraturan dari pihak lomba, maka saya harus memilih salah satu cabang,” ujarnya.
Dengan rasa ikhlas dan lapang dada, Aida tetap mempersiapkan hal terbaik untuk penampilannya, meski dikejar deadline, “Nah, saat saya memutuskan cabang ini saya masih bimbang sampai saya baru yakin untuk memilih dai sehingga materi yang saya buat untuk dai hanya saya buat dalam waktu semalam,” ungkapnya dengan rasa lega. Meski sempat panik, namun ia tetap enjoy dalam melaksanakan kompetisi tersebut.
Bagi Aida, mengikuti kompetisi selain dapat menambah wawasan dan pengalaman baru, tetapi juga dapat menambah relasi dan belajar hal-hal baru. Selain itu berguna dalam melatih mental kita agar berani tampil di khalayak umum. “Ikut berkompetisi itu banyak senangnya, seneng ketemu banyak temen, lebih banyak pengalaman, dan bisa menambah keberanian dan mental kita dalam berdakwah,” ungkap Aida.
Dengan rasa semangat dan penuh percaya diri, Aida menyampaikan sebuah motivasi semangat untuk masyarakat, terkhusus yang remaja untuk terus semangat mencoba hal baru, dan harus yakin terhadap diri sendiri. Sebab Allah tidak akan mengubah takdir suatu kaum melainkan kaum tersebut yang mengubah terlebih dahulu nasibnya. “Buat temen-temen, jangan ragu dalam melangkah dan terus menerus mencoba, sebab Allah pasti akan menuntun kita kepada kesuksesan selagi kita masih mau dan semangat dalam berusaha, salam semangat buat semuanya,” tambah Aida.
Penulis: Nathasya Putri Aprilian
Editor: Khalimatu Nisa