Berita

TEKANKAN KESADARAN BERBANGSA DAN BERNEGARA, UINSA SAMBUT 4.816 MABA 2023

UINSA Newsroom, Selasa (15/08/2023); Dibuka dengan Rapat Senat Akademik, 4.816 Mahasiswa Baru (Maba) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya resmi disambut jajaran Senat Akademik pada Senin, 14 Agustus 2023. Digelar selama tiga hari hingga 16 Agustus 2023, kegiatan bertajuk Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UINSA Tahun 2023 ini mengusung tema, “Penguatan Moderasi Beragama dan Digitalisasi Kampus Untuk Mewujudkan Generasi Emas Indonesia.”

Digelar di dua lokasi, Kampu A. Yani dan Gunung Anyar, kegiatan PBAK hari pertama diisi dengan berbagai materi, khususnya penguatan moderasi beragama dan serta karakter kebangsaan. Diantara narasumber yang hadir dalam kesempatan ini Staf Khusus (Stafsus) Menteri Agama, Dr. H. Muhammad Nuruzzaman S.Ag., M.Si.; Pengasuh Pesantren Al-Mahrusiyah, Lirboyo, Kediri, KH. Reza Ahmad Zahid; dan AKBP Bahrun Nasikin, S.Ag., MA. Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Kapolda Jawa Timur.

Gus Reza-panggilan akrab KH. Reza Ahmad Zahid, dalam paparannya menjelaskan terkait tiga kriteria manusia berilmu atau berakal. Yakni Arifun bi zamanih, peka terhadap perkembangan zaman; Al arif bi hali ummatih, peka terhadap perkembangan sosial kemasyarakatan; serta Arifan bi robbih, mengetahui syariat Allah sebagaimana yang diajarkan Rasulullah.

“Saya yakin, kalian disini di UIN Sunan Ampel Surabaya InsyaAllah kalian akan masuk dalam kategori orang yang berakal yang memiliki tiga kategori tersebut,” ujar Gus Reza optimis.

Gus Reza juga berdoa, agar para Maba dan Mahasiswa UINSA akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT. Gus Reza mengingatkan, bahwa mendaftar kuliah di UINSA berarti para mahasiswa telah berkomitmen untuk beribadah. Karena salah satu jenis ibadah adalah menuntut ilmu. “Ibadah paling panjang di dunia ini adalah ibadah mencari ilmu,” imbuh Gus Reza.

Sebagaimana hadits yang menjelaskan, ‘Carilah ilmu dari ayunan sampai liang lahat.’ Belajar pun sebagaimana ibadah memiliki syarat dan rukun, bahkan perkara yang membatalkan. “Kalian ketika belajar, tholabul ilmi seperti ini lakukan syarat dan rukunnya. Lakukanlah tholabul ilmi ini karena Allah. Lakukanlah tholabul ilmi ini karena untuk menghilangkan kebodohan. Lakukanlah ibadah tholabul ilmi yang semacam ini untuk mendapatkan ridlo Allah,” terang Gus Reza.

Beberapa hal yang menurut Gus Reza, membatalkan pahala tholabul ilmi adalah menyia-nyiakan waktu untuk berfoya-foya, maksiat. “Sekarang Alhamdulillah, kalian berada pada tempat yang InsyaAllah tepat. Di tempat yang InsyaAllah diridhoi oleh Allah SWT., diridhoi guru-guru, diridhoi para masyayikh,” ujar Gus Reza.

Dalam kesempatan ini Gus Reza secara khusus menyampaikan materi terkait, ‘Ber-Islam di Era Digital sebagai Pondasi Generasi Emas.’ Gus Reza mengingatkan, bahwa digitalisasi hanya alat yang jangan membuat kita diperalat.

Materi selanjutnya juga disampaikan Dr. Nuruzzaman tentang Penguatan Moderasi Beragama di lingkungan Perguruan Tinggi. Dilanjutkan dengan Penuatan Spirit dan Karakter Kebangsaan bagi Generasi Emas, dari Perwakilan Kapolda Jawa Timur. (All/Humas)