Berita

REDAKTUR JAWA POS TEBARKAN MOTIVASI DI ORIENTASI KEPRODIAN DEMI BANGKITKAN DAYA JUANG MAHASISWA

Gunung Anyar, Sidoarjo – (16/03/2023) Bertajuk “Membangkitkan Daya Juang Mahasiswa”, Orientasi Keprodian dengan audiens mahasiswa semester 6 telah dilaksanakan pada 16 Maret 2023. Berlokasi di auditorium FPK Kampus II, Orientasi Keprodian Dosen dan Mahasiswa ini dimulai pukul 13.50 dengan dimoderatori Rizma Fithri, S.Psi, M.Si. Dibuka oleh Dr. Suryani, S.Ag, S.Psi, M.Si selaku Wakil Dekan I yang mengenalkan Direktur Radar Jawa Pos Kediri kepada mahasiswa FPK semester 6.

Sang pembicara, Kurniawan Muhammad, M.Si, menceritakan pengalamannya pada 2006, dimana beliau ingin bertugas di Amerika dengan berbagai persyaratan dan seleksi seluruh Indonesia. Walau sempat berkecil hati, sang bos meyakinkan beliau untuk mendaftarkan diri. Dengan dibekali doa, beliau menjadi satu-satunya peserta yang lolos dari Indonesia. “Tidak ada yang mustahil.” Ujar beliau di akhir cerita, menginspirasi para audiens yang hadir.

Dalam ceramahnya, tak jarang beliau mengangkat ayat-ayat Al-Qur’an. Menurut beliau, inspirasi tak perlu dicari terlalu jauh karena segalanya ada di dalam Al-Qur’an. Siti Hajar yang ditinggal suaminya di Mekkah yang terik bersama Ismail, memiliki growth mindset dengan berusaha mencari air di bukit Shafa dan Marwah. Dengan Ridho Allah, mereka pun mendapatkan air. “Karena itu, effort itu penting.”

Dengan melihat teori Abraham Maslow, beliau menjelaskan bahwa tujuan akhir manusia dalam menata hidup adalah sukses dunia sukses akhirat, dan Islam mempunyai doanya yakni doa Sapu Jagat. Menurut Kurniawan, menata hidup akan terus ada tingkatannya. Dilanjut dengan siklus kedua, yaitu memaknai hidup. Sebagaimana hadist Rasulullaah, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain. Terakhir, yakni menyelamatkan hidup, dimana orang akan dimatikan sesuai dengan kebiasaannya, sehingga baiknya kita melakukan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

“Pecundang mati berkali-kali karena dia gampang menyerah. Kalau pemenang matinya sekali, selama kaki masih bisa berlari, tidak ada kata gagal.” Kurang lebih seperti itulah tukas beliau di pertengahan materi yang dipaparkan.

Membangun komunikasi dua arah, Kurniawan kemudian membagikan kertas kepada para audiensi guna melakukan self-assesment. Didasarkan pada 12 poin ketangguhan, yang terdiri dari; ketahanan fisik, emosi, otak, rasa sakit, sosial, kompleksitas, mengelola event besar, kolaborasi besar, spiritual, memberi kebaikan, melayani mencintai, dan merelakan memaafkan, dengan skala 1-5. Setelah dilakukan review, dapat dilihat bahwa para mahasiswa menilai diri mereka memiliki ketahanan diri yang tinggi, dimana beberapa dari mereka memiliki poin 51. Di penghujung kegiatan, beliau berharap para mahasiswa membuat resolusi agar menjadi lebih baik dari sebelumnya. (AYD)