Berita

Pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 31 Juli hingga 1 Agustus 2024, Program Studi Matematika Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) mengadakan rapat kurikulum. Rapat ini dihadiri oleh seluruh dosen Prodi Matematika serta beberapa pemangku kepentingan lainnya.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh Ketua Prodi Matematika, Yuniar Farida, MT. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapannya terkait pengembangan kurikulum yang lebih adaptif dan sesuai dengan perkembangan zaman. Beliau menekankan pentingnya menyiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademis, tetapi juga mampu bersaing di dunia kerja dan berkontribusi dalam masyarakat.

Agenda rapat pada hari pertama fokus pada analisis konteks dan profil lulusan. Peserta rapat melakukan diskusi mendalam mengenai profil lulusan yang diharapkan serta capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang harus dicapai. Diskusi ini bertujuan untuk memastikan kurikulum yang dirancang mampu mencetak lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Rapat berlanjut dengan pembahasan sebaran mata kuliah dan skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Dalam sesi ini, disepakati skema MBKM yang memungkinkan mahasiswa untuk mengambil mata kuliah di luar program studi mereka dan mengikuti program magang di berbagai instansi. Selain itu, dibahas pula capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK) yang harus dicapai dalam setiap mata kuliah yang ada di kurikulum.

Pada hari kedua rapat, dilakukan sosialisasi template Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE). Sosialisasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh dosen memahami konsep dan implementasi OBE, sehingga mereka mampu menyusun RPS yang sesuai dengan pendekatan tersebut. Outcome-Based Education menekankan pada pencapaian hasil belajar yang spesifik dan terukur, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih terarah dan efektif.

Dalam sosialisasi tersebut, para dosen diajak untuk mendalami berbagai aspek penyusunan RPS, mulai dari merumuskan tujuan pembelajaran yang jelas, mengembangkan metode pengajaran yang relevan, hingga menyusun evaluasi yang dapat mengukur capaian pembelajaran secara objektif. Dengan penerapan OBE, diharapkan pembelajaran tidak hanya fokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada pengembangan keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan di dunia nyata. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan Prodi Matematika UINSA, sehingga mereka siap bersaing dan berkontribusi secara signifikan dalam masyarakat dan industri.

Selain membahas OBE dan MBKM, rapat kurikulum ini juga menyoroti pentingnya implementasi konsep Integrated Twin Towers dalam pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, yang menjadi bagian dari standar mutu di UINSA. Berdasarkan hasil Audit Mutu Internal (AMI) yang dilakukan pada 6 Oktober 2023, ditemukan bahwa integrasi nilai-nilai keislaman dalam RPS masih belum optimal. Salah satu temuan utama adalah kurangnya pencantuman dasar ayat Al-Qur’an dan Hadis dalam RPS, serta kesulitan dosen dalam mengontekstualisasikan ayat-ayat tersebut dalam kegiatan pengabdian masyarakat.

Sebagai tindak lanjut dari hasil AMI, dalam rapat ini disepakati bahwa setiap RPS harus dikonsultasikan kepada dosen yang memiliki latar belakang Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk memastikan integrasi nilai keislaman yang lebih baik. Selain itu, akan dilakukan pelatihan dan pendampingan bagi dosen untuk membantu mereka dalam mengimplementasikan konsep Integrated Twin Towers dalam setiap aspek tridharma perguruan tinggi. Langkah ini bertujuan agar pembelajaran matematika tidak hanya berbasis pada keilmuan eksakta, tetapi juga memperkaya pemahaman mahasiswa dengan nilai-nilai spiritual dan etika Islam.

Selain aspek pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat juga akan diperkuat dengan integrasi nilai-nilai keislaman. Dalam bidang penelitian, dosen didorong untuk mengembangkan riset yang mengaitkan konsep matematika dengan nilai-nilai Islam, baik dalam teori maupun aplikasinya dalam kehidupan masyarakat. Sementara itu, dalam pengabdian masyarakat, akan disusun strategi agar dosen dan mahasiswa lebih mampu mengaitkan tema-tema pengabdian dengan perspektif Islam secara lebih konkret.

Rapat ini diharapkan dapat menghasilkan kurikulum yang lebih relevan dan responsif terhadap dinamika kebutuhan industri dan masyarakat. Dengan kurikulum yang didesain secara komprehensif dan berbasis analisis konteks, lulusan Prodi Matematika UINSA diharapkan memiliki kompetensi yang unggul dalam bidang matematika, serta keterampilan tambahan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan tren global.

Lebih dari sekadar penguasaan teori, kurikulum baru ini juga menekankan pada pengembangan keterampilan praktis, soft skills, dan kemampuan berpikir kritis. Dengan demikian, lulusan tidak hanya siap untuk menghadapi tantangan di dunia akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dan berinovasi dalam berbagai sektor pekerjaan. Selain itu, implementasi skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas dan kontekstual, seperti magang, proyek penelitian, dan kegiatan pengabdian masyarakat.

Secara keseluruhan, rapat ini bertujuan untuk memastikan bahwa Prodi Matematika UINSA terus berinovasi dalam penyelenggaraan pendidikan, sehingga dapat mencetak lulusan yang kompetitif, berdaya saing tinggi, dan siap berkontribusi secara positif di tingkat nasional maupun internasional. Dengan kurikulum yang relevan dan berorientasi pada hasil, lulusan Prodi Matematika UINSA akan memiliki keunggulan dalam menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.