
Lp2m report, 27 Februari 2025
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar Ijazah Sanad Keilmuan Transmisi Sanad Keilmuan Mahasantri UIN Sunan Ampel Surabaya. Kegiatan ini berlangsung di Aula Utama Masjid Ulul Albab UINSA, Kamis (2/27/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UINSA Surabaya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Kepala Ma’had Al-Jami’ah, Dosen Muallim Muallimat Ta’lim, serta para Mahasantri UINSA Surabaya.

Dalam kesempatan ini, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Dr. K.H Miftah Faqih mengijazahkan amalan-amalan bagi para mahasantri yang sedang menuntut ilmu di UINSA Surabaya. Beliau mengijazahkan kepada para mahasantri untuk mengkaji kitab Washoya Al-Aba Lil Abna. Kitab tersebut berisi tentang nasehat-nasehat dari orang tua kepada anak. Kiai Miftah menyebut, kitab Washoya Al-Aba Lil Abna memang ukurannya kecil, namun memiliki makna luar biasa. Kitab itu sangat relevan untuk membangun karakter mahasiswa.
Selanjutnya, alumni Pondok Pesantren Qomaruddin itu menyampaikan ijazah yang diperoleh dari Syeikh Fadhil, cicit dari Syeikh Abdul Qodir Jailani, yakni amalan membaca basmalah sebanyak 768 kali. Alangkah baiknya jika basmalah itu dilantunkan dalam sekali duduk. Apabila kita tidak mampu membaca basmalah sejumlah 768, maka hanya cukup 41 kali.
Kiai Miftah juga memberi ijazah agar para mahasantri rutin melakukan salat lima waktu secara berjama’ah. ‘’Siapa pun yang melaksanakan salat jamaah selama 40 hari tanpa putus, maka hajatnya diterima. Hal ini dapat melatih agar istiqomah serta apa yang kita lakukan menjadi barokah,’’ ungkap beliau.
Kiai Miftah tak lupa memberikan wejangan kepada para mahasantri UINSA Surabaya agar serius dalam menuntut ilmu dan riyadhoh. Sebab keberhasilan tanpa usaha serius dan riyadhoh adalah impian yang kosong.

Salah satu mahasantri, Nazifah Putri, mengungkapkan kebahagiannya karena memperoleh ijazah dari Ketua PBNU. ‘’Sebagai mahasantri, saya sangat senang jika berjumpa langsung dengan para ulama, seperti Ketua PBNU. Saya dapat ngalap barokah. Apalagi saya diberi ijazah. Saya terima ijazah tersebut dan Insya Allah bermanfaat,’’ ucapnya.(Laili)