Berita

Lp2m report, Jumat, 28 Februari 2025.

UINSA Surabaya melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) sukses menggelar Launching Pusat Pengembangan Kemandirian Pesantren. Kegiatan launching ini diiringi Seminar pesantren. Kegiatan berpusat di Ampitheather lantai 3 Tower Teungku Ismail Ya’kub, Kamis (1/2/2025). Hadir dalam kegiatan ini Rektor UINSA Surabaya, Ketua Senat Universitas, Kepala LP2M, Sekretaris LP2M, Koordinator Pusat Pengembangan Kemandirian Pesantren, Dekan, Wakil Dekan, Kepala Biro, Ketua Lembaga, Kepala UPT, Kepala SPI, Pimpinan UINSA Surabaya, Ketua PBNU, serta perwakilan pesantren di Jawa Timur.


Kegiatan dibuka secara ceremonial dengan pembacaan Al-Fatihah, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ahmad Luthfi, M. H. I. juga menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UINSA Surabaya. Selanjutnya, sambutan dan Launching Pusat Pengembangan Kemandirian Pesantren oleh Rektor UINSA Surabaya.


Dalam sambutannya, Rektor UINSA Surabaya, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D. menyebut, perkembangan UINSA Surabaya tidak terlepaskan dari peran pesantren. Diketahui, berdirinya UINSA Surabaya merupakan inisiasi dari para ulama pesantren. ‘’Jangan pernah membayangkan UINSA ini ada, jika tidak ada kiai sepuh pesantren yang jauh-jauh dari seluruh Jawa Timur untuk membeli tanah di Wonocolo. Lalu, mereka mewakafkan tanah tersebut kepada negara agar dibangun sebuah kampus untuk para alumni pesantren. Ada Al-Mukarrom K.H Mahrus Ali dari Lirboyo. Ada K.H Syarifudin Zuhri, dan sejumlah kiai lain yang namanya tidak boleh disebutkan,’’ ujar Rektor.


Prof. Muzakki menegaskan bahwa kini saatnya UINSA Surabaya memikirkan kembali untuk berkhidmat dan memperkuat khidmatnya bagi pesantren, para kyai, dan santri. Usai sambutan, Rektor UINSA Surabaya menyerahkan SK kepada Koordinator Pusat Pengembangan Kemandirian Pesantren, K.H Dr. Mohammad Isfironi, M. H. I.. Kegiatan ditutup dengan do’a dan menyanyikan lagu Bagimu Negeri.
Setelah launcing, diselenggarakan Seminar Transmisi Sanad Keilmuan Pesantren dalam Integrasi Model Twin Towers: Sinergi Tradisi dan Akademisi dalam Pengembangan Keilmuan di Indonesia. Materi seminar ini disampaikan oleh dua narasumber, yakni Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Dr. K.H Miftah Faqih dan Koordinator Pusat Pengembangan Kemandirian Pesantren, Dr. K.H Mohammad Isfironi, M. H. I


K.H Miftah Faqih menegaskan tentang pentingnya sanad bagi umat Islam yang sedang menuntut ilmu ‘’Sanad itu pedang bagi umat Islam. Orang yang memilliki sanad ibarat pergi berperang tanpa musuh. Oleh karena itu, jangan sampai mahasiswa UINSA Surabaya sanadnya munkothi’, tetapi harus jelas,’’ ujar beliau.


Kiai Faqih juga memberikan tips kepada civitas akademika untuk menjadi intelektual yang sufistik yakni: Pertama, mengetahui apa yang kita tekuni. Kedua, menata niat tabarrukan kepada muassis Al-Jami’ah. Ketiga, mencegah kemungkaran dengan tidak memberikan ruang kepada iblis. Keempat, mempublikasikan apa yang telah dimiliki.


Lebih lanjut, Ketua PBNU itu megingatkan kepada civitas akademika UINSA Surabaya agar sadar terhadap almamater. ‘’Jenengan merupakan marketing UINSA Surabaya dan para kiai. Sudah saatnya jenengan berkhidmat dan menindak lanjuti apa yang belum dilanjutkan para kiai,’’ kata beliau.


Sementara itu, narasumber kedua, Dr. K.H Mohammad Isfironi, M. H. I. mengatakan bahwa berbicara tentang pesantren berarti berbicara tentang masa depan. Beliau menyoroti mengenai kemandirian pondok pesantren. Dengan adanya kegiatan ini, menandakan bahwa UINSA Surabaya berkomitmen secara penuh dalam memperkuat ruh dan tradisi pesantren di lingkungan kampus. (NLH)