Berita

UINSA Newsroom, Kamis (24/08/2023); Dalam upaya menurunkan angka stunting di Desa Wilangan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, kelompok 22 KKN UINSA mengadakan program penyuluhan dengan judul “Sosialisasi Pembuatan MPASI Berbasis B2SA.” Kegiatan dilaksanakan pada 15 Agustus 2023.

Alasan diangkatnya topik tersebut karena pola makan menjadi masalah utama yang menyebabkan tingginya angka stunting di Desa Wilangan. Pola makan tersebut disebabkan oleh orangtua yang kurang sadar akan pentingnya pola makan yang sehat dan kondisi ekonomi yang kurang memadai, sehingga orientasi makanan bukan pada kesehatan.

Kelompok 22 KKN UINSA menggandeng banyak pihak dalam rangka menyukseskan acara sosialisasi tersebut. Meliputi Dinas Kesehatan Nganjuk, Dinas Sosial Nganjuk, Posyandu Desa Wilangan, Tim Pendamping Keluarga Desa Wilangan, dan BebiCare bubur organik bayi cabang Nganjuk.

Banyaknya pihak yang digandeng dalam acara sosialisasi tersebut menunjukkan, bahwa masalah stunting merupakan masalah antar sektor yang memerlukan banyak pihak untuk menyelesaikannya. Dinas Kesehatan dibutuhkan karena masalah stunting didasari kurangnya pengetahuan orangtua akan pentingnya pola makan yang sehat bagi anak.

Dinas Sosial dibutuhkan karena stunting juga didasari masalah ekonomi sehingga orang tua tidak cukup mampu untuk menyajikan pola makan yang sehat bagi anak. Kemudian posyandu dan Tim Pendamping Keluarga selaku pihak yang sudah lebih dulu menangani masalah stunting di Desa Wilangan dibutuhkan untuk dapat mendorong para orang tua agar lebih memperhatikan pola makan anak mereka.

Kelompok 22 KKN UINSA juga mengadakan demo masak untuk mengedukasi orangtua bahwa MPASI juga diperlukan agar tumbuh kembang anak lebih optimal. Selain itu juga untuk memberikan pemahaman bahwa menu makanan yang enak dan sehat tidak harus selalu mahal. Terdapat banyak jenis variasi menu makanan untuk anak yang dibuat dengan rasa yang lezat dan alami dari bahan makanan itu sendiri.

“Untuk menunjang hal tersebut, Kelompok 22 KKN UINSA menggandeng BebiCare yang selain sudah bersertifikat halal MUI dan berakreditasi A juga sudah pasti aman dikonsumsi untuk anak,” ujar perwakilan Tim KKN 22 UINSA, Yusya Giri Pangestu.

Penulis: Tim KKN 22 UINSA
Redaktur: Nur Hayati