Berita

2

GUS REZA: UINSA ADALAH TEMPAT MENDIDIK GENERASI MODERAT

UINSA Newsroom, Jumat (02/09/2022); Kemeriahan opening ceremony Kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Tahun Akademik 2022/2023, dibuka bersama lantunan lagu dari Rektor dan Wakil Rektor UINSA Surabaya. Menutup agenda hari pertama PBAK 2022, khususnya yang digelar di Kampus Gunung Anyar Surabaya adalah Pengajian Akbar bersama Gus Reza Ahmad Zahid, Pengasuh Pondok Pesantren Al Mahrusyiah Lirboyo, Kediri.

Kegiatan PBAK 2022 UINSA Surabaya digelar selama tiga hari, Kamis-Sabtu, 1-3 September 2022. Pembukaan sekaligus kegiatan PBAK 2022 pun digelar di dua lokasi, yakni pada Kampus A. Yani dan Gunung Anyar Surabaya.

Rektor UINSA Surabaya, dalam prakata pengantar sebelum mempersilahkan Gus Reza menyampaikan tausiyah memperkenalkan bahwa Cucu dari KH. Mahrus Ali tersebut juga merupakan Rektor IAI Tri Bakti Kediri. KH. Mahrus Ali sendiri, juga merupakan salah satu tokoh yang mewakafkan tanah yang kini ditempati UINSA Kampus A. Yani Surabaya.

“Salah satu diantara nama gedung yang kita usulkan menjadi nama gedung yang ada di kampus UIN Sunan Ampel Surabaya itu, kakek beliau, Almukarram Kyai Mahrus,” ujar Prof. Muzakki. 

Dalam tausiyahnya, Gus Reza menyoroti terkait bahaya radikalisme di perguruan tinggi. Perbedaan, menurut Gus Reza, merupakan sesuatu hal yang kodrati. Adanya perbedaan pun dinilai justru menjadikan nikmatnya persatuan.

Gus Reza juga menceritakan terkait asal mula penciptaan Nabi Adam dari ragam tanah liat sebagaimana dijelaskan dalam Kitab Daqaiqul Akhbar karangan Imam Abdurrahim bin Ahmad Al-Qadhi. Salah satunya, bahwa Allah SWT menciptakan Kepala Nabi Adam AS dari tanah Ka’bah. “Hikmah yang terkandung didalamnya, bahwa apapun permasalahan yang ada di otak kita, akan tetapi kiblatnya jangan sampai bergeser,” terang Gus Reza.

Dada Nabi Adam, lanjut Gus Reza, tercipta dari tanah seluruh penjuru dunia. Sehingga siapapun yang mengaku sebagai Keturunan Nabi Adam haruslah memiliki dada yang lapang dan bersedia menerima perbedaan. “Perbedaan yang kita miliki ini sebenarnya adalah satu potensi untuk membuat suasana lingkungan kita menjadi indah,” ujar Gus Reza. Seperti halnya pelangi yang indah karena memiliki aneka warna.

UINSA Surabaya pun, dinilai Gus Reza merupakan tempat untuk ‘menggodok’ mahasiswa menjadi pribadi yang moderat. “Kalian harus percaya, bahwa disinilah nanti kalian akan menjadi bagian dari ummatan wasatha,” seru Gus Reza. (All/Humas)