Berita

Trenggalek, 26-27 Februari 2025 – Program Studi Ekonomi Syariah UIN Sunan Ampel Surabaya sukses menyelenggarakan kegiatan “Pengembangan Kompetensi Social Entrepreneurship” dengan tema Green Sociopreneurship di Agroeduwisata Dillem Wilis, Trenggalek, Jawa Timur. Acara yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam bidang kewirausahaan sosial berbasis lingkungan, serta memberikan pengalaman langsung mengenai penerapan konsep Green Sociopreneurship dalam dunia nyata. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami bagaimana kewirausahaan dapat dikombinasikan dengan prinsip keberlanjutan lingkungan, sehingga menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang positif bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Sasti Wulandari, MA, yang menjabat sebagai Kepala Bidang Perkebunan, serta dipandu oleh moderator Ana Toni Roby Candra Yudha, M.SEI, dosen FEBI UIN Sunan Ampel Surabaya. Turut hadir dalam acara ini perwakilan dari pemerintah daerah, akademisi, serta mahasiswa yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, peserta mendapatkan wawasan mendalam tentang praktik-praktik Green Sociopreneurship yang telah diterapkan di berbagai sektor, serta peluang dan tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan usaha berbasis lingkungan.

Hari Pertama dimulai Pembukaan dan Pengenalan Green Sociopreneurship

Kegiatan dimulai pada Selasa, 25 Februari 2025, dengan keberangkatan peserta dari Surabaya menuju Trenggalek. Perjalanan ini menjadi awal yang penuh semangat bagi para peserta, karena selain bertujuan untuk menambah ilmu, mereka juga akan mendapatkan pengalaman langsung di lapangan. Setelah menempuh perjalanan panjang, peserta beristirahat sejenak di Masjid Agung Trenggalek untuk melaksanakan ibadah serta menyegarkan diri sebelum melanjutkan perjalanan ke UPT Dillem Wilis. Peserta akhirnya tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB, di mana mereka langsung disambut dengan suasana asri dan hijau khas kawasan agroeduwisata.

Setelah makan siang, acara pembukaan dilaksanakan di Aula Wisma Tani. Rangkaian pembukaan meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UINSA, serta sambutan dari Ketua Program Studi Ekonomi Syariah UINSA Dr. Lilik Rahmawati, M.E.I., Camat Bendungan, dan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan. Setiap sambutan yang disampaikan menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam mengembangkan usaha berbasis lingkungan, serta sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Acara pembukaan ditutup dengan doa serta menyanyikan lagu “Bagimu Negeri,” sebagai simbol semangat kebangsaan dan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

Materi pertama bertema “Profil dan Potensi UPT Dillem Wilis serta Green Sociopreneurship” disampaikan oleh Sasti Wulandari, MA. Dalam sesi ini, beliau memaparkan potensi besar yang dimiliki kawasan ini, termasuk keberadaan Arboretum Bambu sebagai aset lingkungan dan ekonomi. Sejarah kawasan Dillem Wilis menjadi pembahasan awal, di mana wilayah ini awalnya dikembangkan sebagai pusat penelitian dan konservasi tanaman lokal. Seiring berjalannya waktu, kawasan ini berkembang menjadi pusat pendidikan dan ekowisata, yang menawarkan berbagai potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.

Selain itu, sumber daya alam yang tersedia di kawasan ini juga dibahas secara mendalam. Keanekaragaman flora dan fauna di Dillem Wilis menjadikannya kawasan yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai pusat ekowisata dan edukasi lingkungan. Potensi lahan yang dimiliki juga sangat besar, dengan tanah yang subur dan cocok untuk berbagai jenis tanaman perkebunan dan hortikultura, seperti kopi, cengkeh, dan berbagai tanaman obat. Fasilitas yang tersedia di kawasan ini meliputi area penelitian, kebun percobaan, peternakan sapi perah, serta infrastruktur pendukung seperti wisma tani dan kafetaria. Tata kelola pemanfaatan lahan juga menjadi topik utama yang dibahas, mencakup bagaimana lahan dikelola secara berkelanjutan dengan menerapkan prinsip agroforestri, sistem pertanian organik, serta pendekatan berbasis komunitas untuk memastikan keberlanjutan sumber daya yang ada.

Setelah sesi materi yang penuh wawasan, peserta melanjutkan agenda malam dengan bersih diri, sholat, dan menikmati suasana kebersamaan dalam acara api unggun yang diorganisir oleh HIMA Prodi Ekonomi Syariah. Acara ini menjadi ajang refleksi dan diskusi santai bagi para peserta, di mana mereka dapat berbagi pandangan dan pengalaman mengenai materi yang telah mereka pelajari sepanjang hari.

Hari Kedua: Aksi Nyata dalam Green Sociopreneurship

Rabu, 26 Februari 2025, kegiatan dimulai sejak dini hari dengan sholat subuh, bersih diri, dan sarapan pagi. Pada pukul 08.00 WIB, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan memberikan sambutan sekaligus menandatangani perjanjian kerja sama dengan pihak UIN Sunan Ampel Surabaya. Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam upaya pengembangan Green Sociopreneurship, karena membuka peluang bagi mahasiswa untuk berkontribusi lebih luas dalam penelitian dan pengembangan usaha berbasis lingkungan.

Sebagai wujud nyata dari semangat Green Sociopreneurship, seluruh peserta melaksanakan gerakan tanam pohon bibit kopi secara simbolis yang melibatkan mahasiswa, dosen, dan unsur Forkopimcam. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya reforestasi dan pemanfaatan lahan secara berkelanjutan. Selain itu, inisiatif ini juga mencerminkan komitmen mahasiswa dalam menjaga lingkungan dan mengembangkan usaha berbasis sumber daya alam yang lestari.

Setelah itu, peserta dibagi ke dalam lima kelompok untuk mengikuti Studi Potensi Kawasan Dillem Wilis. Setiap kelompok mengunjungi pos-pos studi yang meliputi pengolahan minyak atsiri, peternakan sapi perah, perkebunan dan hortikultura, Arboretum Bambu, serta sejarah UPT Dillem dan kafetaria. Kegiatan ini memberikan wawasan mendalam mengenai praktik usaha berkelanjutan yang berbasis lingkungan, serta bagaimana pengelolaan sumber daya lokal dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Setelah sesi studi, peserta berkumpul kembali di Aula Wisma Tani untuk makan siang dan penutupan kegiatan. Pada pukul 13.00 WIB, rombongan kembali ke Surabaya dengan singgah terlebih dahulu untuk sholat dhuhur di Masjid Agung Trenggalek atau Tulungagung sebelum melanjutkan perjalanan.Kegiatan “Pengembangan Kompetensi Social Entrepreneurship” ini berhasil memberikan wawasan dan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menerapkan konsep Green Sociopreneurship. Dengan adanya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan praktisi, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam mencetak wirausahawan sosial yang peduli terhadap lingkungan dan berkontribusi bagi pembangunan berkelanjutan. Keberlanjutan program seperti ini akan sangat bermanfaat dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki jiwa wirausaha, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan kesejahteraan sosial. Dengan semangat yang telah ditanamkan dalam kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat terus mengembangkan dan mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. [mij]