Berita

UIN Sunan Ampel Surabaya mulai mengimplementasikan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di semester genap tahun akademik 2023/2024 ini. Program ini resmi diluncurkan melalui kick-off pada Rabu (7/2) di Gedung Amphiteater Kampus Gunung Anyar UIN Sunan Ampel Surabaya. Acara tersebut dibuka secara langsung oleh Prof. Akh. Muzzaki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D selaku Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya.

MBKM adalah program revolusioner dalam pendidikan tinggi di Indonesia yang mengusung konsep kebebasan bagi mahasiswa untuk mengatur kurikulum studi mereka sendiri. Dengan MBKM, mahasiswa memiliki otonomi yang lebih besar dalam memilih mata kuliah, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, dan terlibat dalam proyek riset sesuai dengan minat dan aspirasi mereka.

Satu bulan telah berlalu sejak pelaksanaan kick-off MBKM UIN Sunan Ampel Surabaya. Para mahasiswa yang ikut program itu telah tersebar di berbagai instansi lokal maupun lintas daerah dalam skema yang cukup beragam. Salah satunya seperti magang di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur, yang diikuti oleh sejumlah mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UINSA.

FUF mengirimkan mahasiswanya untuk ditugaskan di Kanwil Kemenag sebanyak 23 mahasiswa yang berasal dari prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), dan Studi Agama-Agama (SAA). Tiga  diantaranya adalah Muhammad Royhan Izzul Fiq (IAT), Ahmad Mukafi (IAT) dan Ismi Malika Mufti (SAA).

Mahasiswa FUF yang bertugas di Kanwil Kemenag Jawa Timur ditempatkan di beberapa bidang, di antaranya:

  1. Penerangan Agama Islam (Penaiszawa)
  2. Urusan Agama Islam (Urais)
  3. Pembina Kristen, Hindhu, Budha, Katolik
  4. Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)
  5. Kabag TU
  6. Subbag Umum

Kegiatan MBKM di Kanwil Kemenag Jawa Timur. (Sumber: dokumen pribadi)

Royhan atau biasa dipanggil Roy mengatakan, “Saya di sana ditugaskan untuk mencatat laporan atau surat yang masuk yang telah didisposisi oleh Kabag TU. Setelah itu kita salurkan kepada pimpinan-pimpinan yang ada di bawah Kabag TU. Misal ada surat untuk kepegawaian, setelah didisposisi nanti kita didistribusikan ke kepegawaian,” ujarnya.

Beralih kepada mahasiswa yang bertugas di bidang Penaiszawa, Ismi Malika Mufti atau yang dikenal dengan Ismi mengatakan, “Saya ditugaskan tidak hanya input data, akan tetapi kita juga bertugas untuk mengecek data yang masuk. Jadi kita yang ditempatkan di Kanwil tugasnya hanya monitoring saja. Beda dengan teman-teman yang di tempatkan di daerah kabupaten atau kota,” ujarnya.

Sasaran atau konsumen yang akan dihadapi oleh mahasiswa MBKM adalah instansi atau lembaga yang mengirimkan surat kepada Kanwil Kemenag Jawa Timur yang kemudian akan didistribusikan kembali. Roy mengatakan, “Ada sedikit tantangan ketika bertugas, Contohnya seperti kesalahan dalam penulisan atau peng-input-an surat,” ucapnya.

Kegiatan MBKM memberikan banyak dampak positif. Di antaranya, mengembangkan potensi diri secara maksimal, menjelajahi berbagai bidang studi, serta menyesuaikan pengalaman belajar dengan kebutuhan dan tujuan karir individu.

Seperti yang telah dialami oleh Roy, Kafi, dan Ismi, mereka di sana banyak sekali mendapatkan pengalaman baru. Seperti mendapat soft skill baru, mengetahui dunia atau lingkungan kerja, mengerti cara meng-input surat atau data dan mengetahui alur pengiriman surat kepada Kanwil Kemenag yang ada di Jawa Timur. Tidak hanya itu, mereka juga telah memberikan dedikasasi berupa tenaga kerja, waktu dan pikiran.

Antusiasme mahasiswa FUF sangat tinggi dalam menjalankan kegiatan MBKM. Program MBKM ini merupakan kegiatan pertama kali yang diadakan di UIN Sunan Ampel,Surabaya. Apalagi angkatan Roy, Kafi, dan Ismi menjadi angkatan pertama yang menjalankan program tersebut.

Mereka bertiga mengungkapkan perasaannya mengikuti program ini. Ketiganya merasa senang dan bangga karena bisa mendapat efek positif atau hal baru dan dapat merasakan bagaimana bekerja dengan orang yang lebih tua dengan berbagai pengalaman yang telah dialami.

Selama melakukan kegiatan MBKM ini mahasiswa akan mendapat bimbingan langsung dari dosen pembimbing lapangan dari kampus dan dosen pamong dari lembaga mitra. Sehingga mereka tidak akan merasa kesulitan saat melakukan kegiatan MBKM tersebut. (Sulthan Rake Anjaz – Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat)