Agenda

Pada tanggal 12 Februari 2023, Kelompok Studi Lingkungan kanca semar telah berhasil melaksanakan program Enviro Travelling tepatnya di Kampung Pintar OASE Tembok Gede, RT 03/RW 02 Kelurahan bubutan, Kecamatan Bubutan Kota Surabaya. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kunjungan lapangan yang bertujuan untuk menambah wawasan pengetahuan warga HMTL UINSA mengenai permasalahan lingkungan dan membantu masyarakat untuk akselerasi potensi desa lebih baik dari sebelumnya melalui referensi akademik.

Pada awalnya Kampung Pintar terbentuk karena inisiasi dari pak Aseyan selaku ketua RT setempat melihat kondisi kampung yang gersang. Lambat laun melalui proses yang panjang kampung ini mulai menjadi hijau. Pada tahun 2018 mulai mencoba lomba lingkungan. Pada awalnya program ini berjalan melalui swadaya masyarakat dan bantuan pemerintah berupa pot dan tanaman belimbing. Saat itu kami masuk 75 besar kampung pengolah sampah terbaik, puncaknya pada tahun 2019 kampung ini dinobatkan sebagai kampung pengelolaan limbah sampah terbaik kota Surabaya.

Setelah mengikuti beberapa lomba, bantuan dari berbagai pihak semakin berdatangan mulai dari cctv, media tanaman hingga pelatihan pengolahan sampah. Hal ini terjadi karena terjadinya sinergitas antara masyarakat, pemerintah dan akademisi dalam menciptakan lingkungan penduduk yang sehat, nyaman dan tenteram. Sekaligus mampu memberdayakan masyarakat kedepannya

Kampung Pintar ini menjadi salah satu pionir di kota Surabaya dalam pengolahan sampah dengan inovasi yang baru dan mudah untuk diterapkan di lingkungan sekitar. Mulai dari tanaman hidroponik seperti selada dan pakcoy. Tanaman toga dan buah yang tersebar merata di seluruh area penduduk. Selain itu, mereka juga berinovasi dalam membuat ecoenzym dan robot dari bahan anorganik. Robot ini  menjadi salah satu ikonik dari kampung pintar ini.

Pemberdayaan masyarakat tak berhenti sampai disini, saat ini kampung pintar berfokus pada inovasi pengolahan makanan seperti pudding daun kelor, minuman sinom, minuman kemaruk (campuran dari kemangi dan jeruk) serta urban farming untuk ketahanan pangan masyarakat. Bahkan kerajinan seni dari berbagai macam sampah dihadirkan sehingga menambah kesan asri kampung ini.

Hal ini menjadi peluang dan membuka mata kita semua bahwa di dalam ruang apapun seharusnya kita mampu melestarikan lingkungan dengan baik demi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat sekitar. Diharapkan akademisi, pemerintah dan masyarakat semakin bersinergi dalam mewujudkan keadaan kampung yang asri, sehat dan nyaman di masa depan.