Berita

@Pendidikan Bahasa Arab

Thursday, 23 June 2022

Demi Tingkatkan Kompetensi Menulis Karya Tulis Ilmiah, Prodi PBA UINSA Gelar Pelatihan bersama 2 Narasumber dari UIN Ternama

Peningkatan Kompetensi Menulis Karya Tulis Ilmiah

Tulis menulis ilmiah sudah menjadi makanan pokok bagi para mahasiswa dan juga dosen. Apapun yang berkaitan dengan tugas kampus, maka disitulah kemampuan menulis menjadi tuntutan yang nyata adanya. Menyikapi hal ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya menggelar “Pelatihan” penulisan karya tulis ilmiah untuk dosen dan mahasiswa dengan mengusung tema “Peningkatan Kompetensi Menulis Karya Tulis Ilmiah”. Kegiatan yang diikuti lebih dari 200 peserta dari seluruh daerah di Indonesia ini berlangsung secara luring di Auditorium lantai 4 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya pada Rabu, 22 Juni 2022.

Kegiatan Peningkatan Peningkatan Kompetensi Penulisan Karya Tulis Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya yang dilaksanakan mulai pagi sampai sore ini resmi dibuka oleh Wakil Dekan 3 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UINSA, Prof. Dr. H. Saiful Jazil, M.Ag. Dalam kesempatan kali ini, PBA UINSA menghadirkan dua narasumber dengan sesi penyampaian materi dan dilanjutkan sesi tanya jawab bersama para peserta. Kedua narasumber tersebut ialah Prof. Dr. Ngainun Naim, M.Ag. dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah dan Dr. Nuril Mufidah, S.Pd., M.Pd. dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Adapun yang bertugas sebagai moderator adalah Ida Miftakhul Jannah, M.Pd.I.

Pemateri Prof. Dr. Ngainun Naim, M.Ag. mengatakan, “menulis itu gagal, gagal, gagal, sukses”. Dengan diulangnya kata gagal sebanyak tiga kali menunjukkan bahwa menulis merupakan suatu keahlian yang membutuhkan waktu yang lama untuk menjadi ahli. Dengan adanya pembiasaan menulis, maka kemampuan menulis akan terasah bahkan menjadi mudah.

Menurut Prof. Ngainun Naim, menulis bukanlah hal yang sulit. “Menulis itu sesungguh­nya mudah, khususnya bagi yang berniat kuat untuk menulis, termasuk dalam penulisan karya ilmiah. Karena setiap mahasiswa dan dosen pasti memiliki kompetensi menulis. Syarat utama dan pertama untuk menulis dan menjadi penulis adalah kemauan (niat). Tanpa kemauan, bersiaplah untuk tidak menulis sampai kapanpun. Dalam menulis juga diperlukan kemauan memotivasi diri sendiri dan menekuni apa yang akan ditulis,” ujarnya dengan penuh antusias.

Dalam Peningkatan Kompetensi Karya Tulis Ilmiah tersebut, Dr. Nuril Mufidah, S.Pd., M.Pd. menjelaskan tentang bagaimana menulis artikel ilmiah. Menurut Ustadzah Nuril Mufidah, ada lima komponen penting yang harus diperhatikan dalam penulisan artikel ilmiah, yaitu template jurnal, komposisi artikel, komposisi penulis, email resmi instansi, dan judul artikel.

Di penghujung Peningkatan Kompetensi Karya Tulis Ilmiah Ustadzah Nuril Mufidah menambahkan, “Artikel yang bagus adalah artikel yang diterbitkan.”