Berita

UINSA Newsroom, Jumat (16/12/2022); Rabu, 6 Desember 2022, Tim UIN Sunan Ampel (UINSA) mengunjungi The Australian Consortium for In Country Indonesian Studies (ACICIS). Sebuah lembaga konsorsium pembelajaran tentang Indonesia yang berada di The University of Western Australia.

Pada pertemuan ini Tim UINSA diwakili Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UINSA Surabaya, Achmad Room Fitrianto, SE, M.E.I., M.A., Ph.D. Ditemui langsung Direktur ACICIS Konsorsium, Dr. Liam Prince.

Dalam pertemuan ini, Dr. Liam menceritakan tentang program in country untuk mahasiswa Australia yang belajar tentang Indonesia. Beberapa kendala yang dihadapi mahasiswa Australia diantaranya adalah sinkronisasi mata kuliah yang disediakan di Indonesia. Apakah itu akan bisa mendukung keterampilan atau knowledge yang ingin digali oleh mahasiswa-mahasiswa Australia yang belajar tentang Indonesia di Indonesia.

“Adanya Program Colombo Plan yang dicanangkan Pemerintah Australia sebetulnya mendukung program pengiriman mahasiswa Australia ke Indonesia. Namun pandemi covid-19 menjadikan semua program pengiriman ke luar negeri menjadi tertunda,” terang Dr. Liam.

Perbincangan dengan Dr. Liam tidak hanya berhenti terkait kondisi pengiriman mahasiswa Australia ke Indonesia. Pada kesempatan ini, juga didiskusikan terkait kondisi sosial politik di Indonesia. Termasuk tentang bagaimana peranan politik Islam dalam penentuan kebijakan di Indonesia dan moderasi beragama yang dicanangkan Kementerian Agama.

Pada awal pembicaraan memang yang ditemukan sedikit kendala untuk kemungkinan mengirimkan mahasiswa Australia yang ingin belajar Indonesia ke UINSA Surabaya. Beberapa hal yang menjadi kendala, pertama, program atau mata kuliah yang ditawarkan. Kedua, tawaran pengalaman yang ditawarkan dan kondisi geografis kota yang dituju.

“Sebagai contoh selama ini yang menjadi fokus pengiriman mahasiswa Australia belajar tentang Indonesia adalah Jogjakarta dan itu terfokus di Universitas Gajah Mada dan hanya sebagian kecil yang mau untuk ditempatkan di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta,” ujar Dr. Liam. Ia juga  menyebutkan adanya dua mahasiswa yang juga sempat ditempatkan di Universitas Muhammadiyah Malang di tahun 2019.

“Dengan menawarkan fasilitas yang mungkin diberikan UINSA Surabaya seperti akomodasi dan konsumsi serta penjemputan. Memungkinkan kedepannya ACICIS mengirimkan mahasiswanya untuk belajar Indonesia di UIN Sunan Ampel,” ujar Achmad Room Fitrianto menambahkan, berdasarkan usulan Dr. Liam.

lebih lanjut, Dr. Liam juga meminta untuk memberikan penawaran mata kuliah dan program yang lebih aplicable yang menarik mahasiswa Australia untuk belajar tentang Indonesia. Pada kesempatan yang sama, Dr. Liam juga memberikan contoh kegiatan yang dilakukan di tahun 2020. Pada akhir pertemuan Achmad Room juga ditemui Matthew Satchwell, Student Administration Coordinator ACICIS. (Arf)