Berita

@adminuinsa

Friday, 18 February 2022

UINSA TEKEN MoU-PKS DENGAN KADIN DAN APINDO JAWA TIMUR

UINSA Newsroom, Jumat (18/02/2022); UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya resmi menandatangani MoU dan PKS dengan tiga instansi pada Kamis, 17 Februari 2022. Kegiatan Penandatanganan MoU dan PKS digelar di Ruang Meeting Rektor Lt. 2 Twin Towers A antara UINSA Surabaya dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Jawa Timur, KADIN Institute, dan Apindo Jawa Timur. Fakultas Sains dan Teknologi (FST) secara khusus ditunjuk menjadi leading sector kerjasama di bidang usaha dan industri tersebut.

Dekan FST, Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag., menuturkan, kerjasama ini menjadi bukti bahwa sebagai akademisi, civitas akademika UINSA tidaklah hidup di menara gading. Dunia usaha dan dan dunia industri, menurut Prof. Evi, menjadi bagian tak terpisahkan dalam upaya pengembangan FST UINSA Surabaya. Terutama di bidang pengembangan kurikulum yang harus menganut asas social demand (Pendekatan permintaan atau kebutuhan masyarakat, red). “Sehingga kami bisa mendengarkan, bisa berkolaborasi dengan dunia usaha dan dan dunia industri melalui KADIN Jatim, KADIN Institute, dan Apindo,” tutur Prof. Evi.

FST UINSA Surabaya, lanjut Prof. Evi, juga tengah gencar mengupayakan agar para dosen pengajar bisa tersertifikasi secara profesional. Termasuk mengasah kemampuan mahasiswa FST UINSA di bidang dunia kerja melalui kerjasama yang digagas antar lembaga, salah satunya melalui fasilitasi magang kerja. “Semoga nanti bisa berjalan lancar, dan tentunya hasil dari MoU dan PKS ini benar-benar bisa membawa dampak yang positif bagi kedua lembaga,” ujar Prof. Evi.

Rektor UINSA Surabaya, Prof. H. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D., menyambut baik semangat FST UINSA dalam upaya peningkatan kapasitas internal khususnya bagi dosen dan mahasiswa. Kemitraan dengan lembaga-lembaga di bidang usaha dan industri menjadi bentuk ikhtiar, keseriusan, dan komitmen UINSA Surabaya untuk terus mengembangkan Capacity Building dan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Khususnya dalam konteks mandatory program yang saat ini sedang digulirkan oleh negara. Terutama oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam bentuk Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM),” ujar Prof. Masdar.

MoU yang ditandatangani pada kesempatan ini antara UINSA Surabaya dalam hal ini Rektor, Prof. Masdar bersama Ketua Umum KADIN Jatim, Adik Dwi Putranto, S.H., dalam bidang Peningkatan Kualitas Sumber Daya Melalui Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Dilanjutkan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara FST UINSA Surabaya melalui Dekan, Prof. Evi dan Nurul Indah Susanti, M.Si., Psi., selaku Direktur KADIN Institute.

Selanjutnya, Dekan FST UINSA juga menandatangi PKS bersama Ketua Umum Apindo Jatim, Drs. Eddy Widjanarko, M.MT., dalam bidang Pengembangan Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia. “Apa yang kita tuangkan dalam bentuk suatu MoU atau PKS itu adalah sesuatu yang betul-betul memberikan nilai tambah buat kita semua. Karena kita dengan kerjasama yang bersinergi itu akan banyak memberikan kontribusi pada pembangunan nasional,” ujar Ir. Harijanto mewakili Ketua Umum Apindo Jatim, Drs. Eddy Widjanarko, M.MT. (Nur-Alf/Humas)