Berita

(Selasa, 25 Oktober 2022) Mahasiswa Ilmu Politik Semester 3 FISIP UINSA melakukan kunjungan ke Kantor Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan dan Golkar Provinsi Jawa Timur untuk berdiskusi dan berdialog bersama, membahas terkait strategi partai politik dalam mengusung pemilu 2024. Dalam diskusi dan dialog yang berjalan kurang lebih 90 menit tersebut juga dalam rangka untuk memindahkan kuliah yang awalnya berada di ruang kelas menjadi berpindah ke ruang diskusi partai. Kegiatan kunjungan ke partai ini di inisiasi oleh dosen mata kuliah Partai Politik dan Pemilu, yaitu Bapak Dr. H. Andi Suwarko, S.Ag., M.Si.

Tujuan awal memindahkan perkuliahan ke ruang diskusi partai selain berdiskusi terkait pemilu 2024 juga untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa Ilmu Politik Semester 3 FISIP UINSA agar dapat mengetahui aktivitas dari partai yang sedang dikunjungi. Ketika sampai di tempat, ternyata dari pihak partai terkait sudah mempersiapkan diri dengan spesial untuk menyambut kedatangan mahasiswa.

Kunjungan yang pertama dimulai dari Kantor DPD PDI Perjuangan yang berlokasi di jalan Raya Kendangsari Industri No. 57, Surabaya. Setelah sesampainya di tempat, para mahasiswa langsung diarahkan ke salah satu ruangan aula utama untuk dapat langsung mengisi forum dan memulai diskusi yang dipimpin oleh Wakabid. Keanggotaan dan Organisasi yaitu Bapak Whisnu Sakti Buana S.T. Diskusi yang bermula diawali dengan penyuluhan oleh Bapak berambut agak putih tersebut, dilanjutkan dengan gambaran luas partai sampai pada penjelasan basis massa yang dimiliki oleh PDI Perjuangan.

Setelah diberikan pemaparan terkait gambaran luas PDI Perjuangan, di buka sesi diskusi dengan beberapa pertanyaan dari mahasiswa dan Bapak Dr. H. Andi Suwarko S.Ag., M.Si. Pertanyaan yang berdasarkan pada lembaga survey yang menyatakan bahwa partai politik menjadi institusi yang paling banyak mengembangbiakan koruptor. Keresahan tersebut langsung dikonfirmasi oleh jajaran partai terkait, bahwasannya tidak ada institusi selain partai politik yang dapat menghasilkan seorang pemimpin, jadi asumsi masyarakat selalu mengarah ke partai politik jika ada kader yang bermasalah.

Ditambahkan juga keran demokrasi di masa sekarang telah dibuka dan banyak orang yang berlomba untuk berebut kekuasaan, namun lupa untuk melakukan pendidikan kaderisasi kepartaian agar memperhatikan kualitas para kader partai politik itu sendiri. Di PDI Perjuangan sendiri ada persyaratan yang dimiliki setiap kader agar dapat menduduki kursi di kepala daerah dengan adanya sekolah partai. Tingkatan kaderisasi juga sangat diperhatikan oleh partai terkait, mulai dari tingkat Pratama – Madya – Utama hingga Guru Kader Nasional. PDI Perjuangan sangat membutuhkan kader muda untuk memperbaiki kinerja politik Indonesia.

Setelah selesai berdialog dan berdiskusi dengan PDI Perjuangan dalam waktu singkat, dari pihak mahasiswa dan jajaran partai terkait menyerahkan cindera mata dan berfoto bersama. Mahasiswa Ilmu Politik Semester 3 melanjutkan kunjungan Kantor DPD Golkar Jawa Timur. Di Jalan Ahmad Yani No. 311, Kota Surabaya, Jawa Timur. Dalam kunjungan ke partai terkait juga disambut dengan spesial oleh Bapak Ketua M. Sarmuji, SE., M.Si bersama jajarannya untuk dapat berdiskusi dan berdialog bersama mahasiswa.

Bapak ketua DPD Golkar Jawa Timur M. Sarmuji, S.E., M.Si memberikan pemaparan terkait politik dan partai Golkar, dengan mengutip dari filosof yunani, yaitu kebijakan umum paling tinggi adalah politik. Dan mengajak para mahasiswa untuk memelihara idealism dan meningkatkan kritisme, lalu Golkar sangat memberikan ruang untuk mahasiswa atau generasi muda dalam partai politik. Beliau juga menambahkan bahwasannya sesuatu yang berat, sulit untuk diminati, sama halnya dengan terjun ke dunia politik.

Bapak M. Sarmuji, S.E., M.Si menegaskan bahwasannya Jawa Timur bukan tempat Geneologi mereka, karena dari partai Golkar sendiri tidak menonjolkan ideologi mereka seperti partai lain. Tetapi kekuasaan partai Golkar sebenarnya ada diluar Jawa Timur dengan tujuan membangun citra politik yang baik di masyarakat dengan menggelar doa dan ngaji bersama. Dan partai Golkar juga menegaskan bahwa geneologi politik disesuaikan dengan daerah masing – masing berdasarkan pada 2 sifat manusia yang tidak bisa dirubah yaitu orang yang memiliki kepercayaan dan orang yang fanatik.

Setelah memaparkan berbagai gambaran dari partai Golkar dibukalah sesi diskusi dengan adanya pertanyaan dari beberapa mahasiswa yang menanyakan bagaimana partai Golkar membangun citranya di masyarakat khususnya di kalangan mahasiswa. Dan langsung dijawab bahawasannya membangun citra politik memang menjadi sebuah tugas bersama dengan turut memperhatikan geneologi politik khususnya di Jawa Timur yang notabenenya adalah masyarakat Nahdliyin.

Dapat disimpulkan bahwa partai PDI Perjuangan dan Golkar menegaskan tugas mereka sebagai partai politik dan kepada mahasiswa Ilmu Politik khususnya, harus dapat membangun citra politik yang baik di masyarakat. Meskipun kontestasi dan persaingan merebut kekuasaan selalu dianggap buruk oleh masyarakat. Politik adalah kunci dalam membangun sebuah negara, karena itulah sebagai orang yang memahami konteks politik harus dapat terjun kedalam sistem dan siap mengabdikan diri untuk masyarakat dan negara.

Penulis: Al Ghozaly Irzha Bagus Syahputra