Kontributor:
M. Ilyas Rolis, Pendamping PKM Internasional Fisip
Kafi, Peserta PkM Internasional Fisip
 

Peserta Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa Kuliah Kerja Nyata Internasional memulai perjalanan ke Malaysia dengan flight Lion Air pada pukul 08.30 WIB. Karena kami berangkat dengan rombongan, pukul 05.30  para peserta maupun DPL sudah mulai berdatangan di bandara. Tepat pukul 06.15 rombongan check in dilanjutkan ke ruang tunggu sembari menikmati makan pagi dan bersenda gurau. 30 menit sebelum take off, kami dipanggil untuk boarding dan di saat itu, mimpi untuk KKN Internasional semakin dekat di depan mata. Selama lebih dari 1 bulan kami telah disibukkan dengan tes untuk rekruitmen, mengurus dokumen, menerima pembekalan dari DPL, sampai dengan packing barang, memasukkan dan menimbang karena dipesan jangan sampai melebihi 20 kg.

Penerbangan terasa seru untuk teman-teman yang merasakan naik pesawat untuk pertama kalinya. Setiba di bandara Kuala Lumpur, sekitar pukul 11.40 waktu setempat, rombongan sudah ditunggu mobil travel yang dipesan oleh pihak PCI Malaysia sebagai pihak yang memfasilitasi  KKN Internasional FISIP UINSA menuju lokasi penginapan. Surada Guest House berlokasi di Kajang, penginapan para peserta KKN yang telah di booking full biaya dan perlengkapannya oleh PCI NU Malaysia. Rombongan diterima H. Hakim (bendahara PCI NU) dan Mas Arief, alumni UINSA sekaligus sekretaris PCI NU Malaysia.

Penerimaan rombongan di Guest House sekaligus perkenalan, dilanjut bincang santai serta gambaran lokasi kegiatan KKN selama di Malaysia. Seolah berkejaran dengan waktu, selepas makan siang yang dinikmati sore, sebagian rombongan bersama pak Fathoni Hakim dan Mas Arief menemui mundzir (Takmir) Masjid Al Falah, Haji Yahya. Di koordinasi awal, kami peserta KKN mendapat kesan bahwa para pengurus masjid sangat senang dengan kehadiran peserta KKN dan kamipun menyimak bagaimana mereka  menjelaskan beberapa kegiatan sebagai wadah partisipasi peserta KKN.

Koordinasi lanjutan  adalah pembagian peserta dalam penginapan yang berbeda, bersama DPL dan 6 peserta laki laki, diantar menuju rumah H. Hakim. Rumah singgah milik H. Hakim biasa dimanfaatkan para tamu dari Indonesia yang berkunjung ke Malaysia, menjadi lokasi penginapan kedua selama ber-KKN di Malaysia.

Rute koordinasi selanjutnya, DPL diantar Mas Arief kembali ke Guest House Surada, menjemput peserta menuju Surau Al Amin. Surau Al Amin, terletak di Seksyen 8, Bangi. Saat tiba disana, jamaah Maghrib baru saja usai, dan rombongan berjamaah sholat Maghrib di Surau ini, dan mengikuti pengajian bakda Maghrib yang rutin dilakukan setiap hari. Istilah surau yang kami kenal dan bayangkan adalah langgar atau musholla dengan kegiatan ibadah mahdloh saja. Namun, di Surau Al Amin yang kami tuju, amat berbeda dengan surau yang kami kenal di Indonesia. Surau berfungsi sebagai basis kegiatan sosial keagamaan. Pengorganisasian Surau oleh para Pengerusi (istilah bagi para pengurus surau), dengan jenis kegiatan sholat jamaah rawatib, pengajian tiap malam dan sosial seperti pengumpulan dana infaq dan dana kematian. Pengumpulan dana infaq, bersumber dari jamaah dikelola dalam jumlah besar dan distribusinya hingga untuk menyekolahkan/beasiswa bagi putera/puteri jamaah hingga perguruan tinggi.

Selepas sholat isya, dilanjut membaca surat Al Mulk, kemudian kami ditemui para pengrusi di samping surau yang tertata mirip ruang tamu, beberapa kursi dan meja bundar sebagai tempat koordinasi. Bersebelahan dengan tempat itu terdapat pantry, untuk membuat kopi dan tak lama kemudian aroma kopi pun menyebar, menguatkan energi yang makin memudar. Pak Abu, H. Mohammad Azman, Pak Imam dan Pak Effendi, para pengrusi yang menemui kami dengan ramah sesama bangsa Melayu. Para DPL menjelaskan tujuan kedatangan, dan mereka menyimak penuh perhatian. Pak Abu, sesepuh yang memberi sambutan balik, lalu menawarkan pandangan beliau agar kegiatan KKN ini dapat lebih menggali banyak pengetahuan dalam waktu singkat. “Jangan buang buang masa”, istilah yang sering diulang ulang oleh beliau. Ungkapan agar waktu sebentar di Malaysia termanfaatkan dengan baik. Beliau lalu memberi gambaran bahwa surau-surau ini sebenarnya dibawah koordinasi masjid besar Al Hasanah, tak jauh dari sana.

Masjid Al Hasanah membawahi dua puluh surau, dan di dalamnya ada juga jenis aktifitas mulai bidang ekonomi seperti koperasi, perkebunan, sekolah dan dana beasiswa. Lalu beliau menawarkan diri untuk koordinasi dengan pihak masjid Alhasanah, dan hingga tulisan ini selesai dibuat, kami menunggu hasil koordinasi, tentu saja sambil ngopi dan koordinasi internal kami. Konsolidasi hari pertama berakhir hingga pukul 01.00 dini hari, sejak kedatangan dari bandara.  Bangun sebelum subuh demi keberangkatan seolah berlalu dengan sangat cepat hingga dini hari dan kami terus berharap semoga PkM – KKN Internasional FISIP ini berlangsung dengan lancer hingga tuntas kami melaksanakan tugas.

Kajang, Selangor, 22 Agustus 2023