Column UINSA

PENGARUH PROBIOTIK, PREBIOTIK, DAN SINBIOTIK TERHADAP TUMBUH KEMBANG BAYI

*Oleh: dr. Anjani Putri Retnaninggalih

Mikrobiota adalah mikroorganisme yang hidup di permukaan dan dalam tubuh manusia. Mikrobiota juga ditemukan di dalam saluran pencernaan, salah satunya ditemukan di dalam usus. Mikrobiota usus seharusnya berada dalam keadaan ballance atau seimbang.Keseimbangan mikrobiota usus berdampak pada kesehatan bayi, terutama bayi yang baru dilahirkan. Disbiosis adalah suatu keadaan ketidakseimbangan atau imbalance dari mikrobiota usus. Disbiosis pada mikrobiota usus dapat berdampak pada gangguan imunitas (daya tahan tubuh) dan berbagai penyakit lainnya. Salah satu cara untuk menstabilkan disbiosis usus adalah dengan tambahan konsumsi probiotik, prebiotik, atau sinbiotik.

Persalinan pervaginam merupakan proses fisiologis manusia untuk melahirkan bayi. Berdasarkan studi yang telah dilakukan, bayi yang dilahirkan melalui persalinan pervaginam memiliki mikrobiota usus yang menyerupai mikrobiota vaginal ibu. Hal tersebut disebabkan karena bayi yang dilahirkan melalui persalinan pervaginam lebih terpapar dengan mikrobiota dari area vaginal yang umumnya didominasi oleh bakteri Lactobacillus, Bifidobacterium, dan Bacteroides. Sementara itu, berdasarkan penelitian pada bayi yang dilahirkan melalui persalinan sectio caesarea (SC), mikrobiota usus bayi-bayi tersebut lebih didominasi oleh bakteri iatrogenic atau bakteri yang terdapat di kulit ibu, misalnya Staphylococcus, Streptococcus, Klebsiella, Enterococcus, dan Clostridium.

Lactobacillus, Bifidobacterium, dan Bacteroides berperan penting dalam pengaturan sistem imun (daya tahan tubuh), mencegah hipersensitivitas, mencegah kerusakan dinding usus, serta berperan dalam pengaturan berat badan. Itulah sebabnya, mengapa keseimbangan mikrobiota usus amat berperan penting terhadap kesehatan, terutama pada masa-masa awal kehidupan. Disbiosis, atau ketidakseimbangan mikrobiota usus, seringkali dihubungkan dengan berbagai penyakit misalnya penyakit pada saluran pencernaan seperti Irritable Bowel Syndrome dan Necrotizing Enterocolitis, alergi, atopi, asma, diabetes, obesitas, gangguan jantung, serta gangguan perkembangan neurologis anak seperti gangguan spectrum autistik dan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

Bertambahnya penelitian dan pengetahuan mengenai mikrobiota usus dan pengaruhnya terhadap kesehatan, mengakibatkan semakin banyak pula studi tentang disbiosis usus yang dilakukan. Salah satu penemuan yang didapatkan adalah tentang cara untuk memulihkan disbiosis usus. Penelitian-penelitian terbaru menemukan bahwa tambahan probiotik, prebiotik, dan/atau sinbiotik berdampak secara klinis terhadap perbaikan keseimbangan mikrobiota usus.

Probiotik merupakan bakteri yang membawa manfaat bagi kesehatan, khususnya kesehatan saluran pencernaan. Bakteri baik ini bisa diperoleh dari makanan, minuman, atau suplemen. Lactobacillus, seperti Lactobacillus rhamnosus, dan Bifidobacterium, seperti Bifidobacterium bifidum, merupakan dua contoh bakteri probiotik yang paling umum. Prebiotik adalah jenis makanan, biasanya berupa makanan tinggi serat. Prebiotik berfungsi sebagai asupan untuk bakteri baik dalam tubuh manusia agar jumlahnya tetap terjaga. Sementara itu sinbiotik adalah gabungan antara probiotik dan prebiotik yang bekerjasama dalam pembentukan system imun yang lebih baik. Studi menunjukkan bahwa gabungan antara probiotik dan prebiotik bermanfaat secara signifikan terhadap keseimbangan mikrobiota usus.

Manfaat Probiotik, Prebiotik, dan Sinbiotik

Probiotik, prebiotic, dan sinbiotik memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan tubuh, yaitu:

  • Mengatasi gangguan pencernaan, seperti diare dan sembelit
  • Mengurangi gejala radang usus
  • Mencegah diare akibat pemakaian antibiotik
  • Menjaga kesehatan saluran cerna
  • Mengatasi penyakit kulit, seperti eksim
  • Menjaga kesehatan saluran kemih dan area kewanitaan
  • Mencegah alergi, pilek, dan infeksi saluran napas atas
  • Menjaga kesehatan mulut

Untuk mencegah alergi, World Allergy Organization merekomendasikan pemakaian probiotik untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi yang memiliki risiko tinggi terkena alergi, misalnya bayi dengan disbiosis atau ketidakseimbangan mikrobiota usus. Disbiosis usus seringkali ditemukan pada bayi-bayi yang lahir secara section caesarea (SC).

Manfaat lain yang bisa diberikan oleh probiotik adalah melindungi sistem pencernaan dari bakteri, virus, dan jamur, merangsang pembentukan enzim pencernaan, menghambat pertumbuhan sel-sel kanker, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Probiotik dapat ditemukan pada produk makanan, seperti yoghurt, dan beberapa suplemen dalam bentuk minuman, kapsul, atau bubuk. Sementara itu, prebiotik terdapat di dalam gandum, kacang kedelai, serta sayuran seperti bawang putih, bawang bombai, daun bawang, dan asparagus. Saat ini, tersedia pula produk suplemen sinbiotik yang merupakan gabungan antara probiotik dan prebiotik. Layaknya probiotik dan prebiotik, sinbiotik juga memiliki ragam manfaat untuk kesehatan, tetapi sebaiknya konsultasikan ke dokter lebih dulu sebelum mengonsumsinya.

Selain mengonsumsi probiotik atau prebiotik, lengkapi juga pola makan sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Hindari asupan makanan tinggi gula dan tinggi lemak, karena dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri merugikan yang berpotensi menimbulkan penyakit.

Perlu diketahui bahwa hingga saat ini, penggunaan probiotik tidak dianjurkan pada pasien yang memiliki daya tahan tubuh lemah meski secara umum penggunaan probiotik tergolong aman untuk anak-anak, dewasa, dan lansia. Bagi orang yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti sedang menjalani pengobatan kanker, mengonsumsi obat-obatan penekan sistem kekebalan tubuh, atau menderita HIV/AIDS, sebaiknya melakukan konsultasi ke dokter lebih dahulu sebelum menggunakan probiotik, prebiotic, dan sinbiotik.