Berita

Pada tanggal 21-23 November, Pusat Ma’had al-Jami’ah UIN Sunan Ampel (UINSA) menjadi tuan rumah kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) Mudir Ma’had dan Rihlah Ilmiah Tahun 2022. Yang mana selain musyawarah, kegiatan lain yang diadakan dalam acara ini yakni diselenggarakannya berbagai lomba keislaman, salah satunya lomba Musabaqoh Qira’atul Kutub (MQK) yang terbuka untuk mahasiswa Peguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) seluruh Indonesia.

Adapun lomba Musabaqoh Qira’atul Kutub merupakan lomba membaca kitab klasik berbahasa Arab yang biasa disebut dengan kitab kuning kemudian menerjemahkannya lalu menjelaskan isi yang terkandung.

Dalam lomba ini, salah seorang mahasiswa Program Studi (Prodi) Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Adab dan Humaniora (FAHUM) UINSA, secara tidak sengaja terpilih untuk mengikuti lomba tersebut. “Untuk lomba sebelumnya tidak ada niatan untuk ikut, karena waktu mendapatkan info lomba sangat mepet, yakni H-3. Jadi tidak sempat belajar (persiapan), waktu itu saya sedang membeli laptop, tiba-tiba ditelepon diikutkan lomba baca kitab (MQK).” Tuturnya menjelaskan. Mahasiswa yang bernama lengkap Mohamad Aunul Abid ini juga menambahkan jika sebenarnya dia hanya mewakili mahasiswa ma’had yang seharusnya ikut lomba MQK, namun terpaksa pulang karena sakit DBD.

Alih-alih gagal karena persiapan mepet, Abid malah mampu menjuarai lomba MQK ini. Tidak tanggung-tanggung dia berhasil mendapatkan juara satu cabang lomba MQK atas mahasiswa PTKIN lain se-Indonesia. Selain Abid, di ajang lain 2 mahasiswa UINSA juga berhasil menjadi juara di cabang lomba Musabaqoh Hifdzil Qur’an.

Beberapa bulan yang lalu, Abid lebih dulu mengikuti lomba MQK di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UINMA), pada lomba ini Abid juga sukses mencatatkan namanya sebagai juara 3. Dalam penjelasannya Abid berkata jika dia ikut lomba di UINMA karena mendapatkan informasi tersebut dari media sosial Whats App (WA). “Pada  saat itu Kakak Tingkat (Kating) membagikan info lomba di grub WA BSA, mereka mengajak para Mahasiswa Baru (Maba) untuk ikut lomba, perihal biayanya akan ditanggung oleh HIMAPRO. Karena tertarik saya ikut lomba tersebut, apalagi ikut lomba tanpa membayar sepeserpun (gratis). Saya dan beberapa teman yang mengikuti lomba di UINMA dan semuanya Maba.” Pungkasnya.

Abid menambahkan apabila para peserta yang mengikuti cabang lomba MQK dalam Festival Jazirah Arab (FJA) yang diadakan oleh UINMA ini bukan hanya dari kampus Islam saja. “Untuk lomba FJA memang bersifat umum, maka pesertanya dari berbagai penjuru kampus, baik kampus Islam maupun kampus umum. Baik yang negeri maupun yang swasta. Bahkan selain itu ada juga peserta yang berasal dari pesantren, baik salaf maupun pondok pesantren modern. Dan juga ada perwakilan perseorangan (tanpa instansi.)” Ujar Abid.

Tentu dengan terpilihnya menjadi pemenang dalam berbagai ajang lomba MQK membuat Abid senang, dia juga mengatakan bersyukur akan hal ini. “Alhamdulillah bersyukur (karena menjadi juara). Kan sebenarnya esensi dalam ikut lomba sebenarnya bukan untuk mendapatkan hadiah dan piala tetapi untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman. (Seperti) sertifikat, piala itu semua bisa dibuat sendiri tapi kalau ilmu dan pengalaman tidak, harus kerja keras. Baik menang maupun tidak itu hanya bonus, yang terpenting ilmu dan pengalaman.” Kata Abid ketika diwawancara.

Abid mengatakan jika juara yang sudah dia peroleh belum menjadi kepuasan bagi dirinya, untuk kedepannya dia ingin mengikuti lomba-lomba MQK lagi. Namun, dengan catatan asalkan timeline lomba tidak berbenturan dengan waktu ujian, dan kegiatan organisasi kampus. (SAH)