Berita

Dalam upaya meningkatkan kualitas jurnal yang ada di UIN Sunan Ampel Surabaya serta mewujudkan visi UIN Sunan Ampel Surabaya menjadi Writers University, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya menyelenggarakan Percepatan Jurnal Prodi Menuju Akreditasi Internasional pada Rabu (15/5/2024) dengan melibatkan seluruh pengelola jurnal prodi Pendidikan Bahasa Inggris IJET (International Journal of English Language Teaching), pengelola jurnal-jurnal yang ada di lingkungan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UINSA, Gugus Publikasi UINSA, dosen dan alumni. Tidak hanya itu, kegiatan yang dilaksanakan di GreenSA Inn, Juanda, Sidoarjo ini juga melibatkan pengelola jurnal mitra dari perguruan tinggi-perguruan tinggi lain yang ada di Surabaya untuk memberikan manfaat kegiatan yang lebih luas.

Acara diawali dengan laporan dari ketua panitia pelaksana, Rizka Safriyani, M.Pd., yang juga memimpin kegiatan tersebut. Selanjutnya, sambutan diberikan oleh Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa yang juga merupakan Gugus Kendali Mutu Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya, H. Moh. Faizin, M.Pd.I sekaligus menandakan dibukanya acara.

Sesi pertama menghadirkan Ernaning Setiyowati, MT yang merupakan Co-Editor in Chief Jurnal JIA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan moderator Afida Safriani, Ph.D, dosen PBI yang juga pengelola IJET dan aktif pada Rumah Publikasi UINSA. Dengan pengalaman Bu Ernaning mengelola Jurnal JAI (Journal of Islamic Architecture), beliau memaparkan Strategi Pengelolaan dan Tahapan Pengajuan Jurnal Prodi Menuju Akreditasi Internasional serta bagaimana proses pengelolaan jurnal yang beliau dan tim telah lakukan sehingga mampu memba wa jurnal yang dikelola meraih akreditasi berbasis tidak hanya Sinta (Nasional) tetapi juga Scopus (Internasional).

Dalam sesi diskusi, pengelola jurnal mitra dan jurnal-jurnal di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan antusias dalam bertanya tekait tahapan, memilih artikel, dan lain sebagainya yang mendapat jawaban langsung dari narasumber.

Memaknai jeda menjelang sesi kedua, Prof. Dr. Nur Lailatul Musyafa’ah, Lc, M.Ag selaku Ketua Gugus Publikasi UIN Sunan Ampel Surabaya memberikan arahan terkait Publikasi di UINSA. Setelahnya, Prof. Dr. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Sunan Ampel Surabaya juga hadir memberikan arahan terkait publikasi dalam konteks kemajuan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya dan harapan-harapan yang sedang dalam upaya untuk diwujudkan.

Pada sesi kedua, Prof. Didin Nuruddin Hidayat, M.A. TESOL, Ph.D menyampaikan materi krusial terkait dengan Merancang Percepatan Akreditasi Jurnal Prodi sebab pada saat yang sama beliau dan tim pengelola Jurnal IJEE (International Journal of English Education) tengah berusaha untuk membawa jurnal yang dikelola yang saat ini terindeks Sinta 2 (nasional) untuk ke akreditasi internasional. Beberapa praktik baik serta saran yang dilakukan oleh pengelolaan IJEE menjadi dasar untuk proses penyusunan rancangan percepatan akreditasi jurnal prodi.

Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pengelola jurnal di UIN Sunan Ampel Surabaya untuk lebih giat dan terarah dalam meningkatkan kualitas jurnal mereka. Dengan mendapatkan wawasan dan strategi langsung dari para pakar yang berpengalaman, para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan langkah-langkah konkret dalam upaya mencapai akreditasi internasional.

Seperti halnya yang disampaikan ketua panitia, Rizka Safriyani, M.Pd di awal kegiatan yang menyatakan bahwa seluruh civitas akademika berikhtiar untuk terus mengupayakan peningkatan kualitas jurnal di lingkungan UINSA. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan bisa mencapai akreditasi internasional yang tidak hanya untuk meningkatkan reputasi akademik, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan dan penelitian.

Dengan pelaksanaan kegiatan ini, UIN Sunan Ampel Surabaya menunjukkan komitmennya dalam memajukan dunia akademik melalui peningkatan kualitas publikasi ilmiah yang diakui di kancah internasional. Para peserta dan pengelola jurnal kini memiliki pemahaman yang lebih baik dan strategi yang lebih jelas untuk membawa jurnal mereka ke tingkat yang lebih tinggi. (FI)