Berita

Dalam program MBKM student exchange kali ini, saya, Nur Maliyah Nisa Mardiyah, mahasiswi Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir FUF bekerja sama dengan para mahasiswa program Qur’an Sunnah (QS) Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) menyelenggarakan Program Operasi Khidmat Masyarakat (OPKIM) Bakti Siswa pada Senin (29/4) hingga Kamis (2/5) di Kampung Selarong, Pengkalan Hulu Perak. Program ini di bawah naungan dari subjek Shama’ill Muhammadiyah dengan Dr. Farhan Ariffin sebagai penanggung jawab. Program ini berlangsung melalui kerja sama dengan Jawatankuasa Pembangunan dan Keselamatan (JPKK) Kampung Selarong.

Program OPKIM Bakti Siswa meliputi beberapa kegiatan yang telah disusun, di antaranya kelas motivasi bagi anak-anak Sekolah Kebangsaan (SK) Bekuai, belajar tajwid yang dikemas dalam permainan game di Sekolah Kaffah, camp jati diri bagi anak-anak sekolah menengah, kuliah muslimat, bersih-bersih masjid, jamuan raya, ziarah kasih, forum perdana dan menyusuri perkampungan Selarong. Kegiatan-kegiatan tersebut dibentuk dengan tujuan untuk berkontribusi dalam pengabdian masyarakat dalam hal berbagi ilmu dan menjalin persaudaraan dengan warga Kampung Selarong.

Suasana Bazar Makanan dan Minuman dalam Kegiatan Jamuan Raya dengan Warga Kampung Selarong (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Keakraban Warga Kampung Selarong melalui Kegiatan Kuliah Muslimat Pada Waktu Sore Hari (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Penyaluran Motivasi Belajar kepada Anak-Anak Sekolah Kebangsaan Bekuai di Kampung Selarong, Pengkalan Hulu Perak (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

“OPKIM Bakti Siswa ini dipersiapkan sejak awal Maret saat Ramadhan hingga April, dengan lama waktu dua bulan sebelum program berlangsung,” jelas Nik Amirul Haqeem bin Mohd Mokhtar sebagai ketua pengarah Program OPKIM Bakti Siswa 2024.

Rehearsal Team Jati Diri dalam Program OPKIM Bakti Siswa (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Selama proses persiapan berlangsung terdapat sedikit kendala yaitu adanya batasan ruang tatap muka saat Ramadhan dikarenakan perkuliahan berlangsung secara online dan semua mahasiswa berada di rumah masing-masing. Namun, kendala tersebut tidak menjadi batu besar yang menghalangi kesuksesan program ini. Majelis tinggi dalam program ini menyusun strategi kembali dengan membagi tugas kepada seluruh anggota program secara online sehingga persiapan program dapat dilakukan secara berkala. Setelah itu, persiapan secara offline dilakukan selama satu minggu sebelum program berlangsung dengan melakukan rehearsal keseluruhan susunan acara.

“Saya sudah hidup tiga puluh tahun di Kampung Selarong tetapi tidak pernah merasakan suasana acara sehebat ini,” ungkap salah satu warga Kampung Selarong dalam memberikan feedback terhadap acara.

Ainul Munirah binti Abdul Jalal sebagai unit programmer memberikan kesan bahwa program OPKIM Bakti Siswa ini sangat positif. Mahasiswa dan warga Kampung Selarong dapat berkenalan antara satu sama lain dan bekerjasama dalam melancarkan program. Selain itu, mahasiswa juga dapat belajar budaya, mengenal aneka makanan, dan merasakan suasana baru di sana.

Perkenalan antar mahasiswa dan mahasiswi dapat terjalin dengan warga Kampung Selarong melalui sistem keluarga angkat. Arti dari keluarga angkat disini adalah keluarga dari warga Kampung Selarong yang bersedia merawat mahasiswa dan mahasiswi selama program OPKIM Bakti Siswa berlangsung dalam hal memberikan tumpangan rumah, memberi beberapa makanan, menjadi teman cerita, dan lain sebagainya.

Potret Kebersamaan Keluarga Angkat dengan Mahasiswa dan Mahasiswi (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Bagi saya pribadi, sistem keluarga angkat ini sangat unik dan pertama kali saya rasakan di luar negeri. Walaupun saya adalah satu-satunya student mobility dari Indonesia yang mengikuti program ini dan merasa jauh dari keluarga, namun di sini saya berasa mempunyai keluarga baru. Bahkan putri kecil dari keluarga angkat yang namanya Nufah sudah dekat dengan saya.

Feedback yang positif dari susunan acara program OPKIM Bakti Siswa ini membuat mahasiswa dan mahasiswi tidak berhenti untuk menyelenggarakan kembali. Syamilhakim bin Ahmad Sukri sebagai ketua fasilitator program motivasi Sekolah Rendah Bekuai berharap agar program OPKIM Bakti Siswa ini meningkatkan kemajuan dalam hal membangun dan membina jati diri mahasiswa dan mahasiswi UKM. (Nur Maliyah Nisa Mardiyah-Mahasiswi Fakultas Ushuluddin dan Filsafat)