Artikel

oleh: Yusril Ilhami Ramadhan (Mahasiswa Ilmu Kelautan)

Al-Qur’an merupakan kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw sebagai mukjizat yang hidup 1400 tahun lalu, dan disampaikan dengan jalan mutawatir dari Allah SWT atas perantara malaikat jibril. Sampai saat ini para ilmuan maupun para menentang-penentangnya untuk membuktikan kebenarannya.

Pada ilmu kebumian kini telah lebih maju dengan pesat dalam menguak misteri tentang bumi yang masih tersembunyi dan belum diketahui oleh para ilmuan-ilmuan di dunia. Akan tetapi masih banyak yang belum diketahui mengenai lautan yang luas dan sangat dalam. Laut mempunyai ciri khas pada planet bumi yang membedakan dengan planet-planet lainnya. Posisi planet merkurius yang terdekat dengan matahari menjadikan planet tersebut gersang dan panasnya yang sungguh luar biasa. Jangankan air, untuk bertahan di atmosfer saja planet merkurius sangat sulit.

Maha suci Allah Swt, yang telah menempatkan manusia pada planet yang penuh dengan surgawi ini. Suhu yang cukup hangat dengan keberadaan air di seantero bumi dan es di kedua kutubnya sekaligus, dengan densitas air lautnya yang sempurna. Manusia memiliki aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya pasti mempengaruhi lingkungannya. Itulah sebabnya Allah SWT menjadikan manusia di bumi ini sebagai Khilafah. Banyak misteri tentang kebesaran dan kuasa Allah yang terungkap di dunia. Manusia diciptakan oleh Allah tidak hanya sebagai makhluk individualistis, akan tetapi juga sebagai makhluk sosial. Dengan kata lain, manusia diciptakan sebagai individu dengan tubuh, akal, indera, keinginan-keinginan yang sempurna. Semoga manusia berkembang sebagai khalifah dalam kesempurnaan ini di bumi yang Allah ciptakan sebagai tempat berkembang biak. Selain itu, sebagai makhluk sosial, manusia sangat erat dan saling berhubungan dengan lingkungan alamnya.

Adanya hubungan timbal balik ini membuat manusia untuk senantiasa berupaya menjaga keseimbangan ekologi demi melindungi kelestarian hidup. Dari semua organisme yang penghuni bumi, hanya manusia yang diyakini mampu beradaptasi dengan kondisi dan perubahan yang terjadi di bumi ini, apalagi dibantu oleh penemuan-penemuan dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan pengetahuan teknologi terkini.

Penemuan-penemuan tersebut dimungkinkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan yang mendorong manusia untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi. Para ahli di berbagai bidang ilmu berusaha mengungkap banyak misteri fenomena tersembunyi, misteri tersembunyi yang tersirat dalam al-Qur’an dalam firman-firmannya. Tak luput pula pakar ilmu di bidang geologi, ikut ambil upaya dalam pembuktian ini. Sebagaimana tersirat dalam surat ar-Rahman [55] 19-20, Allah SWT berfirman:

مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيٰنِۙ – ١٩  بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيٰنِۚ – ٢٠

Artinya : “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu.  Antara     keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (Q.S. Ar-Rahman:19-20)

Dalam surat al-Naml [27] ayat 61 dan al-Furqan [25] ayat 53 menjelaskan bahwa adanya pemisah lautan yang luas dan mempunyai sifat yang berbeda, Allah berfirman:

أَمَّنْ جَعَلَ الْأَرْضَ قَرَارًا وَجَعَلَ خِلَالَهَا أَنْهَارًا وَجَعَلَ لَهَا رَوَاسِيَ وَجَعَلَ بَيْنَ الْبَحْرَيْنِ حَاجِزًا ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

“Siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gununggunung untuk (mengkokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui.

surat al-Furqan [25] ayat 53,

وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَحْجُورًا

“Dan dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang Ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”

Apakah maksud al-Qur’an menyatakan bahwa adanya fenomena pada lautan yang sangat luas. Sedangkan pada 1400 tahun lalu ternyata tak seorang menyangka bahwa adanya batasan-batasan dalam dua lautan hanya pada dekade tahun 50-an yang dimana manusia belum mengenalnya. Semua paham bahwa ilmu pengetahuan selalu berkembang dan mengalami perubahan. Namun, data selalu bertambah dari hari ke hari sesuai dengan kemajuan manusia dalam menciptakan alat pengumpul data dan informasi. Ilmu yang dikembangkan melalui susunan teori-teorilah yang kemudian selalu berubah serta selalu mengalami perubahan. Dalam ayat di atas, menjelaskan bahwa adanya suatu pemisah antara dua laut, sifat laut yang baru ditemukan adalah apa yang dinyatakan dalam sepenggal ayat al-Quran. 

Ahli geologi juga menganggap mereka memiliki permeabilitas yang memisahkan dua lautan, bahkan ketika dipecah bersama. Sifat permeabel inilah satu penemuan dalam pakar geologi khususnya bidang oseanografi. Hasil dari satu daya fisika. Tetapi mengapa bisa demikian?

Al-Qur’an menggambarkan kejadian-kejadian alam, semenjak pertama diwahyukan hingga saat ini tetap seperti adanya, lain halnya dengan ilmu pengetahuan. Seperti yang tersirat dalam surat al-Furqan [25]: 2, Allah Swt berfirman:

الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا

“Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya”

Semua ciptaan Allah di alam ini tersusun sangat rapi, teratur, ukuran yang akurat dan dengan ketepatan yang tinggi. Kesempurnaan ukuran dan kadar yang sangat rapi tersebut menjamin keseimbangan kepada alam ciptaan-Nya. Satu takaran tidak melebihi yang lain agar tidak mengganggu keseimbangan dialam ini. Keseimbangan yang Allah berikan yaitu membuat makhluk hidup yang berada di atas bumi ini memperoleh kenikmatan serta kenyamanan. 7 Hal-hal semacam inilah yang mengerakkan para ilmuwan untuk terus mengkaji maksud dari isyarat-isyarat ilmiah yang diberitakan al-Qur’an.

Pustaka:

https://www.qureta.com/post/kebenaran-surat-ar-rahman-ayat-19-20-1
https://tafsirq.com/27-an-naml/ayat-61

https://tafsirq.com/25-al-furqan/ayat-2

https://aceh.tribunnews.com/2021/05/24/sempat-viral-air-laut-terbelah-2-seperti-tertulis-dalam-alquran-di-aceh-singkil-terjadi-setiap-hari

http://www.catatanews.online/2022/04/masya-allah-air-laut-terbelah-2-seperti.html