Berita

FGD dan PENANDATANGANAN MoU SEMBILAN PTKIN EKS IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA

UINSA Newsroom, Senin (12/06/2023): Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) eks IAIN Sunan Ampel Surabaya mengadakan acara Focus Group Discussion (FGD) sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Acara berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 9 hingga 11 Juni 2023, bertempat di Merrumatta Hotel Senggigi, Senggigi Lombok.

Acara FGD ini bertujuan untuk mempererat kerjasama dalam meningkatkan kualitas PTKIN, terutama 9 perguruan tinggi yang tergabung dalam persemakmuran PTKIN eks IAIN Sunan Ampel Surabaya. 9 Perguruan tinggi tersebut yaitu: UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, IAIN Samarinda, IAIN Kediri, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, IAIN Madura, IAIN Ponorogo, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, dan UIN Mataram.

Pada pembukaan acara FGD dan Penandatanganan MoU Prof. Dr. H. Masnun Tohir, Rektor UIN Mataram, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang hadir dalam acara ini. Rektor UIN Mataram mengajak semua peserta untuk menjadikan FGD dan silaturahmi ini sebagai awal gerakan bersama untuk membantu dan memajukan beberapa IAIN yang masih belum berubah statusnya menjadi UIN.

 “Saat ini masih terdapat tiga perguruan tinggi eks IAIN Sunan Ampel Surabaya yang belum menjadi UIN, yaitu IAIN Madura, Kediri, dan Ponorogo dan ini harus kita bantu bersama-sama,” ajaknya.

Rektor UIN Mataram menekankan pentingnya kerjasama dalam memajukan PTKIN ini agar dapat berkembang bersama. Selain itu, dalam pertemuan malam ini, dilakukan penandatanganan MoU oleh sembilan rektor sebagai langkah untuk saling melengkapi dan maju bersama.

Dalam sambutannya Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Rektor UINSA Surabaya yang juga Ketua Persemakmuran PTKIN eks IAIN Sunan Ampel Surabaya, meminta agar persemakmuran ini dapat memberikan pemerataan di berbagai sektor secara adil tanpa ada rasa terancam. Status IAIN Madura, Kediri, dan Ponorogo harus mendapatkan bantuan untuk mengubah statusnya menjadi UIN. “Kita semua wajib memberikan bantuan tanpa ada yang merasa terancam,” tegasnya.

Sembilan rektor yang tergabung dalam persemakmuran PTKIN eks IAIN Sunan Ampel Surabaya diharapkan dapat berperan aktif. Kesepakatan yang dicapai dalam FGD ini diharapkan menjadi komitmen bersama. “Jika ada IAIN yang membutuhkan bantuan, jangan ada saling proteksi diri,” pesannya.

Kegiatan persemakmuran PTKIN eks IAIN Sunan Ampel Surabaya ini telah menjadi agenda tahunan Para jajaran sivitas akademika dari PTKIN eks IAIN Sunan Ampel Surabaya hadir dalam acara ini, termasuk Rektor, Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana, dan Kabiro. (Irm/Humas)