Berita

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya mengadakan kuliah tamu yang bertemakan Politik dan Pemerintahan Lokal. Tujuannya adalah untuk meningkatkan wawasan mahasiswa seputar pemerintahan lokal, khususnya terkait bagaimana merencanakan pembangunan daerah yang sistematis, logis, dan terstruktur. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Abdul Chalik, M.Ag selaku Dekan FISIP sekaligus Dosen Pengampu Mata Kuliah Politik dan Pemerintahan Lokal serta Safira Herawati, S.Sos. Safira Herawati merupakan lulusan terbaik Prodi Ilmu Politik tahun 2020 yang sekarang telah menjabat sebagai Penata Muda Analis Politik Dalam Negeri Bakesbangpol Pemkab Magetan.

Kuliah tamu bersama praktisi dan alumni ini dilaksanakan melalui zoom meeting pada hari Jum’at, 02 Desember 2022, tepatnya pukul 15.00 hingga 16.00 WIB. Pada kegiatan kuliah tamu ini terdapat sekitar 50 peserta yang merupakan mahasiswa/i Prodi Ilmu Politik semester 3 kelas A, B, dan C.  Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari sesi kuliah tamu pertama yang sebelumnya telah diadakan pada hari Rabu, 30 November 2022 pukul 14.00-16.00 WIB.

Acara dibuka dengan sambutan oleh Bapak Dekan disambung dengan Bu Aniek Nurhayati selaku Wadek 2 memberikan sepatah dua patah kata. Dalam bincang santai itu Pak Chalik menyampaikan bahwa kuliah tamu virtual ini diadakan selain untuk menambah pengetahuan, juga untuk memberi semangat dan motivasi kepada mahasiswa semester 3. Sambutan yang disampaikan oleh Ibu Aniek sebagai dosen pengampu mata kuliah Politik dan Pemerintahan Lokal menjelaskan bahwa senang ada teman alumni yang bisa terjun langsung menjadi praktisi dan dapat menyalurkan ilmunya kepada adik-adiknya di semester 3.

Selanjutnya adalah pemaparan materi oleh Safira Herawati, ia menjelaskan bahwa sistem pemerintahan di Indonesia pada umumnya terdiri dari dua jenis, yaitu (1) sentralisasi, merupakan pemusatan seluruh wewenang kepada jajaran pemerintahan di tingkat tertinggi secara hierarkis; dan (2) desentralisasi, merupakan penyerahan wewenang kepada pengelola-pengelola di tingkat hierarkis yang lebih rendah untuk mengatur dan mengurus pemerintahan. Selain itu Safira juga menyebutkan sinergitas antara kepala daerah dan pemangku kepentingan sebagai aktor pemerintahan lokal serta menjabarkan pendekatan yang biasa digunakan dalam politik pemerintahan seperti teknokratik, partisipatif, politis, top down, dan bottom up.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai alur perencanaan pembangunan daerah yang dimulai dari penyusunan dokumen RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) untuk periode 20 tahun, RENSTRA (Rencana Strategis) dengan berpedoman pada RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) untuk periode 5 tahun, hingga RENJA (Rencana Kerja) dengan berpedoman pada RKPD (Rencana Kerja Pemerintahan Daerah) untuk periode 1 tahun. Safira juga menjelaskan mengenai letak posisi elit politik bermain dengan mengambil referensi dari salah satu buku karya Dr. Abdul Chalik, M.Ag yang berjudul Pertarungan Elite dalam Politik Lokal. Di dalamnya terdapat penjabaran mengenai dua jenis kekuasaan (power) dan ruang (space). Untuk kekuasaan sendiri terdiri dari (1) visible power, yaitu kekuasaan yang terlihat di ruang publik atau pengambil keputusan formal; dan (2) hidden power, yaitu kekuasaan mengambil keputusan di belakang panggung. Sedangkan untuk ruang terdiri dari (1) closed space (keputusan dibuat oleh seperangkat aktor di ruang tertutup); dan (2) invited space (Forum Musrenbang di tingkat desa sampai daerah). Kuliah tamu virtual ini berjalan cukup dinamis dengan adanya diskusi interaktif antara narasumber dan peserta, di mana pertanyaan-pertanyaan dari peserta dapat dijawab secara mendalam oleh narasumber.  

Editor: Andin

Publisher: Irena