Berita

Selasa, 04 Oktober 2021 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya kembali adakan agenda coffee morning. Kegiatan rutin kali ini, selain berfokus pada agenda pelaksanaan kegiatan ISO lanjutan ISO 21001: 2018, jajaran pimpinan melakukan agenda pisah sambut kepada ketiga JFU yang berada di lingkungan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya membuka langsung agenda coffee morning. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa dalam sebuah pergantian/rotasi tugas, dimanapun ditempatkan HARUS SIAP dalam menjalankan tugas yang diberikan. “Berikan pengabdian yang terbaik dimanapun tempat kita bertugas, pupuk komunikasi yang baik terhadap pimpinan dan rekan kerja baik di tempat yang lama maupun di tempat baru”, pesan Dekan FTK. Lanjutnya kembali, beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada ketiga JFU yang pindah tugas atas pengabdian yang luar biasa, dan mengucapkan selamat datang kepada ketiga JFU baru yang ditempatkan di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya

Seusai dekan FTK memberikan sambutan, ketiga JFU yang dirotasi, Bapak Mochammad Lukman, Bapak Agoes Kamto, dan Bapak Nurhadi menyampaikan pesan dan kesan yang diwakili Bapak Mochammad Lukman. Dalam pesan dan kesannya, beliaunya menyampaikan ucapan terimakasih dan merasa bersyukur banyak ilmu yang telah didapat selama di FTK. Selanjutnya, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel memberikan tali asih sebagai rasa terimakasih kepada ketiga JFU yang dimutasi ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakutlas Dakwah dan Komunikasi, dan Fakultas Ushuluddin & Filsafat.

Acara dilanjutkan dengan agenda pelaksanaan kegiatan ISO lanjutan. Ketua pelaksana ISO 21001: 2018 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Bapak Ahmad Fauzi, M.Pd.I, memimpin langsung kegiatan diskusi dalam rangka pemenuhan kelengkapan dokumen ISO. Adapun dokumen yang harus dilengkapi oleh setiap Program Studi meliputi: (1) dokumen spesifikasi prodi; (2) standar kompetensi dosen; (3) matriks pemantauan resiko; (4) detail arsip prodi. Bapak Fauzi, menjelaskan timeline pengumpulan dokumen kelengkapan yang harud dipenuhi oleh setiap program studi. Pada bagian matriks pemantauan resiko, Bapak Fauzi menyarankan perlu pembahasan khusus dari jurusan dan prodi dengan acuan instrumen LAMDIK untuk memprediksi kelengkapan data-data dalam pelaksanaan akreditasi. ISO 21001: 2018 ini merupakan alat manajemen umum yang menantang semua organisasi untuk menerapkan pendekatan kualitas yang sistematis melalui konsep, struktur, dan manajemen mutu. Hal ini memnungkinkan organisasi pendidikan mununjukkan kemampuan dalam memberikan pendidikan yang konsisten kepada peserta didik yang sesuai dengan persyaratan yang berlaku dan diimplementasikan bersama standar nasional, regional, dan dalam kerangka internasional.