Berita

Pada hari Rabu, 29 Mei 2024, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya menerima kunjungan istimewa dari Program Studi PAI Fakultas Tarbiyah Universitas KH Abdul Chalim (UKHAC) Mojokerto. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan studi banding atau benchmarking terhadap Program Studi PAI UIN Sunan Ampel.

Acara pembukaan kunjungan ini dimulai dengan sambutan dari Dr. Muhammad Fahmi, selaku Ketua Program Studi PAI UIN Sunan Ampel, yang menyambut hangat kedatangan tamu dari UKHAC. Dilanjutkan dengan sambutan dari Dr. Juli Amelia Nasucha, Ketua Program Studi PAI UKHAC, yang menyampaikan kegembiraannya atas kesempatan ini untuk belajar dari pengalaman UIN Sunan Ampel.

Ketua Jurusan Pendidikan Islam UIN Sunan Ampel, Nuril Huda, M.Pd., membuka acara dengan penuh semangat, menyatakan komitmen untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan UKHAC. Acara ini kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Auliya Ridwan, M.Pd.I, MS, selaku Sekretaris Program Studi PAI UIN Sunan Ampel, sebagai ungkapan harapan agar kunjungan ini membawa manfaat bagi kedua belah pihak.

Sharing ilmu dan pengalaman tidak hanya dilakukan oleh antarprodi, tetapi juga antar-himaprodi, di mana mereka saling berbagi info tentang program kerja masing-masing. Ketua HMP PAI UINSA, Febri, bercerita tentang program-program kerjanya; begitu juga dengan Ketua HMP PAI UKHAC, Shidiq, berbagi cerita tentang program-program kerjanya.

Lebih dari itu, studi banding ini diperkuat dengan mengadakan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya dengan Dekan Fakultas Tarbiyah Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto. 

Kunjungan ini menandai langkah yang sangat positif dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan agama Islam di Indonesia. Dengan adanya pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara dua lembaga pendidikan tinggi seperti UIN Sunan Ampel dan UKHAC, diharapkan akan terjadi peningkatan dalam pengelolaan kurikulum, metode pengajaran, dan pengembangan kualitas tenaga pengajar.

Hal ini sejalan dengan semangat kolaborasi dan sinergi antarperguruan tinggi Islam dalam menciptakan lingkungan akademik yang berkualitas dan mampu menjawab tantangan zaman. Dengan saling belajar dan bertukar pengalaman, kita dapat menghadapi dinamika dan kompleksitas dalam mengajarkan agama Islam di era modern-kotemporer ini.

Selain itu, kunjungan semacam ini juga memperkuat jaringan kerjasama antarlembaga pendidikan tinggi, yang diharapkan dapat membawa dampak positif jangka panjang dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Dengan bersinergi, kita dapat menciptakan generasi pemimpin yang cerdas, berakhlak, dan mampu menjawab tantangan zaman dengan penuh kepercayaan diri dan keilmuan yang kokoh. (spau)