Berita

Dakwah dan Komunikasi

Wednesday, 31 August 2022

Siapkan Desain Pembelajaran Kurikulum Kelas Internasional, FDK UINSA Undang UNAIR dan UII

Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya (FDK UINSA) kini sedang mempersiapkan desain pembelajaran kurikulum kelas internasional. Untuk menyambut rencana tersebut, FDK mengundang Wakil Rektor Bidang Kemitraan dan Kewirausahaan Universitas Islam Indonesia (UII) dan Ketua Program Studi Ilmu Hukum Universitas Airlangga (Unair) yang telah lebih dulu memiliki program kelas internasional.

            Bertempat di ruang sidang FDK, Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D. -Wakil Rektor Bidang Kemitraan dan Kewirausahaan UII- memberikan paparan mengenai “Penyusunan Desain Pembelajaran Kurikulum Kelas Internasional”. Adapun Amira Paripurna, S.H., LL.M., Ph.D. -Ketua Program Studi Ilmu Hukum Unair- menjelaskan tentang “Tata Kelola Kelas Internasional”.

            Sharing pengalaman mengenai desain pembelajaran kurikulum dan tata kelola kelas internasional dari UII dan Unair ini berlangsung pada Rabu, 31 Agustus 2022. Acara diawali dengan sambutan Dekan, yaitu Dr. Moch. Choirul Arif, M.Fil.I. dan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Wakil Dekan Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Abdullah Sattar, S.Ag., M.Fil.I.

            Dalam menyusun desain kurikulum kelas internasional, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Menurut Amira, terdapat tujuh unsur yang disiapkan oleh Fakultas Hukum Unair sebelum meluncurkan International Undergraduate Program (IUP). Tiga di antaranya adalah kerangka hukum kelas Internasional, Surat Keputusan Rektor Universitas Airlangga, dan metode pendaftaran.

            “Lalu kami juga menyiapkan penyusunan prospectus, penyusunan RPS berbahasa Inggris, penyediaan bahan ajar berbahasa Inggris, modul berbahasa Inggris, jadwal perkuliahan yang terpisah dengan regular, dan International Exposure Programs,” lanjut perempuan lulusan School of Law, University of Washington School tersebut.

            Di sisi lain, Pak Wing, sapaan akrab Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D., memperkenalkan beberapa program yang telah diimplementasikan UII terkait dengan kelas internasional. Di UII, program ini diberi nama IP yang berkepanjangan “international program”. Salah satu kegiatan yang menunjang IP, yaitu Global Student Mobility.

Ketika melakukan Global Student Mobility, mahasiswa UII dapat mengajar selama dua bulan di Bulgaria atau negara lain. Kegiatan ini pun dapat dikonversi sebagai KKN internasional. Di UII juga terdapat compact course yang memungkinkan mahasiswa untuk menempuh ilmu secara padat dalam satu bulan. Selain itu, ada pula Culture and Language Center yang memberikan layanan proofreading.

“Secara substansi, kurikulum IP di Ull sama dengan kurikulum program regular. Model ini diadopsi karena akreditasi dari BAN PT untuk program S1 maupun S2 hanya mengenal satu program saja. Selain penggunaan Bahasa Inggris/Arab, perbedaan antara kurikulum IP dengan reguler terletak pada kewajiban yang diterapkan kepada mahasiswa untuk menunjukkan pengalaman cross cultural learning melalui mobilitas internasional,” tutup Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D. (fry)