Berita

UIN Sunan Ampel Surabaya

Monday, 29 August 2022

REKTOR DAN KETUA DWP UINSA TANDATANGANI DEKLARASI KAMPUS RESPONSIF GENDER

UINSA Newsroom, Sabtu, (27/08/2022); Rektor UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag, Grad.Dip.SEA, M.Ag, Ph.D., bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) UINSA, Ny. Erna Mawati menandatangai Deklarasi Kampus Responsif Gender. Penandatanganan Deklarasi ini merupakan salah satu agenda di Sekolah Publikasi dan Sensitisasi Gender sesi II di Greensa Inn, Jumat, 26 Agustus 2022.

Penandatanganan Deklarasi Kampus Responsif Gender ini juga diikuti Dekan, Wakil Dekan AUPK, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama 9 Fakultas, Kajur, Sekjur, Kaprodi, Sekprodi, Koordinator Bagian, dan Sub Koordinator Bagian Seluruh Fakultas.

Sekolah ini dikawal Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) dibawah pimpinan Dr. Phil hoirun Niam. Acara dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Dr. H. Ali Mudlofir, M.Ag., setelah laporan panitia oleh Ketua LP2M.

Dilanjutkan dengan pemateri pertama, Dr. Lilik Huriyah, M.Pd.I, Kepala Pusat Pusat Sudi Gender dan Anak (PSGA) UINSA yang mengajak para peserta sekolah untuk memahami tentang Kampus Resonsif Gender. UINSA Surabaya, pada 22 Agustus dan 26 Agustus 2022 telah mendeklarasikan diri sebagai Kampus Responsif Gender. Oleh karena itu, UINSA harus memenuhi 9 Indikator Kampus Responsif Gender.

Mulai dari Kebijakan Rektor tentang Pengarustamaan Gender di UINSA, pengajaran dan pendidikan responsif Gender, Penelitian responsif gender, pengabdian kepada masyarakat terintegrasi gender, hingga Zero Tolerance Kekerasan terhadap perempuan dan laki-laki serta Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di UINSA.  

Selanjutnya Ketua LP2M, Dr. Phil. Khoirun Niam, memaparkan tentang Publikasi, Akreditasi, dan Pemeringkatan Pendidikan Tinggi. Disampaikan kepada peserta sekolah, bahwa posisi publikasi di berbagai parameter, luaran penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, dosen, dan mahasiswa, Words university ranking 2022, The times higher education world university rankings, the Thomson reuters methodology for the 2010 world university ranking, dan QS indicators in determining the world university ranking.

Sekretaris LP2M, Aris Fanani, M.Kom., juga memaparkan materi tentang Publikasi dan Indikator Kinerja Universitas. Ia juga memaparkan tentang publikasi di Litapdimas, Sitasa, Sinta, serta cara mengukur kualitas tata kelola PTKI. Selanjutnya Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan, Dr. Chabib Musthofa, S.Sos.I, M.Si., mengajak para hadirin untuk mengenal lebih jauh tentang Penelitian dan Produktivitas Publikasi. Kapuslitpen LP2M ini mengingatkan kembali tentang PMA RI Nomor 55 tahun 2014 tentang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat pada Perguruan Tinggi. Tema besar riset penelitian berdasarkan Agenda Riset Keagamaan (Arkan) tahun 2018-2028 yakni ada 4 kluster besar, Studi Islam, Integrasi Keilmuan, Pluraslisme dan Keagamaan, dan Kemajuan Globalisasi.

Selanjutnya Sekolah Publikasi juga menghadirkan Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Agus Afandi, M.Fil.I. Kapus Pengabdian menyampaikan materi tentang Pengabdian masyarakat dan produktivitas publikasi. Dipaparkan pula tentang pengabdian kepada masyarakat dan acuan penilaian BANPT, capaian PkM dosen UINSA, Luaran PkM jurnal dan buku, upaya yang perlu dilakukan, serta pola konversi laporan PKM menjadi jurnal ilmiah.

Materi berikutnya di sekolah Publikasi ini adalah Identifikasi dan Kondisi data author UINSA di Sinta oleh Hanif Asyhar, M.S.i, Dosen Fakultas Sains dan Teknologi UINSA. Pada kesempatan ini disajikan perihal data jumlah artikel scopus, serta sinta dosen dan mahasiswa UINSA. Ia juga mengagas usulan langkah strategis Program One Semester One Article, 1 semester 1 artikel.

Beberapa gagasannya antara lain, perlu adanya penelitian kolaborasi antar program studi, pelaksanaan Internasional Conference yang didanai Perguruan Tinggi, Pembentukan Gugus Kendali Publikasi sebagai tim penyelenggara TOT fakultas yang bertugas memberikan layanan klinik teknis penulisan artikel jurnal internasional dan nasional.

Dan sebagai pemateri terakhir, Saudara Nasir dari Perpustakaan UINSA yang memberikan arahan kepada peserta sekolah publikasi dan sensitisasi gender perihal cara unggah hasil publikasi ke repositori Perpustakaan UINSA.

Kegiatan Sekolah ini diakhiri dengan pembacaan Deklarasi Kampus Responsif Gender yang dipimpin Rektor UINSA. Selanjutnya diikuti dengan penandatanganan bersama Deklarasi Kampus Responsif Gender yang dipimpin Rektor dan Ketua Dharma Wanita Persatuan UINSA yang diikuti seluruh peserta yang hadir.

Rektor berharap, Sekolah Publikasi dan Sensitisasi Gender ini akan menyadarkan kita semua betapa pentingnya produktivitas publikasi. Serta betapa pentingnya untuk mencegah berbagai bentuk pelecehan dan kekerasan seksual di UINSA Surabaya. Dengan hastag #Gerak Bersama, #Aman Bersama, Semoga UINSA menjadi Kampus Merdeka Belajar Kampus Merdeka, dari segala bentuk kekerasan. Amiin.. (LP2M)