Berita
Rakornas ASWGI: 36 Perguruan Tinggi di Indonesia Serentak Lakukan Penelitian Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Kampus

Lp2m report: Sabtu, 10 September 2022. Bertempat di Hotel Swiss Belinn Malang, Asosiasi Pusat Studi Wanita, Gender dan Anak se-Indonesia (ASWGI) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (rakornas) ketujuh pada Selasa, 6 September 2022. ASWGI kini tengah beranggotakan sekitar 180 perguruan tinggi se Indonesia, baik perguruan tinggi umum negeri, islam negeri, maupun perguruan tinggi swasta. Acara rakornas ini dibuka langsung oleh menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E., M.Si. Wanita yang populer dengan nama Bintang Puspayoga ini berharap agar semua unit dan lapisan di masyarakat bersama-sama untuk mencegah dan menangani kekerasan seksual yang marak terjadi. Ibu menteri berpesan pula agar ASWGI menjadi mitra yang dapat mempercepat akselerasi kesetaraan gender, serta kepedulian terhadap permasalahan anak dan inklusi di Indonesia.

Turut hadir Deputi menteri PPPA Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA,   Lenny N. Rosalin, SE, MSc, MFin. Beliau menyampaikan betapa pentingnya peran ASWGI dalam mendukung terwujudnya kesetaraan gender, serta Indeks Pembangunan Manusia dan Gender. Selanjutnya paparan laporan panitia disampaikan oleh Ketua ASWGI, Prof. Dr. Dra. Emy Susanti, MA, yang juga merupakan Ketua Pusat Studi Gender dan Inklusi Sosial (PSGIS) Unair Surabaya yang didampingi oleh Ketua Pusat Studi Gender dan Kesehatan Universitas Negeri Malang, Dr. Azizatus Zahro, M.Pd.

Ketua PSGA UIN Sunan Ampel Surabaya, Dr. Lilik Huriyah, M.Pd.I, yang telah resmi terdaftar sebagai anggota ASWGI pada 26 Juli 2022 yang lalu, turut bergabung dan mengikuti kegiatan secara serius dan intens hinga selesai. Hal yang perlu digarisbawahi pada rakornas yang dilakukan secara hybrid ini adalah sejumlah 36 perguruan tinggi anggota ASWGI dari Sabang hingga Merauke, secara serentak meneliti tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di kampusnya masing-masing. Perguruan tinggi tersebut antara lain Universitas Syiah Kuala, Universitas Negeri Medan, Universitas Riau, Institut Pertanian Bogor, Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Universitas Islam Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Manado,  Universitas Pendidikan Nasional Bali, hingga Universitas Papua, dst. Pada rakornas ini, ke-36 perguruan tinggi peneliti tersebut memaparkan laporan penelitian sementara.

Dalam agenda Rencana Tindak Lanjut (RTL), disepakati strategi yang akan dilakukan terkait persiapan Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) dibidang Gender, Anak dan Inklusi maupun topik lain yang terkait. Riset Kolaborasi ini akan diikuti oleh beberapa perguruan tinggi yang berminat melakukan penelitian bersama. The last but not least, yang tak kalah penting dalam RTL ini adalah telah disepakati bahwa ASWGI akan menggelar Internasional Conference tahun 2023 di Universitas Andalas, Padang Sumatera Barat. Mari bergandengan tangan, menggeliatkan bersama untuk #GerakBersama, #AmanBersama, mewujudkan kesetaraan gender dan kepedulian terhadap anak dan inklusi sosial.  (tim psga uinsa).