Berita
Sidoarjo — (28/04/2024) Kegiatan Pelatihan Etik Dasar Lanjut (EDL) dan Sistem Informasi Manajemen Etik Penelitian Kesehatan (SIM-EPK) telah berakhir. Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (FPK UINSA) sebagai pihak penyelenggara berhasil menggaet sejumlah peserta dari berbagai universitas di seluruh Indonesia dan mengundang sejumlah narasumber ahli pada bidangnya.

Serangkaian pelatihan telah diberikan kepada para peserta, dimulai pada hari pertama tentang pemaparan materi perdana yaitu tentang Sejarah Komite Etik dan Pentingnya Menegakkan Etika Penelitian, serta Bahasan tentang Peran KEPPKN. Dilanjut hari kedua terkait materi Pedoman, Protokol, dan Studi Isu Etik. Pada hari ketiga dilanjutkan dengan agenda Demo Penggunaan SIM-EPK.

FPK UINSA selaku pihak penyelenggara tentu sudah menyiapkan langkah-langkah pasti untuk menindaklanjuti kegiatan pelatihan ini. Dr. Suryani, S.Ag., S.Psi., M.Si selaku Wakil Dekan (Wadek) I memberikan keterangannya terkait langkah tindak lanjut yaitu pada pengajuan komite etik dan pendiriannya baik pada level fakultas ataupun universitas.

Kehadiran komite etik tentu sangat penting dalam dunia akademisi. “Dengan direncanakannya hal ini tentu akan memberikan kontribusi besar, terutama pada supaya riset yang dilakukan baik pada skripsi, tesis, maupun disertasi memiliki kepastian etika sehingga riset yang dilakukan tidak menyalahi ketentuan etik terutama pada manusia sebagai subjek riset,” ungkapnya.

Dengan komitmen untuk menindaklanjuti acara ini melalui pendirian komite etik, FPK UINSA menegaskan dedikasinya untuk memastikan integritas dan etika dalam riset akademik. Hal ini merupakan langkah positif dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan yang berkelanjutan dan bermartabat.

Writer: M. Ata Zaidan Taufiqi