Berita

@adminuinsa

Saturday, 19 February 2022

NO DEBATE: BERBAKTI KEPADA ORANGTUA KUNCI SUKSES

UINSA Newsroom, Sabtu (19/02/2022); “Pendidikan adalah hal yang sangat mendasar. Sangat esensial. Oleh karena itu, kita yang memiliki privilege atau keuntungan untuk mendapatkan pendidikan dengan hambatan yang sangat minimum. Be gratefull. Kita patut bersyukur. Capai semua mimpi-mimpi kita dan jangan lupa untuk membagikan apa yang telah kita dapatkan kepada masyarakat luas,”

Hal itu disampaikan Irine Irchamillah Azza, Wisudawan terbaik Fakultas Psikologi dan Kesehatan pada Sidang Senat Terbuka UIN Sunan Ampel Surabaya dalam rangka Wisuda 97-98 Doktor, Magister, dan Sarjana Semester Gasal Tahun Akademik 2021/2022. Irine adalah satu dari 851 wisudawan yang resmi dikukuhkan pada Sabtu, 19 Februari 2022 M bertepatan dengan tanggal 17 Rajab 1443 H. Wisuda dua angkatan ini digelar virtual menyusul pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3 bagi 12 wilayah termasuk Kota Surabaya.

Pada kesempatan ini dikukuhkan sebanyak 26 wisudawan Program Doktor, 67 wisudwan Program Magister. Selanjutnya untuk program Sarjana, dikukuhkan dari FAH 53 wisudawan, FDK 170 wisudawan, FSH 92 wisudawan, FTK 118 wisudawan, FUF 82 wisudawan, FEBI 78 wisudawan, FST 104 wisudawan, FISIP 39 wisudawan, dan FPK 22 wisudawan.

Rektor UINSA Surabaya, Prof. H. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D., menyampaikan ucapan selamat kepada para orangtua wali wisudawan yang telah berhasil mengantarkan putra-putrinya menempuh jenjang pendidikan tinggi. Rektor berharap, agar setiap pengorbanan yang dilakukan akan menjadi amal jariyah.

Kepada para wisudawan, Rektor juga menyampaikan harapan, agar segenap ilmu, pengalaman, dan keterampilan positif yang telah diperoleh melalui pendidikan di UINSA Surabaya akan mengantarkan wisudawan mejadi insan yang bertaqwa dan beriman. “Menjadi Insan-Insan Muslim yang memberikan manfaat fiddiini waddunya wal Akhiroh,” ujar Prof. Masdar.

Rektor juga menegaskan, segenap pencapaian tersebut memang layak dirayakan. Namun, lanjut Rektor, hal ini bukanlah akhir. Masih ada banyak tahapan dalam hidup untuk terus maju dan berkembang. Menghargai proses, bekerja keras, serta terus berkembang dan memaksimalkan potensi dalam rangka menaklukkan tahapan-tahapan dalam etape kehidupan selanjutnya.

“Jadilah manusia yang senantiasa menghormati orang lain terutama kepada orangtua. Berbakti kepada orangtua. Menghormati dan berbakti kepada guru. Dan semuanya yang lebih tua dari kita. Berbakti kita kepada orang tua merupakan kebenaran aksiomatik, yang tak terbantahkan. No debate. Kalau kita ingin menjadi insan-insan yang bahagia di dunia dan akhirat kuncinya ini,” ujar Prof. Masdar berpesan.

“Bermimpilah dengan mimpi yang besar. Jangan bermimpi menjadi insan yang medioker, tengah-tengah. Saya doakan, semoga mimpi-mimpi kalian semuanya akan diijabah oleh Allah SWT. InsyaAllah dengan mimpi-mimpi itu kalian semuanya akan memberikan yang terbaik untuk masyarakat, negara, bangsa, dan Agama,” imbuh Prof. Masdar (Nur/Humas)