Berita

Pendidikan Agama Islam

Wednesday, 10 August 2022

MENGAWAL MAHASISWA PAI DALAM STUDI MENGATASI KEJENUHAN BELAJAR DAN MERAIH PRESTASI DI MAN INSAN CENDEKIA PASURUAN

Pada hari Rabu 10 Agustus 2022, rombongan mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam FTK UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya melakukan studi lapangan ke MAN Insan Cendekia (MAN IC) Pasuruan Jawa Timur. Dalam studi tersebut dilakukan paparan tentang maksud dan tujuan daripada kedatangan mahasiswa prodi PAI di MAN IC oleh Kaprodi PAI, Dr. Muhammad Fahmi, M.Hum, M.Pd. Setelah itu penyampaian profil MAN IC oleh Kepala Madrasahnya, Syamsul Ma’arif, M.Pd. Kemudian dialog antar mahasiswa dan pihak MAN IC, lalu observasi sarpras dan pembelajaran di MAN IC.

MAN IC PAsuruan Jawa Timur termasuk salah satu MAN Rintisan Kementerian Agama yang berdiri sejak tahun 2017. Pada awal berdirinya, MAN IC ini masih beroperasi di Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur. Lalu sejak 2019, MAN IC ini sudah beroperasi di Kabupaten Pasuruan, di lahan seluas 10,8 hektar. Diantara ciri khas MAN IC adalah adanya upaya pengarusutamaan keilmuan saint berbasis agama. Sehingga dalam proses pembelajarannya, kegiatan-kegiatan yang bernuansa saintis dikedepankan, dan semua siswa siswinya wajib tinggal di asrama dengan pola pembinaan keagamaan melalui pengkajian kitab-kitab klasik keagamaan karya ulama-ulama salaf.

Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Fahmi menyampaikan maksud dan tujuan mahasiswa PAI melakukan studi lapangan di MAN IC Pasuruan. Mahasiswa PAI ingin belajar bagaimana strategi MAN IC ini dalam mengatasi kejenuhan belajar dan menghadapi keberagaman siswa serta pembinaan untuk studi lanjut alumni di perguruan tinggi negeri bergengsi di negeri ini. Studi ini bisa dikatakan bagian kecil dari praktikum kuliah bidang psikologi belajar PAI. Kaprodi PAI ini juga menyatakan ingin menggali hal-hal yang terkait dengan pengelolaan sekolah saint berbasis boarding schhol di MAN IC PAsuruan ini.

Kepala MAN IC Pasuruan kemudian menjelaskan tentang sejarah berdirinya MAN IC Pasuruan yang awalnya di Kanwil Kemenag Jatim dan kemudian punya lokasi sendiri di Kabupaten Pasuruan. Kementerian Agama mempunyai program-program madrasah rintisan memiliki kekhasan di antara madrasah-madrasah pada umumnya. Ada MAN-PK yang memiliki ciri khas mengutamakan program keagamaan. Ada MAN-IC yang memiliki nilai khas mengutamakan program saintis. Ada MAN-Kejuruan yang memiliki ciri khas mengutamakan program praktikum-kejuruan semacam SMK.

Syamsul Ma’arif selaku Kepala Madrasah juga menyampaikan bahwa 93 persen alumni MAN IC Pasuruan diterima studi lanjut di perguruan-perguruan tinggi negeri ternama di negeri ini, bahkan ada juga yang diterima di kampus luar negeri. Hal ini tidak terlepas dari upaya pembinaan yang dilakukan oleh guru-guru di MAN IC, disamping juga karena keseriusan belajar siswa siswi MAN IC Pasuruan Jawa Timur.

Dalam dialog, yang dipandu oleh Sekprodi PAI, Auliya Ridwan, M.Pd.I, MS., banyak pertanyaan menarik yang diajukan oleh mahasiswa PAI kepada pihak madrasah, antara lain: Bagaimana cara sekolah dalam menghadapi keberadaan siswa yang beragam. Kemudian bagaimana strategi guru dalam menghadapi kejenuhan siswa dalam belajar. Lalu apa yang dilakukan sekolah sehingga para alumninya banyak yang diterima studi lanjut di perguruan tinggi negeri bergengsi.

Pihak sekolah kemudian menjelaskan strateginya dalam menghadapi siswa yang beragam. Pihak MAN IC Pasuruan tidak pernah melakukan diskriminasi terhadap siswa manapun. Semua siswa diposisika setara sesuai dengan keberadaannya. Dalam mengatasi kejenuhan belajar siswa, model dan strategi guru dalam mengajar dilakukan secara variative, tidak monoton, bahkan pendekatan yang diterapkan dalam belajar adalah paradigma konstruktivistik, sehingga siswa siswi dapat mengembangkan kreativitasnya dalam proses belajar mengajar. Pihak sekolah juga membiasakan siswa siswi mengerjakan soal-soal dengan level HOTS (Higher Order Thinking Skills), sehingga Ketika lulus dan mengikuti tes seleksi masuk perguruan tinggi negeri bauik umum maupun keagamaan, mereka mayoritas lulus dan diterima karena sudah terbiasa mengerjakan sosal-soal HOTS.

By: Muhammad Fahmi

10 Agustus 2022

MENGAWAL MAHASISWA PAI DALAM STUDI MENGATASI KEJENUHAN BELAJAR DAN MERAIH PRESTASI DI MAN INSAN CENDEKIA PASURUAN

Pendidikan Agama Islam

Wednesday, 10 August 2022

MENGAWAL MAHASISWA PAI DALAM STUDI MENGATASI KEJENUHAN BELAJAR DAN MERAIH PRESTASI DI MAN INSAN CENDEKIA PASURUAN

Pada hari Rabu 10 Agustus 2022, rombongan mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam FTK UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya melakukan studi lapangan ke MAN Insan Cendekia (MAN IC) Pasuruan Jawa Timur. Dalam studi tersebut dilakukan paparan tentang maksud dan tujuan daripada kedatangan mahasiswa prodi PAI di MAN IC oleh Kaprodi PAI, Dr. Muhammad Fahmi, M.Hum, M.Pd. Setelah itu penyampaian profil MAN IC oleh Kepala Madrasahnya, Syamsul Ma’arif, M.Pd. Kemudian dialog antar mahasiswa dan pihak MAN IC, lalu observasi sarpras dan pembelajaran di MAN IC.

MAN IC PAsuruan Jawa Timur termasuk salah satu MAN Rintisan Kementerian Agama yang berdiri sejak tahun 2017. Pada awal berdirinya, MAN IC ini masih beroperasi di Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur. Lalu sejak 2019, MAN IC ini sudah beroperasi di Kabupaten Pasuruan, di lahan seluas 10,8 hektar. Diantara ciri khas MAN IC adalah adanya upaya pengarusutamaan keilmuan saint berbasis agama. Sehingga dalam proses pembelajarannya, kegiatan-kegiatan yang bernuansa saintis dikedepankan, dan semua siswa siswinya wajib tinggal di asrama dengan pola pembinaan keagamaan melalui pengkajian kitab-kitab klasik keagamaan karya ulama-ulama salaf.

Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Fahmi menyampaikan maksud dan tujuan mahasiswa PAI melakukan studi lapangan di MAN IC Pasuruan. Mahasiswa PAI ingin belajar bagaimana strategi MAN IC ini dalam mengatasi kejenuhan belajar dan menghadapi keberagaman siswa serta pembinaan untuk studi lanjut alumni di perguruan tinggi negeri bergengsi di negeri ini. Studi ini bisa dikatakan bagian kecil dari praktikum kuliah bidang psikologi belajar PAI. Kaprodi PAI ini juga menyatakan ingin menggali hal-hal yang terkait dengan pengelolaan sekolah saint berbasis boarding schhol di MAN IC PAsuruan ini.

Kepala MAN IC Pasuruan kemudian menjelaskan tentang sejarah berdirinya MAN IC Pasuruan yang awalnya di Kanwil Kemenag Jatim dan kemudian punya lokasi sendiri di Kabupaten Pasuruan. Kementerian Agama mempunyai program-program madrasah rintisan memiliki kekhasan di antara madrasah-madrasah pada umumnya. Ada MAN-PK yang memiliki ciri khas mengutamakan program keagamaan. Ada MAN-IC yang memiliki nilai khas mengutamakan program saintis. Ada MAN-Kejuruan yang memiliki ciri khas mengutamakan program praktikum-kejuruan semacam SMK.

Syamsul Ma’arif selaku Kepala Madrasah juga menyampaikan bahwa 93 persen alumni MAN IC Pasuruan diterima studi lanjut di perguruan-perguruan tinggi negeri ternama di negeri ini, bahkan ada juga yang diterima di kampus luar negeri. Hal ini tidak terlepas dari upaya pembinaan yang dilakukan oleh guru-guru di MAN IC, disamping juga karena keseriusan belajar siswa siswi MAN IC Pasuruan Jawa Timur.

Dalam dialog, yang dipandu oleh Sekprodi PAI, Auliya Ridwan, M.Pd.I, MS., banyak pertanyaan menarik yang diajukan oleh mahasiswa PAI kepada pihak madrasah, antara lain: Bagaimana cara sekolah dalam menghadapi keberadaan siswa yang beragam. Kemudian bagaimana strategi guru dalam menghadapi kejenuhan siswa dalam belajar. Lalu apa yang dilakukan sekolah sehingga para alumninya banyak yang diterima studi lanjut di perguruan tinggi negeri bergengsi.

Pihak sekolah kemudian menjelaskan strateginya dalam menghadapi siswa yang beragam. Pihak MAN IC Pasuruan tidak pernah melakukan diskriminasi terhadap siswa manapun. Semua siswa diposisika setara sesuai dengan keberadaannya. Dalam mengatasi kejenuhan belajar siswa, model dan strategi guru dalam mengajar dilakukan secara variative, tidak monoton, bahkan pendekatan yang diterapkan dalam belajar adalah paradigma konstruktivistik, sehingga siswa siswi dapat mengembangkan kreativitasnya dalam proses belajar mengajar. Pihak sekolah juga membiasakan siswa siswi mengerjakan soal-soal dengan level HOTS (Higher Order Thinking Skills), sehingga Ketika lulus dan mengikuti tes seleksi masuk perguruan tinggi negeri bauik umum maupun keagamaan, mereka mayoritas lulus dan diterima karena sudah terbiasa mengerjakan sosal-soal HOTS.

By: Muhammad Fahmi

10 Agustus 2022