Berita

UINSA Newsroom, Selasa (29/11/2022); “Kita sudah difasilitasi oleh pemerintah dengan infrastruktur fisik yang baik. Yang belum kita maksimalkan adalah suprastruktur akademik yang baik,”

‘Menakar UINSA Masa Depan’ menjadi sub judul dalam tema besar sambutan sekaligus paparan Rektor UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya pada opening ceremony kegiatan ‘Focused Group Discussion: Evaluasi Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru: SPAN-UM PTKIN, SNMPTN, SBMPTN, dan Mandiri Tahun 2022’ pada Senin, 28 November 2022.

Rektor UINSA Surabaya, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D., membuka sambutan dengan ajakan kepada segenap peserta agar bersama membangun kemuliaan UINSA Surabaya dengan kinerja akademik yang jempolan. Karena insfrastruktur yang baik perlu didukung pula dengan suprastruktur yang mumpuni. “Mental dibangun, kinerja dibangun, karena kita wakafkan diri kita, jiwa kita, pikiran kita untuk UIN,” ujar Prof. Muzakki.

UINSA Surabaya sebagai satker BLU, menurut Rektor, pada hakikatnya memiliki dwifungsi Government dan Corporate. Karenanya, pengelolaan UINSA Surabaya selayaknya industri akademik adalah keniscayaan. Beberapa tantangan yang dihadapi UINSA Surabaya di era academic industry antara lain Rencana Pemindahan Ibu Kota Jakarta ke IKN Nusantara, digitalisasi layanan, peningkatan produksi akademik, serta beban fiskal perguruan tinggi.

Ditegaskan Rektor, rencana pemindahan ibukota dari Jakarta ke IKN misalnya, secara tidak langsung akan menimbulkan pergeseran politik, ekonomi, sosial budaya, dan mobilitas sosial. “Pertanyaannya UINSA akan menyambut era baru seperti apa?” ujar Prof. Muzakki.  

Perihal digitalisasi, Rektor pun menginstruksikan transformasi besar-besaran pada layanan berbasis digital, guna menjaga efisiensi. Termasuk peningkatan produktifitas akademik dengan menginisiasi Rumah Publikasi dan Mall Publikasi. Kedua Inovasi ini direncanakan menjadi tempat konsultasi dan asistensi untuk publikasi karya ilmiah UINSA.

Terakhir, masih besarnya persentase fiskal kampus yang bersandar pada UKT menjadi tantangan lain yang juga harus segera diselesaikan. “2023 saya sudah mentargetkan setiap Dekan  Fakultas wajib menyetorkan pendapatan ke UINSA 500juta pertahun bukan dari RKA-KL tapi dari kerjasama dengan pihak ketiga,” tegas Prof. Muzakki.

“Karena tantangan kita yang luar biasa itu maka saya ingin menerjemahkan core values kita, Smart, Pious, and Honorable,” imbuh Prof. Muzakki.

Berdasarkan pada madzhab kinerja UINSA Surabaya, Core Values Smart diterjemahkan Rektor dalam cara kerja yang GPL (Gak Pakek Lama) dan Buy One Get Two. Pious diterjemahkan sebagai saleh dalam birokrasi atau Clean and Clear. Sedangkan Honorable berarti semangat kerja untuk menjadi bermanfaat serta filosofi Kereta Api, ‘Telat Tinggal, Menghalangi Tabrak!’

Selanjutnya dalam rangka mewujudkan visi kepemimpinan Rektor, ‘Menjadikan UINSA Surabaya sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri pertama yang masuk 10 besar universitas Islam terbaik di Asia,’ Rektor menegaskan bahwa target yang harus dicapai adalah UINSA as an Islamic Sociopreneur University. Target ini setidaknya memiliki 5 (lima) pilar meliputi Writers University, Pro-poor University, Home For Indonesian Islam, Entrepreneur University, dan Engaged University.

“Ibu bapak yang saya hormati, tugas kita ini tidak bisa kita lakukan kalau kita tidak satu barisan,” jelas Prof. Muzakki mengajak kepada peserta agar saling bahu-membahu membangun nama besar UINSA Surabaya.

Kegiatan opening ceremony ini pun dilanjutkan dengan sesi paparan terkait Evaluasi Kebijakan SPAN-UM PTKIN Tahun 2022. Hadir secara virtual, narasumber dari Panitia Nasional SPAN-UM PTKIN 2012 yakni Undang Syaripudin, S.H., M.Kom., Haris Setiaji, MT., Asep Indra Cahyadi, MT., dan Dr. Ali Ridho, M.Si.

Selanjutnya sesi Pleno I yang membahas terkait Progress Report Ketercapaian Hasil Penetapan Pleno Komisi Evaluasi SPAN-UM PTKIN Tahun 2020 dan 2021. Enam Pleno lainnya, menyusul pada FGD hari ke-dua dengan tema yang telah ditetapkan Tim Perumus Materi dari Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UINSA Surabaya. Pleno II terkait Analisis Evaluatif dan Demografi Peminat UIN Sunan Ampel Surabaya Tahun 2022; Pleno III terkait Analisis Evauasi Capaian Akademik; Pleno IV terkait Penetapan Pagu Mahasiswa Berdasarkan Ketersediaan Ruang dan Dosen Tetap Program Studi (DTPS); Pleno V terkait Evaluasi dan Mekanisme Jalur; Pleno VI terkait Mahasiswa Asing; dan Pleno VII trekait Evaluasi Penurunan Peminat, Identifikasi Kendala Layanan Penerimaan dan Promosi. (Nur-Alf/Humas)