Berita

KELOMPOK KKN 77 UINSA SUKSES SELENGGARAKAN PELATIHAN MARKETING DAN PENDAMPINGAN UMKM

UINSA Newsroom, Jumat (04/08/2023); Sebagai bentuk implementasi Pengabdian Masyarakat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya kembali mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi seluruh mahasiswa semester 6. KKN tahun 2023 ini diselenggarakan di 4 kabupaten, diantaranya Nganjuk, Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang. Ada beberapa tema yang diangkat untuk KKN tahun ini, salah satunya adalah tema UMKM dan Produk Halal.

Kelompok KKN 77 UINSA Surabaya yang ditempatkan di Desa Jatisari, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang termasuk yang mengambil bagian pada tema UMKM dan Produk Halal. Beberapa upaya yang dilakukan Kelompok KKN 77 untuk mengumpulkan data dan informasi terkait tema tersebut adalah dengan melakukan survei kepada masyarakat dan Forum Group Discussion (FGD) bersama Pemerintah Desa Jatisari.

Dari hasil survei dan FGD tersebut, Kelompok KKN 77 mendapatkan informasi bahwa masih minimnya pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang ada di Desa Jatisari. Hal ini terjadi karena masih kurangnya wawasan masyarakat terkait pengelolaan usaha, seperti produksi dan pemasaran. Meskipun begitu, masih ada Sugiati, seorang pelaku UMKM susu kedelai yang masih ada hingga saat ini walau dengan pengemasan yang sederhana.

Menanggapi realitas tersebut, Kelompok KKN 77 mengadakan kegiatan Pelatihan Marketing dan Pendampingan UMKM, dengan tema “Meningkatkan Potensi UMKM Susu Kedelai Melalui Strategi Pemasaran dan Pendampingan Bagi Komunitas Posyandu.” Komunitas Posyandu dipilih sebagai sasaran pelatihan karena komunitas ini dinilai dapat menjembatani penyaluran informasi kepada seluruh warga Desa Jatisari.

Pelatihan tersebut diselenggarakan pada hari Kamis, 3 Agustus 2023. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Jatisari ini turut mengundang Vina Kurniawati, S.T, M.E dari Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Lumajang sebagai narasumber. Ia menyampaikan materi tentang Kemasan dan Branding dalam Pemasaran Produk UMKM.

Dalam presentasinya, ia menyampaikan bahwa packaging is silent salesman. Kemasan, merk, dan logo merupakan bagian penting dalam pemasaran. Ia juga menjelaskan urgensi izin usaha bagi pelaku usaha. “Membuat izin usaha tidak sulit. Selama sistem tidak error, sehari (bisa langsung) jadi,” jelasnya. Ia pun ikut memberi saran marketing yang cocok bagi ibu rumah tangga yang memiliki usaha, yakni dengan metode direct marketing mouth to mouth.

Setelah presentasi dari Vina, kegiatan ini dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber lainnya, Sugiati, tentang cara pembuatan susu kedelai. Kelompok KKN 77 telah menyediakan alat dan bahan untuk para kader Posyandu dalam proses membuat susu kedelai. Dalam usahanya, Sugiati mengaku hanya menggunakan bahan-bahan alami, tanpa pernah mencampurnya dengan bahan pengawet. Ia juga menambahkan tidak ada rahasia khusus yang digunakan dalam pembuatan susu kedelai miliknya.

Adanya pelatihan ini disambut baik para kader Komunitas Posyandu yang menjadi target sasaran kegiatan ini. “Saya mengucapkan beribu-beribu terimakasih kepada adik-adik kami (dari) UINSA. Mudah-mudahan dengan adanya pelatihan ini bisa bermanfaat bagi semua masyarakat, terutama kepada semua kader-kader kami ini,” kata Kusmilah, Ketua Posyandu Anggrek Siaga Dusun Krajan 1 Desa Jatisari.

Dengan terselenggaranya Pelatihan Marketing dan Pendampingan UMKM ini diharapkan dapat menyadarkan pelaku UMKM yang ada di Desa Jatisari agar mereka bisa mengembangkan usahanya melalui inovasi pada bidang marketing dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Hal ini tentunya perlu mendapat perhatian lebih untuk meningkatkan pertumbuhan UMKM yang mampu menyesuaikan terhadap perkembangan perdagangan di dunia digital. Meskipun hanya produk susu kedelai, jika dikemas dengan menarik akan bisa menyejahterakan dan mengenalkan aset yang dimiliki oleh Desa Jatisari,” jelas Fathur Rozi selaku Ketua Pelaksana Pelatihan Marketing dan Pendampingan UMKM.