Berita
EMPAT MADZHAB UNTUK KINERJA HEBAT

UINSA Newsroom, Jumat (16/09/2022); Empat nilai budaya kerja menjadi kunci utama kinerja UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dibawah kepemimpinan Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D. Pada Jumat, 16 September 2022, UINSA Surabaya untuk kali kedua menggelar kegiatan, “Internalisasi Nilai-Nilai Budaya Kerja UIN Sunan Ampel Surabaya.” Bertempat di Blessing Hills Family Resort & Hotel Trawas Mojokerto, kegiatan ini digelar selama dua hari hingga Sabtu, 17 September 2022.

Nanang Kurniawan, S.Sos., M.M., Koordinator Bidang Organisasi dan Kepegawaian selaku Ketua Panitia Kegiatan menyampaikan laporan, bahwa kegiatan ini dimaksudkan guna mengenalkan empat nilai budaya kerja UINSA Surabaya. Empat nilai yang disebut ‘Madzhab Kerja’ ini diperkenalkan kepada 156 orang peserta kegiatan yang terdiri dari 147 JFU dan 9 Sub Koordinator pada UINSA Surabaya.

“Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kekompakan, melatih daya ingat, dapat dengan cepat membuat strategi, kreatifitas, inovasi, dan meningkatkan komitmen kerja setelah kegiatan ini,”terang Nanang Kurniawan, S.Sos., M.M.,

Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan (AUPK), Prof. Dr. Wiwik Setiyani, M.Ag., dalam sambutan atas nama Rektor pun menyampaikan sekilas tentang satu dari Empat Madzhab Kerja UINSA Surabaya, yakni GPL (Gak Pakek Lama). Prinsip ini, menurut Warek AUPK, bukan hanya tentang durasi penyelesaian kerja, tapi juga bagaimana sebuah pekerjaan memiliki pola yang terukur.

Dalam kesempatan ini. Warek AUPK juga menjelaskan terkait konsep budaya kerja PDCA (Plan Do Check Action). Yakni bahwa sebuah pekerjaan membutuhkan perencanaan yang matang sebelum dilaksanakan. Termasuk pentingnya melakukan evaluasi terhadap pekerjaan yang telah dilakukan. “Harapannya bapak/ibu semuanya yang dulunya biasa-biasa saja dalam bekerja, sekarang harus berubah menjadi luar biasa dengan pola pikir itu,” ujar Prof. Wiwik.

Sementara itu, Rektor dalam kesempatan paparan yang bertajuk, ‘Building Character Qualities: for the Smart, Pious, and Honourable Nation’ ini mengajak para peserta melakukan simulasi-simulasi sedehana untuk melatih kekompakan dan daya ingat peserta. Rektor menegaskan, bahwa segala macam perubahan itu perlu dilakukan bersama-sama agar tidak ada ‘suara sumbang’ dalam perjalanannya.

“Orang itu tergantung pimpinannya. Pimpinan itu, apa yang dilakukan dan dikatakan berpengaruh banget. Jangankan dalam bentuk SK yang saya tuangkan, yang saya ucapkan itu akan dianggap kebijakan. Para pemimpin di UIN itu apa yang diucapkan dengan yang dilakukan harus jelas.,” ujar Prof. Muzakki.

Rektor juga menegaskan, bahwa setiap perubahan akan dihadapkan langsung dengan perasaan tidak nyaman karena belum terbiasa. Lebih lanjut disampaikan Rektor, bahwa rasa nyaman yang berulang seringkali menimbulkan rasa aman dan pada akhirnya menyebabkan seseorang menjadi anti perubahan.

Perubahan, lanjut Rektor, juga berimplikasi pada munculnya kebijakan baru. “Pemimpin itu yang dikatakan harus sama dengan yang dilakukan. Jika tidak, anak buahnya akan bingung. Pimpinan juga jangan gampang mengeluarkan pernyataan karena kalau tidak clear pernyataan kita itu akan dianggap sebagai kebijakan,” imbuh Prof. Muzakki.

Selanjutnya, selain GPL, Madzhab Kerja yang kedua adalah buy one get two. Yakni upaya meningkatkan pendapatan sehingga fiskal kampus tidak dominan bergantung pada UKT (Uang Kuliah Tunggal).

Ada dua kehendak besar UINSA Surabaya dibawah Komando Prof. Muzakki. Pertama, tentang tekadnya untuk menjadikan UINSA Surabaya sebagai PTKIN pertama yang masuk menjadi 10 Perguruan Tinggi Islam Terbaik di Asia. Kedua, UINSA Surabaya dalam 3 tahun mendatang (2025) harus beralih status dari Satker BLU menjadi PTNBH.

Madzhab ketiga, yakni prinsip kerja Kereta Api yang mengutamakan disiplin waktu serta birokrasi sesuai jalur. Keempat, Prinsip clean and clear. Clean on paper, beres secara administratif. Serta ‘clear’ secara spiritual. Menghindari sepenuhnya praktik-praktik kerja yang menjurus pada nepotisme.

Kegiatan pun dilanjutkan pesan motivasi dari tim fasilitator lokasi. Tim fasilitator dari TIGO Outbound And Training ini menghadirkan motivator, Askan Setia Budi. Kegiatan hari pertama pun kemudian ditutup dengan giat renungan dan malam keakraban. (Nur-Chy/Humas)