Berita

Pendidikan Agama Islam

Wednesday, 31 August 2022

DEMI MEWUJUDKAN DIGITALISASI DALAM PROSES PENYELESAIAN SKRIPSI, PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)  BERIKAN COACHING PADA MAHASISWA

       Menyongsong masa perkuliahan semester gasal tahun akademik 2022/2023, pada Rabu 31 Agustus 2022, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya menyelenggarakan coaching pada mahasiswa.Tujuan dari kegiatan coaching di awal semester ini adalah untuk mempersiapkan mahasiswa dalam proses penyelesaian skripsi. Kegiatan yang dilaksanakan secara luring di Gedung Fakultas Tarbiyah kali ini dihadiri oleh Ketua Program Studi PAI yaitu Bapak Dr. Muhammad Fahmi, S.Pd.I, M. Hum, M.Pd. beserta sekretaris prodi yaitu Bapak Auliya Ridwan, M.Pd.I, M.Sc. Kegiatan coaching tahap 1 tersebut diikuti oleh 40 (empat puluh) mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI).

         Dalam sambutannya, Bapak Dr. Muhammad Fahmi, S.Pd.I, M. Hum, M.Pd. menyampaikan bahwa skripsi merupakan tahap akhir dari perkuliahan mahasiswa yang harus benar-benar dipersiapkan, mulai dari proses pengajuan judul sampai tahap sidang skripsi. Rangkaian proses tersebut akan lebih mudah bila diawali dengan coaching terkait cara merumuskan masalah yang akan diangkat sebagai judul penelitian. Terlebih dengan adanya digitalisasi melalui aplikasi SINAU, secara teknis mahasiswa akan lebih mudah melakukan rangkaian proses penyelesaian skripsi. Beliau juga menyampaikan harapan kepada mahasiswa prodi PAI agar meningkatkan kedisiplinan dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan skripsi untuk mencapai hasil yang maksimal serta dapat lulus tepat waktu.

          Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi  terkait cara menentukan judul skripsi yang disampikan oleh Bapak Auliya Ridwan, M.Pd.I, M.Sc. Beliau memberikan arahan bahwa dalam menentukan judul skripsi itu sangat mudah. Inspirasi judul skripsi bisa didapatkan dari isu/masalah yang ada disekitar kita. Bahkan pengalaman mahasiswa selama menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) maupun Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) juga dapat dijadikan sebagai bahan inspirasi pembuatan judul skripsi. Karena selama KKN maupun PLP tentu saja mahasiswa mendapatkan informasi terkait banyak hal, seperti kondisi sosial geografis masyarakat sekitar, pola hidup, serta permasalahan dalam bidang pendidikan yang ada di lingkungan tersebut. Setiap mahasiswa pasti mendapatkan pengalaman dan melihat masalah yang timbul dari sudut pandang yang berbeda.

         Setelah dilakukan brainstorming, mahasiswa diberikan waktu untuk mengingat kembali pengalaman mereka selama menjalani KKN di lokasi masing-masing. Selang beberapa waktu, mereka diminta untuk menyampaikan secara lisan tentang pengalaman menarik di tempat KKN. Kemudian, salah satu mahasiswa menceritakan pengalaman selama KKN di Minahasa Utara. Salah satu kabupaten yang berada di Pulau Sulawesi ini tergolong daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Tertinggal berarti memiliki kualitas pembangunan yang rendah, dimana masyarakatnya kurang berkembang dibandingkan dengan daerah lain dalam skala nasional. Lalu dari sisi geografis berada di daerah terdepan dan terluar wilayah Indonesia. Berdasarkan pengalaman mahasiswa tersebut, ada hal menarik terkait pendidikan anak-anak di daerah tersebut, di mana Islam sebagai agama minoritas, sehingga banyak anak-anak yang baru belajar Islam dan mengenal syahadat di usia 10 tahun, karena sejak kecil mereka lebih banyak beraktivitas dan belajar di lingkungan non muslim. Hingga ada seorang relawan yang pada akhirnya mendirikan sekolah Islam, itupun dengan keterbatasan sarana dan prasarana.

         Dari pengalaman ini, kemudian Bapak Auliya Ridwan, M.Pd.I, M.Sc., memberikan arahan kepada mahasiswa tersebut untuk memetakan kondisi sosial, geografis, serta masalah-masalah yang ada dengan membuat mind mapping, sampai pada akhirnya mahasiswa tersebut dapat menentukan judul skripsi dari pengalaman selama menjalankan KKN. Contoh tersebut kemudian diikuti seluruh peserta coaching. Mereka satu per satu menuliskan judul pada selembar kertas dan memberikan kepada dosen selaku coach untuk diberikan saran dan perbaikan. Tidak harus pengalaman selama KKN, kondisi lingkungan sekitar atau sosial masyarakat yang sedang dihadapi saat ini, atau pengalaman pada PLP yang akan dilaksanakan pada semester ini pun juga dapat dijadikan sebagai bahan inspirasi pembuatan judul skripsi.

         Karena keterbatasan waktu, kegiatan ini akan di follow up lebih lanjut pada hari berikutnya. Sebelum kegiatan coaching berakhir, dilanjutkan dengan bimbingan terkait prosedur penyelesaian skripsi yaitu mulai pengajuan judul skripsi sampai pada pendaftaran sidang skripsi secara digital melalui aplikasi SINAU. Semua peserta diminta untuk membuka aplikasi SINAU melalui gadget masing-masing. Kemudian dijelaskan langkah-langkah proses mengajukan judul tersebut. Mahasiswa tampak antusias dan memahami apa yang disampaikan coach. Dengan demikian, terlaksana sudah kegiatan coaching dalam upaya  mewujudkan digitalisasi dalam proses penyelesaian skripsi.