Berita

Tarbiyah dan Keguruan

Wednesday, 31 August 2022

Berikan Penghormatan Terakhir Kepada Dekan Fakultas Tarbiyah Pertama IAIN Sunan Ampel, FTK adakan "Hasan Anwar Memorial Lecture"

Rabu, 31 Agustus 2022, Pukul 09.00 hingga 11.00 telah dilaksanakan kegiatan Hasan Anwar Memorial Lecture secara hybrid: offline di ruang meeting FTK dan  online melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini digelar dalam rangka memberikan penghormatan dan doa kepada sosok Guru Bapak Hasan Anwar selaku Dekan pertama Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Surabaya yang telah wafat pada Sabtu, 27 Agustus 2022 lalu. Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Prof. Dr. H. Ali Mudhofir, M.Pd, keluarga besar Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dari kalangan Dosen dengan Tugas tambahan, Dosen, Tenaga pendidikan, serta dari keluarga almarhum Bapak Hasan Anwar di layar zoom.

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Prof. Dr. Muhammad Thohir, M.Pd memberikan sambutan sekaligus membuka acara. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan duka yang mendalam dari keluarga besar FTK atas wafatnya Guru Hasan Anwar. 

Warek Bidang akademik Prof. Dr. H. Ali Mudhofir, M.Ag, selanjutnya dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa jasa-jasa pendahulu kita adalah yang lebih utama dibandingkan apa yang telah kita upayakan hari ini. Oleh sebab itu kegiatan-kegiatan untuk mengenang jasa dan jerih kebaikan para pendahulu kita ini hendaknya menjadi tradisi yang kita jaga.

Keluarga besar almarhum, diwakili anak pertama yakni Bapak M. Indra Gunawan menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya atas acara yang digelar FTK UINSA untuk almarhum sang Bapak. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya jika semasa hidup Bapak Hasan Anwar di UINSA terdapat kesalahan-kesalahan yang disengaja maupun tidak. Belaiu juga menyampaikan pesan Sang Bapak kepada UINSA agar aset UINSA di Bojonegoro tetap dijaga.

Doa bersama secara khidmat dipimpin oleh Prof. Dr. Saiful Jazil, M.Ag. Seluruh undangan yang menghadiri pertemuan baik secara luring dan daring mendoakan agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Allah S.W.T dan keluarga yangditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran serta keikhlasan. 

Acara dilanjutkan dengan testimoni dari kerabat dan dosen hingga puncaknya adalah testimonial lecturr oleh Prof. Dr. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D.

Dalam pidatonya, Prof. Masdar menyampaikan bahwa Beliau (Bapak Hasan Anwar) merupakan sosok Guru yang “utun”, selalu memperhatikan dan mengurusi mahasiswa-mahasiswanya, seolah-olah petani yang selalu merawat dan membesarkan tanamannya sampai berbuah. “Saya atau Kita adalah produk-produk akademis dari ketelatenan tersebut.”

“Beliau merupakan sosok yang jauh dari unnsur pencitraan, namun fokus pada pengabdian ikhlas mendidik dan dengan segala kesederhanaan meskipun sebagai seorang dekan. Hal ini sangat berbeda dengan kondisi sekarang yang sangat dimudahkan dan dimanjakan dengan teknologi. Kedisiplinan, ketaat azasan serta Kesederhanaan beliau inilah yang patut untuk diteladani bersama”.

Hal-hal yang perlu kita warisi dari beliau dan kita Tarik dalam kehidupan saat ini antara lain:

Academic Integrity- Jangan sampai  menggantikan tugas pendidik dengan semata kesejahteraan material. Betapa gaya hidup yang serba Lux akan menjadi tekanan untuk menerjang beberapa batas-batas agama.

Ruh mendidik (Ruhul Mudarris)- Menjadi pendidik hakikatnya adalah panggilan jiwa/passion sehingga ketika kita berhadapan dengan realitas pembelajaran semakin menemukan kebermaknaan

Seorang Pendidik bukan hanya melakukan transfer of knowledge tapi juga transfer of value. Hal ini hanya bisa dilakukan ketika kita benar-benar mengawal mahasiswa-mahasiswa kita.Kita berkwajiban untuk mencerdaskan anak2 kita sebagai pribadi yang berakhlakul karimah, cerdas akademik dan spiritual.

Kematian adalah pengingat bagi yang hidup. Kematian adalah jembatan yang menghubungkan orang yang mencintai dan dengan yang dicintainya. Di moment “Hasan Anwar Memorial Lecture” kita dapat mengambil pelajaran dari sosok almarhum, bahwa di masa hidupnya hingga akhir hayatnya, beliau merupakan sosok pemimpin, orang tua, guru yang menjadi mata air jernih bagi siapapun yang mau belajar tentang pendidikan, kehidupan, dan kebaikan. Kini, sosok bersahaja itu (Alm. Hasan Anwar) telah meninggalkan kita selama-lamanya. Selamat Jalan Pak, semoga kami mampu meneladani dan meneruskan perjuangan Bapak.