Berita

UIN Sunan Ampel Surabaya

Saturday, 20 August 2022

AKHLAK ADALAH MODAL PENTING; PESAN REKTOR PADA WISUDA KE-100 UINSA SURABAYA

UINSA Newsroom, Sabtu (20/08/2022); Lagu ‘Buih Jadi Permadani’ menggema di Gedung Sport Center and Multipurpose. Terdengar syahdu dan istimewa. Terutama karena lagu yang pertama kali dipopulerkan Exist, Grup Musik asal Malaysia ciptaan Saari Amri bin Jusoh itu disenandungkan langsung Rektor UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya pada kesempatan Sidang Senat Terbuka Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Wisuda ke-100 Program Doktor, Magister, dan Sarjana Semester Genap Tahun Akademik 2021/2022.

Wisuda ke-100 UINSA Surabaya ini digelar bertahap selama dua hari pada Sabtu dan Ahad, 20-21 Agustus 2022. Digelar di Gedung Sport Center and Multipurpose total wisudawan yang dikukuhkan sebanyak 1.328 wisudawan.

Dikukuhkan pada sesi pertama, Sabtu 20 Agustus 2022, sebanyak 660 Wisudawan. Terdiri dari Program Magister 26 wisudawan dan Doktor 131 Wisudawan. Selanjutnya pada Program Sarjana dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) 170 Wisudawan, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) 288 Wisudawan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 34 Wisudawan, Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) 11 Wisudawan.

Hadir di kursi tamu undangan, diantaranya Kabiro AAKK, Dr. Mamat Salamet Burhanudin, M.Ag.; Dr. Dwi Astuti, M.Si., Wakil Ketua IKA UINSA; Mitra Strategis Bank; Prof. Anwar Sanusi, Ph.D., Sekjen Kemnaker RI; serta Pengurus Dharma Wanita Persatuan.

Prof. Anwar Sanusi, Ph.D., Sekjen Kemnaker RI, dalam kesempatan ini hadir mewakili Menteri Ketenagakerjaan RI, Dr. Dra. Hj. Ida Fauziyah, M.Si., yang juga merupakan Ketua IKA UINSA Surabaya. Pada kesempatan ini, Prof. Anwar menyampaikan terkait tantangan pembangunan ketenagakerjaan Indonesia. Ketenagakerjaan menjadi hal yang fundamental terutama karena terkait dengan tiga hal pokok dalam hidup manusia yakni, sandang, pangan, dan papan.

Indonesia saat ini, menurut Prof. Anwar, berada dalam periode waktu Bonus Demografi. Dimana proporsi usia kerja lebih besar daripada proporsi bukan usia kerja. Potensi ini dapat menjadi peluang yang baik untuk mengkonversi bonus demografi menjadi bonus ekonomi.

Sementara itu, Rektor UINSA Surabaya, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D., dalam sambutan pelepasan wisudawan pun menyampaikan pesan agar para wisudawan senantiasa menjaga akhlak sebagai modal dasar. Empat tahun masa kuliah, menurut Rektor, menjadi masa pendadaran guna mempertebal garis pengetahuan dan memperkuat akhlak.

“Jangan kehilangan akhlak, itu modal penting. Ilmu kita semua bisa peroleh. Hari ini adik-adik wisudawan jauh punya akses untuk mencerdaskan diri dibanding generasi sebelumnya. Tetapi jangan kehilangan akhlak,” ujar Prof. Muzakki menegaskan. Karena Akhlak, menurut Rektor, menjadi pembeda bagi wisudawan UINSA Surabaya dibanding kampus lain.

Kendati telah menyandang gelar akademis, Rektor juga berpesan kepada wisudawan agar tidak ‘sok pintar’ terutama terhadap guru dan orangtua. “Karena kita tidak pernah tahu, doa siapa yang akan mengantarkan kita sukses di masa yang akan datang. Masa depan adik-adik adalah hari ini. Wisuda hari ini adalah sarana untuk bridging masuk ke pasar kerja yang sesungguhnya,” pesan Prof. Muzakki.

Rektor secara khusus juga menyerahkan kembali para wisudawan kepada orangtua. Sekaligus  menyampaikan permohonan maaf jika masih terdapat kekurangan dalam memfasilitasi para wisudawan selama berkuliah di UINSA Surabaya. “Adik-adik, teman-teman wisudawan jangan pernah lupa, hubungi kami. Isi treacer studies, studi pelacakan alumni. Kabari kami sampean ada dimana setelah ini,” imbuh Prof. Muzakki mengingatkan.

“Kuberharap engkau mengerti, Di hati ini, hanya ada Pak Muzakki,” Senandung lagu ‘Ojo Dibandingke’ dari Paduan Suara Mahasiswa UINSA Surabaya pun menyemarakkan momen sakral bagi wisudawan tersebut. (All/Humas)