Berita

@adminuinsa

Monday, 7 March 2022

UINSA DUKUNG PENUH RESPONSI KEBENCANAAN BERBASIS WARGA LOKAL

UINSA Newsroom, Senin (07/03/2022); Selain konsen pada pemulihan komunitas (community recovery) pasca tanggap darurat bencana Erupsi Semeru ujung 2021, UINSA mendukung penuh inisiatif lokal responsif bencana. Hal ini disampaikan Koordinator Lapangan Tim Relawan UINSA Peduli Semeru Chapter III setelah intensif komunikasi dengan warga yang bertekad mengoptimalkan kesiapsiagaan bencana secara lebih berkelanjutan berbasis sumber daya lokal. “Ini membuktikan bahwa gagasan kemandirian dalam banyak hal seperti ini masih sangat kaya dan berkembang di tengah masyarakat,” tutur Helmi Umam. Niat UINSA untuk menjaga mutu layanan akademiknya kepada publik jadi semakin relevan dengan model University-Community Engagement (UCE).

Dijelaskan Helmi Umam, bahwa sebagai gagasan yang lahir dari bawah, peluang keberlanjutannya tentu akan lebih besar dibandingkan ketika ide sejenis yang datang dari atas. Menggeliatnya program penguatan masyarakat di beberapa tempat tidak jarang diduplikasi begitu saja oleh tempat lain, tanpa memperhatikan kesiapan sumber daya lokal. Di beberapa contoh, program latah dan duplikasi seperti itu biasanya tidak kuat menjaga kelangsungannya dan cepat menghilang.

“Ada harapan besar ketika kehendak datang dari warga, sehingga tugas perguruan tinggi adalah membersamai, mendukung, dan belajar penguatan bersama-sama masyarakat. Pada model UCE, Perguruan Tinggi tidak hanya memberi layanan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menerima banyak pembelajaran dari masyarakat,” terang Helmi Umam.

Bentuk dukungan UINSA kepada inisiatif ini, lanjut Helmi Umam, sudah dilakukan secara praktis dengan membantu sumber lokal Oro-Oro Ombo Pronojiwo Lumajang menyiapkan area yang nanti menjadi posko bersama warga. Posko yang berdiri di atas tanah warga yang dipinjamkan ini merupakan pusat kegiatan yang berkaitan langsung dengan kesiapsiagaan bencana Semeru. “Kita ini tinggal tepat di bawah lereng Semeru yang setiap saat harus bersiap-siap ketika terjadi sesuatu dengan Semeru,” tutur Bayu, Koordinator Relawan Lokal setempat. Selain membantu menyiapkan lahan, UINSA juga memberi dukungan awal berupa bahan material yang sekiranya cukup untuk membangun landasan Posko.

Selanjutnya, melalui program-program yang lebih stabil, kemitraan ini akan dilanjutkan UINSA melalui unit LPPM, progam KKN, maupun melalui paket kerja sama dari unit yang lain. Topik responsi kebencanaan yang hari-hari ini paling dibutuhkan masyarakat Lumajang tentu bisa menjadi perhatian bersama antara UINSA, pemerintah Kabupaten Lumajang, serta stake-holders terkait seperti BPBD, BAZNAS, dan lainnya. “Inisiatif awal dari titik yang terbatas ini diharapkan berhasil menjadi model kesiapsiagaan kebencanaan berbasis kemandirian sumber daya lokal,” tukas Helmi Umam penuh harap. []