Berita

Surabaya, 4 Agustus 2023 – Acara Studium General dengan tema “Sastra Indonesia: Jalinan Impian dan Prospek di Masa Mendatang” berhasil digelar dengan sukses pada tanggal 4 Agustus 2023. Acara yang berlangsung di Aula FISIP Kampus UINSA Gunung Anyar, Jalan Dr.Ir.H. Soekarno No. 682 Surabaya, ini dihadiri oleh para mahasiswa, dosen, serta pihak terkait dalam dunia sastra dan budaya.
Narasumber yang dihadirkan pada acara ini adalah Prof. Dr. Anas Ahmadi, S.Pd., M.Pd., seorang Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia dari Universitas Negeri Surabaya, serta Rizky Abrian, M.Hum. Acara ini turut dimeriahkan oleh kehadiran moderator, Novia Adibatus Shofah, M.Hum., yang secara cermat mengarahkan diskusi dengan narasumber. Pembawa acara, Athifah Zukhruf, dengan apik memandu rangkaian acara.
Acara ini juga diawali dengan sambutan dari Kepala Program Studi Sastra Indonesia, Haris Shofiyuddin, M.Fill.I., yang menjelaskan pentingnya acara ini sebagai forum interaktif untuk berdiskusi mengenai prospek dan peluang di bidang sastra Indonesia.
Dalam diskusi tersebut, para narasumber dan peserta acara mengulas tentang kehadiran mahasiswa Sasindo yang memiliki ciri-ciri khas dan potensi besar. Mahasiswa ini dijuluki sebagai mahasiswa Sasindo yang prospektif, yang memiliki beragam karakteristik unik seperti otonom, spontan, humor filosofis, dan lain sebagainya. Diskusi juga menyoroti peran personal branding dalam membangun identitas diri dan mengembangkan prestasi. Sebagai contoh, Dosen UIN Sunan Ampel ini menyampaikan sebuah pengalamannya sebagai pengajar BIPA. “Perjalanan yang besar, tidak akan bisa berlangsung satu malam. Jika kalian sudah menentukan tujuan, mari kita susun mulai sekarang,” tutur Rizki Abrian, mengingatkan kepada mahasiswa bahwa usaha untuk sukses tidak ada yang instan.
Narasumber juga menyoroti berbagai prospek karir yang dapat dikejar oleh mahasiswa program studi Sastra Indonesia, termasuk menjadi sastrawan, peneliti sastra, penerjemah budaya, penulis, wartawan, guide literer, guru, dan dosen. Keberagaman pilihan karir ini menunjukkan bahwa program studi sastra Indonesia tidak hanya mengejar pengembangan keterampilan linguistik, tetapi juga membuka peluang luas di berbagai bidang yang berkaitan dengan sastra dan budaya. “Pelaut andal tidak ditempa di laut tenang, tetapi ia berjuang di laut bergelombang,” pesan Prof. Anas Ahmadi.M.Pd.
Acara Studium General ini berhasil memberikan wawasan yang berharga bagi para peserta mengenai peran dan prospek di dunia sastra Indonesia. Diharapkan, informasi dan pandangan yang dibagikan dalam acara ini dapat memberikan motivasi dan inspirasi bagi mahasiswa Sastra Indonesia dalam meraih masa depan yang cerah dalam dunia sastra dan budaya. (end)