Berita

Penulis: Maretta Dwi Kurniasanti

Editor: Nur Maliyah Nisa Mardiyah

FORMA (05/02) – Misi Kemanusiaan dan Pelatihan Praktis Dakwah 2023, Sentuhan Kasih Bersama Orang Asli Jeli, Kelantan pada tanggal 10-13 November 2023 di Desa Adat Sungai Rual, Jeli, Kelantan. Tujuan diadakan Misi Kemanusiaan dan Pelatihan Praktis Dakwah 2023 adalah untuk membangun kedekatan bersama Orang Asli Jeli, Kelantan. Acara ini didampingi oleh dosen dan mahasiswa dakwah dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), dengan kerjasama antara Pusat Studi Dakwah dan Kerimbrian, Klub Studi Dakwah dan Kepemimpinan (JAKMA), Klub Masyarakat Kesejahteraan Islam Malaysia (PERKIM), Majlis Agama dan Adat Melayu Kelantan (MAIK), Departemen Pembangunan Masyarakat Adat (JAKOA), dan Departemen Pembangunan Islam Malaysia (JAKIM).

Dalam sebuah perjalanan yang penuh keberanian dan dedikasi, kelompok peserta Latihan Amali Dakwah (LAD) menuju Kelantan, Malaysia. Perjalanan  ditempuh selama sekitar 6 jam dari UKM Bangi, untuk menyebarkan cahaya dakwah dan memberikan sentuhan kemanusiaan kepada  Orang Asli Sg Rual di Kampung Menok. Dalam misi ini, peserta LAD tidak hanya menjalankan tugas dakwah, tetapi juga membawa misi kemanusiaan yang mendalam. Proses pemahaman akan pentingnya membantu komunitas yang membutuhkan dan memberikan dukungan yang tak terhingga ditanamkan kepada peserta LAD.

Ketika tiba di kampung, peserta LAD disambut dengan kehangatan dan keramahan oleh Orang Asli Sg Rual. Berbagai kegiatan yang dirancang untuk memperkuat hubungan dan menciptakan ikatan emosional yang mendalam antara peserta LAD dan masyarakat setempat dilaksanakan dengan baik. Hal itu membuka lebih luas padangan Penulis tenang dunia luar, bahwa di Malaysia terdapat suku-suku pedalaman yang masih sama dengan Indonesia. Bahasa yang digunakan sedikit berbeda dengan bahasa Melayu. Namun, terdapat bahasa tersendiri yang terkadang kurang dipahami oleh orang Melayu. Oleh karena itu, perbedaan antara bahasa Melayu dengan Orang Asli Kelantan gunakan seperti: Ambo/kawe/sayo -Saya, Demo/awok  -Awak, Mung  -Engkau, Dio  -Dia, Awe  -Lelaki muda, Mek  -Perempuan muda, Jjate  -Lelaki, Ttino  -Perempuan.

Selama beberapa hari, peserta LAD mengajar dengan berbagi pengetahuan tentang agama dan kehidupan sehari-hari kepada Masyarakat Orang Asli Jeli. Proses pertukaran cerita dan pengalaman dilakukan antara peserta LAD dan Orang Asli Sg Rual untuk memperkaya perspektif dan pemahaman bersama. Dibalik itu semua, peserta LAD menemukan sebuah fakta bahwa air bersih, pangan, dan pakaian merupakan kebutuhan yang kurang dalam pencukupannya bagi Orang Asli Sg Rual. Oleh karena itu, bantuan yang diberikan sangat berarti bagi Orang Asli Sg Rual.

Misi kemanusiaan ini melibatkan banyak kegiatan berbagi kasih, seperti sumbangan sembako, fun games, pemberdayaan Orang Asli Sg Rual dengan edukasi keagamaan, bantuan kesehatan, konseling, dan praktik bimbingan konseling yang sesuai dengan program studi praktik mahasiswa dakwah. Selama misi ini, peserta belajar banyak hal dan menjalin kedekatan dengan masyarakat setempat. Dalam Pelatihan Praktis Dakwah 2023, peserta diberikan pemahaman tentang pentingnya membangun hubungan yang mendalam dengan Allah SWT, diri sendiri, dan sesama manusia. Pelatihan ini melibatkan dosen dan mahasiswa dakwah dari UKM Malaysia yang ahli di bidangnya, serta melibatkan interaksi langsung dengan Orang Asli Jeli, Kelantan.

Orang Asli adalah suku bangsa pribumi yang mendiami kawasan pedalaman dan hutan di Malaysia. Di Kelantan, terdapat beberapa kelompok Orang Asli yang menjalani kehidupan tradisional, dan suku-suku yang ada di Kelantan bernama suku Batek, Temiar, Jahai, Cheng Wong, dan Kuala. Suku-suku tersebut tinggal di kawasan pedalaman dan hutan, serta nuansa kehidupannya bersifat kuat dalam unsur tradisional. Selain itu, aktivitas ekonomi yang dilakukan adalah berburu, meramu, dan pertanian sederhana.

Penulis ingin mengetahui lebih dalam mengenai Orang Asli, dan bertanya langsung dengan mereka “Bagaimana cara Orang Asli medapatkan pasokan kebutuhan Pokok?” , dan salah satu orang asli menjawab “Kami memenuhi pasokan kebutuhan setiap 1 bulan sekali pergi ke pusat kota tidak terlalu jauh cukup ditempuh 40 menit dengan mobil bagi mereka yang punya”, Penulis melajutkan pertanyan “Apakah dari  Kerajan Malaysia juga memberikan bantuan kepada orang Asli? , orang asli menjawab “ Ya, kami mendapatkan bantuan dari kerajaan Malaysia seperti rumah gratis, bantuan dana seiap 1 bulan sekali, dan pendidikan gratis unuk TK-SMA, dan kesehatan” dan Penulis disini menyimpulkan bahwa kaum orang asli ini tidak terlalu teringgal karna masih diperhatikan dengan baik oleh pihak Kerajaan, serta masih dapat akses internet yang layak, serta wajah orang pedalaman ini mirip seperti orang Papua, NTT yang ada di Indonesia.

Acara ini menjadi kesempatan berharga bagi peserta untuk memperluas pemahaman mereka tentang pentingnya Sentuhan Kasih dalam dakwah dan meningkatkan keterampilan praktis mereka dalam berkomunikasi dan menyebarkan dakwah dengan penuh kasih. Melalui misi kemanusiaan ini, peserta LAD belajar tentang arti kebersamaan, empati, dan kepedulian yang mendalam terhadap sesama. Mereka menyaksikan perubahan positif yang terjadi di antara masyarakat Orang Asli Sg Rual dan Penulis merasa terhormat dapat menjadi bagian dari perjalanan ini. Misi kemanusiaan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, tetapi juga membawa inspirasi dan pembelajaran berharga bagi peserta LAD yang membantu dalam proses pertumbuhan sebagai individu yang lebih peka dan peduli terhadap ruang lingkup di sekitar. Ucapan terima kasih dihaturkan kepada semua pihak yang terlibat dalam Kegiatan LAD ini. (repost; Sumber asli dari FORMA Lembaga Pers Mahasiswa)