Berita

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Ampel menggelar seminar kewirausahaan atas kerjasama antara UIN Sunan Ampel Surabaya dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan mengusung tema Meramu Ide dalam Sociopreneurship untuk Kebangkitan Ekonomi Pasca Pandemi. Kegiatan yang diselenggarakan di gedung Twin Tower Lt.9 UIN Sunan Ampel Surabaya ini dihadiri tidak hanya dari mahasiswa FEBI, melainkan dari berbagai mahasiswa yang ada di UIN Sunan Ampel Surabaya, bahkan dari luar kampus, seperti mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan Fakultas EKonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (UNAIR).

Kuliah kewirausahaan yang berlangsung selama 3 jam ini disampaikan secara langsung oleh H. Mulyono, SE., MM., selaku senior vice president PT. Pegadaian Regional Office Surabaya, kemudian Arief Budiono, ST., MM., dari Indonesia Digital Start Up Founder SDSF, dan H. Sulaiman dari Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pengusaha Santri Indonesia.

Mulyono, SE., MM., mendapatkan kesempatan pertama untuk menyampaikan materi pada perkuliahan kewirausahaan pemuda tersebut. Bapak Mulyono sapaan akrabnya berpesan kepada para mahasiswa agar senantiasa belajar dalam dunia wirausaha. “Saya sampaikan bahwa realita di dunia nyata itu terkadang berbeda jadi kalian sebagai mahasiswa harus tetap fokus dalam belajar dan hati-hati dalam berinvestasi serta berwirausaha agar terhindar dari hal yang merugikan” ujar H. Mulyono, SE., MM.

Selanjutnya, Arief Budiono, ST., MM. selaku narasumber kedua menyampaikan bahwa seorang wirausaha harus kreatif dan menghasilkan inovasi. “Seorang wirausaha ialah seorang yang memiliki karakteristik percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, pengambilan risiko yang wajar, kepemimpinan yang lugas, kreatif menghasilkan inovasi, serta berorientasi pada masa depan” ucap Arief Budiono, ST., MM.

Pemaparan materi terakhir disampaikan oleh H. Sulaiman yang menekankan bahwa seorang wirausahawan harus pandai dalam menganalisis dan mengembangkan peluang berwirausaha. “Seorang wirausaha harus pandai membaca  dan menganalisis peluang. Tidak cukup sampai disitu, sama seperti sepak bola, perlu untuk digiring dan digelandang hingga mendapatkan strike dan kemudian dikembangkan untuk mendapatkan peluang–peluang baru hingga kita mendapatkan laba”, ungkap H. Sulaiman.

Kegiatan kuliah kewirausahaan pemuda diakhiri dengan sesi diskusi tanya jawab yang dipandu oleh Ibu Ade Irma Suryani Lating, M.S.A., selaku moderator dalam kegiatan tersebut. [nnj]