Berita

Rabu, 05 Oktober 2022 Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah kembali mengadakan Kuliah Tamu pada mata Kuliah Pendidikan Inklusi bertema “Penelitian dalam Pendidikan Innklusif”. Acara yang dihadiri oleh 100 lebih mahasiswa semester 3 (tiga) yang mengampu mata kuliah Pendidikan Inklusi antusias dalam menyimak pemaparan materi dari narasumber yang merupakan Tim Ahli Pokja Pendidikan Inklusi endis Kemenag dan Dosen UIN Sunan Kalijaga UIN Sunan Kalijaga.  

Acara dibuka langsug oleh Prof. Dr. Hj. Zumrotul Mukaffa, M.Ag yang merupakan dosen pengampu mata kuliah Pendidikan inklusi. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan terimakasih kepada narasumber karena telah berkenan meluangkan waktu memberikan materi kepada mahasiswa FTK UIN Sunan Ampel Surabaya. Beliau berharap, kuliah tamu series 2 ini dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam melakukan penelitian Pendidikan inklusif.

Memasuki sesi pemaparan materi, Ibu Hernik Farisia, M.Pd.I yang merupakan dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Inklusi memandu sesi pemaparan materi, diskusi, dan tanya jawab. Narasumber yang merupakan penggiat di Pusat Layanan Difabel, Ibu Ro’fah, Ph.D menjelaskan bahwa jika mahasiswa ingin melakukan Penelitian dalam Pendidikan Inklusif, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni: (1) peneliti harus menggunakan perspektif dari paradigma yang tepat; (2) dalam penelitian pendidikan inklusif tidak hanya memfokuskan pada individu, tetapi juga harus fokus pada lingkungan dan support system dari anak-anak yang terlahir istimewa; (3)peneliti mempertimbangakan suara dari anak diasabilitas sendiri, jangan hanya berfokus pada perspektif dari guru atau orang saja, namun juga harus melihat dari perseptif anak itu sendiri. Seusai narasumber memberikan materi, Moderator memandu sesi diskusi dan tanya jawab. Di akhir beliau berpesan kepada teman-teman mahasiswa yang ingin meneliti terkait Pendidikan inklusif bahwa, “perspektif yang dibangun harus inklusif, bagaimana menciptakan sebuah lingkungan/manajemen yang bisa menciptakan ekosistem yang inklusif, dan Inklusi itu adalah masalah hati, jika hati sudah terbuka, maka hambatan apapun akan bisa dilalui”, pesan Ibu Ro’fah, Ph.D

Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber dengan mahasiswa dan closing statetment dari Prof. Dr. Hj. Zumrotul Mukaffa, M.Ag yang menyatakan bahwa, “Semua anak itu adalah anak guru, maka bagaimanapun juga kita harus mempersipkan mereka sesuai dengan kebutuhan mereka dan harus memiliki rasa empati yang tinggi”.